Rusia Siap Luncurkan Obat Virus Corona Covid-19 Pekan Depan

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 30 Oktober 2020 | 18:03 WIB
Rusia Siap Luncurkan Obat Virus Corona Covid-19 Pekan Depan
Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)

Suara.com - Rusia siap untuk memberikan obat pertamanya yang telah disetujui, untuk mengobati pasien virus corona Covid-19 pada pekan depan.

Obat virus corona Covid-19 pertama buatan Rusia ini, diharapkan bisa meredakan ketegangan pada sistem kesehatan dan mempercepat kembalinya kehidupan normal.

Kepala dana kekayaan kedaulatan RDIF Rusia, mengatakan rumah sakit Rusia bisa mulai memberikan obat antiviral pada pasien yang terdaftar atas nama Avifavir dan menderita virus corona Covid-19 sejak 11 Juni 2020.

Sementara itu, pihaknya juga menyebutkan bahwa perusahaan di balik obat tersebut akan memproduksi dalam jumlah cukup banyak untuk merawat sekitar 60 ribu orang sebulan.

Kendati demikian, melansir dari India Times Sabtu (30/10), belum ada vaksin yang dipatenkan untuk melawan virus corona Covid-19 sampai sekarang. Bahkan uji coba beberapa obat antivirus pada manusia juga masih belum menunjukkan hasil yang jelas.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Obat antivirus baru dari Gilead yang disebut remdesivir telah menunjukkan beberapa efisiensi melawan penyakit virus corona Covid-19. Obat ini juga telah diberikan pada pasien virus corona di beberapa negara.

Obat Avifavir secara genetik disebut favipiravir dan pertama kali dikembangkan pada akhir tahun 1990 oleh perusahaan Jepang. Kemudian, produk ini dibeli oleh Fujifilm saat obat tersebut dipindahkan ke sistem perawatan kesehatan.

Kepala RDIF Kirill Dmitriev mengatakan, para ilmuwan Rusia telah memodifikasi dan menyempurnakan obat tersebut. Bahkan Moskow akan siap untuk membagikan rincian modifikasi tersebut dalam periode dua minggu.

Di samping itu, Jepang juga telah mencoba obat sejenis yang dikenal sebagai Avigan. Obat ini telah mendapat pujian dari Perdana Menteri Shinzo Abe.

Tapi, penggunaan Avigan untuk pasien virus corona Covid-19 belum pernah disetujui lebih lanjut. Avifavir baru muncul dalam daftar obat yang disetujui oleh pemerintah Rusia pada beberapa hari lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peringatan! Vaksin Covid-19 Pertama Mungkin Tidak Sempurna

Peringatan! Vaksin Covid-19 Pertama Mungkin Tidak Sempurna

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2020 | 14:00 WIB

Kate Bingham: Vaksin Covid-19 Mungkin Tak Sempurna, Hanya Ringankan Gejala

Kate Bingham: Vaksin Covid-19 Mungkin Tak Sempurna, Hanya Ringankan Gejala

Health | Kamis, 29 Oktober 2020 | 14:35 WIB

EKSKLUSIF: Dubes RI China Dukung Indonesia Jadi Pusat Manufaktur Vaksin

EKSKLUSIF: Dubes RI China Dukung Indonesia Jadi Pusat Manufaktur Vaksin

Video | Kamis, 29 Oktober 2020 | 13:21 WIB

Terkini

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB