Taiwan Cetak Rekor! 200 Hari Bebas Kasus Virus Corona Covid-19

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Jum'at, 30 Oktober 2020 | 08:12 WIB
Taiwan Cetak Rekor! 200 Hari Bebas Kasus Virus Corona Covid-19
Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]

Suara.com - Sementara banyak negara di dunia mencapai titik tertinggi kasus virus corona Covid-19, Taiwan menggarisbawahi keberhasilannya dalam mengendalikan virus. Tercatat negara ini telah mencapai rekor 200 hari tanpa kasus Covid-19 yang ditularkan di dalam negeri atau transmisi lokal.

Dilansir dari The Guardian, negara itu dilaporkan hanya mengalami tujuh kematian dari 553 kasus Covid-19 sejak pandemi dimulai. Angka tersebut menjadikan Taiwan lebih sukses daripada negara lain dan menjadi teladan untuk menahan laju penyebaran virus, termasuk Selandia Baru dan Vietnam.

Keberhasilan Taiwan menangani pandemi Covid-19 tak terlepas dari pemerintah yang bertindak lebih awal untuk menghentikan penyebaran penyakit, melakukan tindakan pengendalian yang ketat, termasuk dua minggu karantina bagi siapa pun yang bepergian, dan mencurahkan sumber daya untuk pengujian dan pelacakan.  

Tanggapan pemerintah Taiwan pun terbantu dengan memiliki seorang ahli epidemiologi sebagai wakil presiden dan sistem kesehatan masyarakat yang sangat baik.

Pemeriksaan terhadap para pelancong yang datang dari Wuhan, China, tempat epidemi dimulai dilakukan pada 31 Desember. Tepat setelah otoritas kesehatan Wuhan memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa mereka sedang menangani kasus pneumonia virus yang tidak diketahui asalnya.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

"Taiwan adalah satu-satunya negara besar yang sejauh ini mampu mencegah penularan Covid-19 dari komunitas," kata Peter Collignon, seorang dokter penyakit menular dan profesor di Sekolah Kedokteran Universitas Nasional Australia, dikutip dari Time Magazine.

Taiwan mungkin mendapatkan hasil terbaik di seluruh dunia, katanya, dan "bahkan lebih mengesankan" untuk ekonomi dengan populasi yang kira-kira sama dengan Australia, dengan banyak orang yang tinggal berdekatan di apartemen.

Meski begitu, Taiwan belum keluar dari kesulitan karena tercatat 20 kasus virus corona Covid-19 impor dalam dua minggu terakhir, kebanyakan dari negara-negara Asia Tenggara seperti Filipina dan Indonesia. Dan negara lain yang pada awalnya melawan virus dengan baik, seperti Singapura dan Jepang, kemudian mengalami lonjakan kasus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satu Lagi, Dokter di Balikpapan Meninggal Dunia Terkonfirmasi Covid-19

Satu Lagi, Dokter di Balikpapan Meninggal Dunia Terkonfirmasi Covid-19

Kaltim | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 07:31 WIB

Kabar Baik, Sudah 87,5 Persen Pasien Covid-19 di Jakarta yang Sembuh

Kabar Baik, Sudah 87,5 Persen Pasien Covid-19 di Jakarta yang Sembuh

Health | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 06:05 WIB

Libur Maulid Nabi, Jumlah Positif Covid-19 di Kaltim Tembus 13.770 Kasus

Libur Maulid Nabi, Jumlah Positif Covid-19 di Kaltim Tembus 13.770 Kasus

Kaltim | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 07:00 WIB

Pulang Liburan Terinfeksi Covid-19, Ini Saran dari CDC yang Mesti Diikuti

Pulang Liburan Terinfeksi Covid-19, Ini Saran dari CDC yang Mesti Diikuti

Health | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 06:00 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB