Sabai Morscheck Jalani Persalinan Vaginal After Birth Cesarean, Apa Itu?

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Jum'at, 30 Oktober 2020 | 09:08 WIB
Sabai Morscheck Jalani Persalinan Vaginal After Birth Cesarean, Apa Itu?
Sabai Morscheck. (suara.com/Firsta Putri Nodia)

Suara.com - Setelah berjuang dengan kontraksi, menunggu bukaan lengkap secara alami yang berlangsung kurang lebih dua hari, Sabai Morscheck akhirnya berhasil melahirkan anak keduanya dengan prosedur vaginal after birth cesarean atau VBAC. Ini merupakan istilah yang digunakan untuk prosedur kelahiran normal setelah seseorang pernah menjalani operasi caesar atau c-section di kehamilan sebelumnya.

Kabar bahagia tersebut dibagikan oleh sang suami, Ringgo Agus Rahman melalui Instastory miliknya.

"Assalamulaikum, Nak! Sudah lahir anak baru, jam 7.37 dalam keadaan ibu dan anak sehat, Alhamdulillah," tulis bintang film Keluarga Cemara tersebut dalam unggahannya.

Sabai Morscheck Melahirkan. (Instagram/@ringgoagus)
Sabai Morscheck Melahirkan. (Instagram/@ringgoagus)

Dilansir Hello Sehat, prosedur VBAC yang dilalui oleh Sabai ialah persalinan yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Karena untuk melalui persalinan ini, ibu hamil harus sudah memenuhi persyaratan dan mendapat persetujuan dokter.

Nah, jika Amda tertarik melakukan prosedur persalinan ini, ada baiknya simak dulu berbagai kondisi yang membolehkan ibu melakukan VBAC dan tidak boleh melakukannya, seperti yang dikutip dari Hello Sehat

Siapa saja yang boleh melakukan VBAC?
Kondisi ibu hamil yang diperbolehkan melahirkan normal setelah caesar atau VBAC adalah sebagai berikut:

  1. Ibu yang memiliki bekas sayatan operasi caesar berbentuk garis horizontal yang terletak rendah di bawah perut.
  2. Saat ini mengandung 1 bayi, dan hanya pernah 1 kali operasi caesar sebelumnya tapi bukan dengan sayatan vertikal.
  3. Sedang mengandung bayi kembar dan pernah operasi caesar sebelumnya tapi bukan dengan sayatan vertikal.
  4. Persalinan terjadi secara spontan setelah induksi, sehingga kontraksi berlangsung cepat.
  5. Tulang panggul Anda berukuran cukup besar, sehingga memungkinkan bayi untuk keluar dengan mudah. Biasanya dokter yang dapat menentukan hal ini.
  6. Belum pernah melakukan operasi berat pada rahim, seperti miomektomi untuk mengangkat tumor rahim jinak (fibroid).
  7. Belum pernah mengalami rahim robek di kehamilan sebelumnya.
  8. Tidak memiliki kondisi medis yang membuat persalinan melalui vagina menjadi berisiko, misalnya plasenta previa atau fibroid.

Kondisi ibu hamil yang tidak diperbolehkan melahirkan normal setelah caesar atau VBAC adalah sebagai berikut:

  1. Pernah melakukan persalinan caesar dengan sayatan rahim vertikal.
  2. Sayatan vertikal di bagian atas rahim atau sayatan klasik dengan bentuk huruf T akan menempatkan Anda pada risiko yang lebih tinggi untuk mengalami ruptur uterus (rahim robek) saat mengejan nanti.
  3. Pernah melakukan persalinan caesar dengan jenis sayatan rahim yang tidak diketahui pasti, tapi diduga merupakan sayatan vertikal (klasik).
  4. Pernah mengalami rahim robek di kehamilan sebelumnya.
  5. Pernah melakukan operasi berat pada rahim sebelumnya, seperti pengangkatan tumor rahim jinak.
  6. Hamil di usia yang sudah terlalu tua.
  7. Hamil dengan berat badan berlebih.
  8. Berat bayi yang lahir lebih dari 4.000 gram (gr) alias bayi makrosomia.
  9. Usia kehamilan sudah lebih dari 40 minggu.
  10. Usia kehamilan terlalu singkat, sekitar kurang dari 18 minggu.
  11. Sedang hamil bayi kembar tiga atau lebih.
  12. Beberapa rumah sakit atau klinik bersalin biasanya tidak menganjurkan ibu untuk menjalani VBAC jika sudah pernah melahirkan caesar lebih dari dua kali.

Langkah paling utama yang harus Anda lakukan sebelum memutuskan melahirkan dengan prosedur VBAC adalah membicarakan dengan dokter Anda. Selama konsultasi dokter akan melihat kembali semua riwayat medis Anda terkait kehamilan dan persalinan yang pernah dilakukan sebelumnya.

Kemungkinan terburuk dari VBAC adalah kegagalan karena tidak berhasil menjalankan persalinan normal dengan sempurna. Kondisi ini bisa membuat rahim robek karena bekas sayatan dari operasi caesar sebelumnya terbuka, mengutip dari American Pregnancy Association. Jadi, jangan memaksakan diri jika dokter tak mengizinkan ya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ringgo Agus Rahman Tengah Gelisah Menunggu Persalinan Kedua Istri

Ringgo Agus Rahman Tengah Gelisah Menunggu Persalinan Kedua Istri

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2020 | 14:35 WIB

Sabai Morscheck Akan Melahirkan, Ringgo Agus Rahman Beri Dukungan

Sabai Morscheck Akan Melahirkan, Ringgo Agus Rahman Beri Dukungan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2020 | 13:53 WIB

Sabai Dieter Sulit Tidur Saat Hamil Anak Kedua, Coba Atasi dengan Cara Ini!

Sabai Dieter Sulit Tidur Saat Hamil Anak Kedua, Coba Atasi dengan Cara Ini!

Health | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:32 WIB

Terkini

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB