Sebabkan 30 Orang Meninggal di Korsel, Apakah Vaksin Flu di Indonesia Aman?

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 23 Oktober 2020 | 18:08 WIB
Sebabkan 30 Orang Meninggal di Korsel, Apakah Vaksin Flu di Indonesia Aman?
Ilustrasi vaksin flu. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Jumlah kematian warga Korea Selatan (Korsel) akibat vaksin flu terus bertambah. Kabar terbaru, korban meninggal dalam sehari bertambah 20 kasus, sehingga total berjumlah 30 orang meninggal dunia.

Peristiwa nahas ini sangat mengkhawatirkan, dan menimbulkan keresahan terkait keamanan vaksin flu yang juga beredar di Indonesia. Akankah mengalami peristiwa serupa?

Diketahui, Korea Selatan menjalankan program vaksinasi gratis kepada 19 juga penduduknya menyambut musim dingin, di mana saat itu virus flu bisa menyebabkan komplikasi berat.

Pakar alergi dan imunologi Prof. Dr. dr. Iris Rengganis mengatakan sejauh ini vaksin flu yang ada dan beredar di Indonesia terbilang aman. Ia tidak berani mengomentari vaksin di Korea Selatan lebih jauh karena belum tahu merek vaksin yang beredar.

"Kalau di Indonesia, sampai sejauh ini aman, tapi saya tidak berani menggubris lebih jauh kasus yang di Korea Selatan karena tidak tahu mereknya," ujar Prof. Iris saat dihubungi suara.com, Jumat (23/10/2020).

Merek vaksin yang diberikan dalam program vaksinasi di Korea Selatan menjadi penting, karena otoritas dan pihak terkait di Indonesia bisa mengambil tindakan. Entah itu menangguhkan atau menarik produk vaksin dari pasaran.

Prof. Iris yang berpraktik sebagai dokter umum dan dokter spesialis penyakit dalam di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengatakan, apabila merek yang digunakan sama dengan yang ada di Indonesia, langkah selanjutnya yang harus diambil adalah memeriksa lot number atau batch number, yang merupakan nomor identitas vaksin yang tertera pada kemasan. Nomor batch ini menunjukkan kandungan hingga waktu pembuatan vaksin yang sama.

"Jadi di dus vaksin ada kodenya. Jadi kalau batch numbernya sama (dengan Korea Selatan), maka vaksin itu dibuat di saat yang sama, itu jangan dipakai lagi. Takutnya ada kontaminasi atau salah penyimpanan atau seperti apa," terang Prof. Iris.

Sayangnya, hingga saat ini pihak Korea Selatan belum membuka merek vaksin yang digunakan.

baca juga

Sebanyak lima produsen vaksin flu terlibat dalam program vaksinasi di Korea Selatan, di antaranya GC Pharma, Ilyang Pharmaceutical C, SK Bioscience, Sanofi asal Prancis, dan Glaxosmithkline asal Inggris.

Sedangkan di Indonesia, Prof. Iris menyebut ada 3 merek vaksin yang beredar dan paling banyak digunakan di Indonesia. Pertama, vaksin flu buatan produsen lokal dalam negeri Bio Farma dengan merek Flubio, serta dua vaksin lainnya berasal dari Sanofi perusahaan farmasi asal Prancis dengan merek Fluquadri (vaksin influenza quadrivalent) dan Vaxigrip (vaksin influenza trivalent).

"Ada 3 vaksin flu di Indonesia, Flubio dari Bio Farma, di sana (Korea Selatan) pasti nggak pakai Flubio. Kalau di Sanofi, kita nggak tahu karena Sanofi beredar di seluruh dunia," ungkapnya.

"Yang kita banyak pakai (vaksin flu) yang Flubio dari Bio Farma dan Fluquadri dari Sanofi yang banyak yang kita pakai," lanjutnya.

Lebih lanjut, jika terbukti ada batch number atau lot number dari merek yang sama beredar di Indonesia, menurut Prof. Iris, sudah seharusnya produk vaksin itu ditarik dari peredaran dan tidak digunakan, sampai penyebab kematian penerima vaksin benar-benar diketahui dan diatasi.

"Kalau batch number dan mereknya sama, sebaiknya ditarik. Karena kalau menyebabkan KIPI, harus tahu merknya apa, dan batch numbernya, karena saat itu pembuatannya yang sama," katanya.

KIPI sendiri adalah Kejadian Ikutan Oasca Imunisasi, berupa reaksi tidak diinginkan yang timbul di tubuh pasien setelah pemberian vaksin. KIPI bisa berupa efek samping ringan hingga gejala serius, seperti alergi pada kandungan vaksin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

25 Orang Meninggal Usai Vaksin Flu di Korsel, Pakar Imunologi Buka Suara

25 Orang Meninggal Usai Vaksin Flu di Korsel, Pakar Imunologi Buka Suara

Health | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 15:49 WIB

Catat 13 Kematian, Korea Selatan Tetap Lanjutkan Program Vaksin Flu

Catat 13 Kematian, Korea Selatan Tetap Lanjutkan Program Vaksin Flu

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 14:17 WIB

Usai Divaksin Flu, Lima Orang di Korea Meninggal Dunia, Apa Sebab?

Usai Divaksin Flu, Lima Orang di Korea Meninggal Dunia, Apa Sebab?

Health | Rabu, 21 Oktober 2020 | 20:10 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×