alexametrics

Waspada, Kekurangan Vitamin D saat Hamil Pengaruhi IQ Anak

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Waspada, Kekurangan Vitamin D saat Hamil Pengaruhi IQ Anak
Ilustrasi ibu hamil. [Shutterstock]

Sebuah studi menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D saat hamil bisa berefek pada IQ anak.

Suara.com - Vitamin D merupakan nutrisi yang penting bagi ibu hamil. Pasokan vitamin D perempuan saat hamil akan diteruskan ke bayi di dalam kandungan yang juga membantu mengatur proses perkembangan otak.

Oleh karena itu, melansir dari Medical Xpress sebuah penelitian yang diterbitkan di The Journal of Nutrition menunjukkan bahwa kadar vitamin D ibu selama kehamilan terkait dengan IQ anak-anak mereka.

Peneliti menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang lebih tinggi dalam kehamilan dapat menyebabkan skor IQ masa kanak-kanak yang lebih tinggi pula.

Namun para peneliti menegaskan bahwa perempuan kulit hitam memiliki risiko paling tinggi untuk mengalami kekurangan vitamin D.

Baca Juga: Studi BMJ: Komplikasi Kehamilan Tingkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular

"Pigmen melanin melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari, tetapi dengan menghalangi sinar UV melanin juga mengurangi produksi vitamin D di kulit," kata Melissa Melough, penulis utama studi dan ilmuwan penelitian di Departemen Kesehatan Anak, Perilaku, dan Perkembangan di Seattle Children's Research Institute.

Ibu hamil (Unsplash)
Ibu hamil (Unsplash)

"Karena itu, kami tidak terkejut melihat tingginya tingkat kekurangan vitamin D di antara perempuan hamil berkulit hitam dalam penelitian kami" imbuh Melough.

Melough dan rekan penulisnya menggunakan data dari sebuah kelompok di Tennessee yang disebut CANDLE. Peneliti CANDLE merekrut perempuan hamil untuk bergabung dalam penelitian yang dimulai tahun 2006 dan mengumpulkan informasi dari waktu ke waktu tentang kesehatan dan perkembangan anak-anak mereka.

Setelah mengendalikan beberapa faktor lain yang terkait dengan IQ, kadar vitamin D yang lebih tinggi dalam kehamilan dikaitkan dengan IQ yang lebih tinggi pada anak-anak usia 4 hingga 6 tahun.

Meskipun studi ini observasional dan tidak dapat membuktikan sebab akibat, Melough percaya temuannya memiliki implikasi penting dan memerlukan penelitian lebih lanjut.

Baca Juga: 9 Tanda Anda Pintar, Kelelahan Sebabkan Jumlah Spesimen Covid-19 Berkurang?

Komentar