25 Orang Meninggal Usai Vaksin Flu di Korsel, Pakar Imunologi Buka Suara

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 23 Oktober 2020 | 15:49 WIB
25 Orang Meninggal Usai Vaksin Flu di Korsel, Pakar Imunologi Buka Suara
Pelacak penyebaran Covid-19 di Korea Selatan/ilustrasi (BBC Indonesia)

Suara.com - Sebanyak 25 orang di Korea Selatan meninggal dunia usai mendapat vaksinasi influenza. Hal tersebut tentu menimbulkan keresahan di masyarakat, termasuk di Indonesia.

Pasalnya, vaksin influenza menjadi populer karena dianggap dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, agar  tidak mudah tertular Covid-19.

Menanggapi kejadian tersebut, Pakar Alergi dan Imunologi  Prof. Dr. dr. Iris Renggaris meminta masyarakat untuk tidak panik. Kata dia, penting untuk mencaritahu merek apa yang digunakan dalam vaksinasi flu gratis kepada 19 juta penduduk Korea Selatan tersebut.

"Saya gak tahu merek vaksin apa, gak bisa menyamaratakan semua vaksin. Makanya itu harus diteliti, maksudnya vaksinnya sudah diujicoba tahap berapa, atau baru fase uji klinis tahap 3," ujar Prof. Iris saat dihubungi Suara.com, Jumat (23/10/2020).

Jika pada akhirnya diketahui bahwa merek vaksin yang sama telah beredar di Indonesia, maka Iris mengimbau adanya pemeriksaan lebih jauh mengenai lot number atau batch number, apakah sama dengan yang beredar di Indonesia atau tidak.

Sayangnya hingga saat ini, pihak terkait di Korea Selatan belum membuka data tersebut.

Mengaku ikut memantau pemberitaan vaksinasi flu di Korea Selatan, Iris menambahkan hingga saat ini belum diketahui apa penyebab pasti kematian 25 orang di sana.

Tapi kata Iris, kematian ini harus diinvestigasi lebih lanjut. Ia juga berharap jenazah penerima vaksin segera diautopsi dan dicari tahu penyebab kematiannya.

"Kalau sampai menyebabkan kematian, saya justru bertanya kenapa? harus dicari penyebabnya. Paling bagus autopsi, tapi tidak dilakukan hal itu, atau belum dilakukan, saya tidak tahu," ungkapnya.

Sebelumnya diasumsikan bahwa vaksin yang diberikan tidak mengandung zat beracun. Hanya saja ada 5 juta dosis vaksin yang seharusnya disimpan di lemari es, malah terpapar suhu ruangan. Asumsi awal tersebut membuat program vaksinasi gratis akhirnya ditangguhkan.

Hanya saja Iris menambahkan bahwa faktor penyimpanan yang keliru dan terpapar suhu ruangan seharusnya tidak akan membuat penerima vaksin meregang nyawa. Ia melanjutkan faktor penyimpanan yang salah, hanya mampu menurunkan efektivitas vaksin.

"Artinya keefektifan vaksinnya berkurang, jika harusnya bisa melindungi sekitar 80 persen, tapi karena suhu penyimpanan keliru, dampaknya jadi hanya bisa berikan perlindungan 50 persen," ungkap dokter spesialis penyakit dalam itu.

Profesor yang berpraktik sebagai dokter umum dan dokter spesialis penyakit dalam di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) ini mengatakan, alergi bisa jadi alasan mengapa sampai ada penerima vaksin yang meregang nyawa.

Hanya saja, masih ada pertanyaan  yang membuat dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini skeptis atau ragu. Terlebih, kejadian kematian yang dialami 25 orang ini terjadi sekaligus dan dalam waktu yang hampir berdekatan.

"Jadi harus dilihat dulu penyebab kematiannya. Benarkah karena vaksin? lalu vaksin apa yang dipakai, sudah berapa lama? Apakah ada reaksi alergi, saya gak tahu juga, tapi kalau alergi kok bisa sampai 13 (kini 25 orang) orang (meninggal dunia)?" tutupnya bertanya-tanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Daftar 20 Kategori Penerima Vaksin Covid-19 di Kabupaten Bekasi

Ini Daftar 20 Kategori Penerima Vaksin Covid-19 di Kabupaten Bekasi

Jakarta | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 15:21 WIB

25 Tewas, Korea Selatan Tetap Lanjutkan Program Vaksinasi Flu

25 Tewas, Korea Selatan Tetap Lanjutkan Program Vaksinasi Flu

News | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 14:55 WIB

Siap-Siap Vaksinasi Covid-19 di Tangsel, Nakes dan ASN Jadi Prioritas

Siap-Siap Vaksinasi Covid-19 di Tangsel, Nakes dan ASN Jadi Prioritas

Jakarta | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 14:30 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB