alexametrics

Tingkat Hunian Tempat Tidur di Wisma Atlet Jakarta Turun, Apa Artinya?

M. Reza Sulaiman
Tingkat Hunian Tempat Tidur di Wisma Atlet Jakarta Turun, Apa Artinya?
Wisma Atlet Buka Tower 8, Khusus Pasien OTG. (Suara.com/ Adit Rianto)

Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Jakarta melaporkan penurunan tingkat hunian tempat tidur (Bed Occupancy Rate) pada hari ini, Rabu (29/10/2020).

Suara.com - Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Jakarta melaporkan penurunan tingkat hunian tempat tidur (Bed Occupancy Rate) pada hari ini, Rabu (29/10/2020).

Dalam siaran pers yang diterima Suara.com, tingkat hunian tempat tidur turun menjadi 44,8 persen, setelah sempat mencapai sekitar 90 persen di akhir bulan September 2020.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan bahwa penurunan tingkat hunian tempat tidur tersebut memperlihatkan semakin banyaknya pasien yang telah sembuh dan berhasilnya upaya untuk melakukan pencegahan dari berbagai pihak mulai dari pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

Menurut Doni, dengan adanya penurunan tingkat hunian tempat tidur ini, dokter dan tenaga medis dapat melakukan konsolidasi.

Baca Juga: OTG Terus Bertambah, RSD Wisma Atlet Kini Rawat 2.242 Pasien Corona

"Penurunan tingkat hunian tempat tidur ini dapat memberikan ruang bagi dokter dan tenaga medis untuk melakukan konsolidasi dan rileksasi. Dokter dan tenaga medis sudah bekerja keras untuk melakukan pengobatan pasien COVID-19 dan saat inilah mereka dapat beristirahat sejenak untuk memulihkan tenaga dan pikiran mereka," jelas Doni usai berkunjung ke RS Darurat Wisma Atlet.

Menurutnya, agar tidak terjadi lagi lonjakan tingkat hunian tempat tidur, Doni meminta masyarakat untuk tetap menjaga dan menerapkan protokol kesehatan terutama di masa libur panjang ini.

"Long weekend ini dapat menimbulkan potensi tambahan jumlah positif COVID-19. Karenanya, kami tak henti untuk terus mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan," tambah Doni,

Doni meminta masyarakat untuk disiplin dalam menerapkan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer serta menjaga jarak.

"Selain itu diharapkan masyarakat dapat menghindari kerumunan. Mari kita berikan kesempatan bagi dokter dan tenaga medis untuk konsolidasi dan rileksasi dengan menerapkan protokol kesehatan dimanapun kita berada," ujar Doni.

Baca Juga: Update 26 Oktober: Pasien Positif Covid di RSD Wisma Atlet Kini 2.343 Orang

Sampai tanggal 28 Oktober 2020 ini, total pasien COVID-19 yang telah sembuh mencapai 325.793 sejak awal pandemi.

Komentar