alexametrics

Duh, Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 AstraZeneca di Brasil Meninggal

Bimo Aria Fundrika
Duh, Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 AstraZeneca di Brasil Meninggal
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Dikutip dari Antara, Oxford membenarkan bahwa ada rencana untuk terus melakukan pengujian.

Suara.com - Setelah sempat dihentikan sementara lantaran ada relawannya yang jatuh sakit, kini dikabarkan bahwa seorang peserta uji klinis vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca dan Universitas Oxford, meninggal.

Hal itu dilaporkan oleh Otoritas kesehatan Brazil Anvisa. Meski demikian, ia menambahkan bahwa uji coba vaksin tersebut akan dilanjutkan.

Dikutip dari Antara, Oxford membenarkan bahwa ada rencana untuk terus melakukan pengujian.

Melalui pernyataan, universitas itu mengatakan bahwa setelah penilaian yang cermat "tidak ada kekhawatiran tentang keamanan uji klinis."

Baca Juga: IDI Minta Pemerintah Tak Buru-buru Suntik Vaksin Covid-19, Ini Alasannya

Hingga kini AstraZeneca belum berkomentar. Seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan bahwa uji klinis mungkin akan ditangguhkan jika relawan yang meninggal itu sebelumnya mendapat vaksin Covid-19.

Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

Masih menurut sumber yang sama, relawan tersebut adalah bagian dari kelompok yang diberi suntikan meningitis.

Meski demikian, komite peninjau independen juga merekomendasikan agar uji coba dilanjutkan. Hal itu diungkapkan oleh Universitas Federal Sao Paulo, yang membantu mengoordinasikan uji klinis fase 3 di Brasil.

Universitas tersebut sebelumnya memastikan bahwa sukarelawan yang meninggal adalah warga Brasil, namun tidak memberikan keterangan lebih rinci soal jati diri sang sukarelawan.

"Semuanya berjalan seperti yang diharapkan, tanpa catatan komplikasi serius terkait vaksin yang melibatkan para sukarelawan yang berpartisipasi," kata universitas Brazil itu dalam pernyataan.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Memang Bisnis Besar, Fadli Zon Ingatkan Hati-hati

Sejauh ini, 8.000 dari 10.000 sukarelawan yang direncanakan dalam uji coba telah direkrut dan diberikan dosis pertama di enam kota di Brazil, kata seorang juru bicara Universitas Federal Sao Paulo.

Komentar