CDC Perbarui Definisi Kontak Dekat dengan Orang Terinfeksi Covid-19

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Jum'at, 23 Oktober 2020 | 18:19 WIB
CDC Perbarui Definisi Kontak Dekat dengan Orang Terinfeksi Covid-19
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Suara.com - Setelah menemukan fakta bahwa paparan virus corona secara sering walau kurang dari satu menit dapat membuat orang terinfeksi Covid-19, Pusat Pengendalian dan Pencegahan (CDC) AS memperbarui pedomannya tentang kategori 'kontak dekat'.

Sebelumnya, kontak dekat Covid-19 diartikan sebagai berada dekat dengan orang yang terinfeksi virus corona setidaknya selama 15 menit, lapor Live Science.

Pedoman berdasarkan sebuah laporan baru dari studi terhadap petugas Lapas di Vermont pada 28 Juli lalu. Petugas sering terpapar virus corona oleh enam narapidana terinfeksi namun tidak menunjukkan gejala Covid-19. Studi ini terbit dalam jurnal CDC Morbidity and Mortality Weekly Report.

Petugas tersebut tidak dikategorikan dalam kontak dekat, namun sering bertemu dengan narapidana, walau kurang dari satu menit. Satu minggu setelahnya, petugas dinyatakan menderita Covid-19 dan menunjukkan beberapa gejala.

Dalam waktu satu minggu, jumlah waktu petugas Lapas terpapar virus adalah 17 menit, dengan jumlah pertemuan singkat 22 kali (masing-masing antara 10 dan 60 detik).

Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Padahal, petugas Lapas tersebut memakai masker dan kacamata. Tetapi narapidana tidak selalu mengenakan masker.

Karena kasus ini, sekarang CDC memperbarui definisi kontak dekat sebagai seseorang yang berada dalam jarak 6 kaki (1,8 meter) dari orang yang terinfeksi dengan total waktu keseluruhan 15 menit atau lebih selama periode 24 jam.

Faktor tambahan juga dapat dipertimbangkan, seperti seberapa dekat individu dengan satu sama lain, apakah orang yang terinfeksi melakukan sesuatu seperti bernyanyi atau berolahraga yang menghasilkan banyak aerosol pernapasan dan apakah berada di tempat penuh sesak atau tidak memiliki ventilasi yang memadai, kata laporan itu.

"Pejabat kesehatan masyarakat harus mempertimbangkan implikasi risiko penularan dari jumlah keseluruhan waktu paparan," tulis CDC.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CDC: Covid-19 Lima Kali Lebih Parah Dibanding Flu pada Pasien di RS

CDC: Covid-19 Lima Kali Lebih Parah Dibanding Flu pada Pasien di RS

Health | Kamis, 22 Oktober 2020 | 14:53 WIB

CDC Ubah Definisi Kontak Dekat, Begini Penjelasan Lengkapnya

CDC Ubah Definisi Kontak Dekat, Begini Penjelasan Lengkapnya

Health | Kamis, 22 Oktober 2020 | 13:51 WIB

Gawat! CDC Ungkap Covid-19 Bisa Menular Dalam Waktu Satu Menit

Gawat! CDC Ungkap Covid-19 Bisa Menular Dalam Waktu Satu Menit

Health | Kamis, 22 Oktober 2020 | 10:00 WIB

Terkini

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya

Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya

Video | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:15 WIB

Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:12 WIB

Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah

Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:50 WIB

Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle

Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:28 WIB

Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur

Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:19 WIB

Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan

Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bebas Eksplorasi Aroma, Begini Cara Baru Menemukan Parfum yang Cocok

Bebas Eksplorasi Aroma, Begini Cara Baru Menemukan Parfum yang Cocok

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:02 WIB

×