Terapkan Teknologi AI, Aplikasi Ini Mungkinkan Dokter Melihat Kinerjanya

Vania Rossa

Rabu, 04 November 2020 | 18:43 WIB
Terapkan Teknologi AI, Aplikasi Ini Mungkinkan Dokter Melihat Kinerjanya
Halodoc Mudahkan Para Dokter Melihat Kinerjanya. (Halodoc)

Suara.com - Ukuran dan jumlah populasi Indonesia yang teramat besar menyebabkan akses terhadap perawatan kesehatan yang tepat waktu dan dapat diandalkan terkadang menjadi tantangan. Halodoc ingin mengubah hal tersebut melalui penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau atificial intellegence (AI) yang berpusat pada manusia (human-centered artificial intelligence - HAI).

Sebagai platform telemedicine seluler pertama yang menghubungkan masyarakat Indonesia kepada para dokter, serta membantu mengatur janji konsultasi antara pasien dengan dokter, proses pengiriman obat, dan tes kesehatan, Halodoc membentuk tim yang terdiri dari dokter, data scientist, engineer, manajer produk, dan peneliti untuk menentukan cara teknologi dapat mendukung pekerjaan para dokter di Indonesia.

Salah satu pendekatan khusus yang berhasil diidentifikasi oleh tim ini adalah penggunaan AI untuk mereplikasi proses mentoring serta masukan yang diterima dokter junior dari dokter yang lebih berpengalaman di rumah sakit—sebuah proses penting untuk meningkatkan kualitas perawatan, tetapi sulit untuk direproduksi dalam skala besar.

Halodoc ingin menciptakan cara mudah untuk memberikan masukan dalam bidang kesehatan virtual, dan bekerja sama dengan pakar Machine Learning dari Google di Late Stage Accelerator untuk menentukan pendekatan terbaik.

Dengan panduan dari Google, para engineer di Halodoc menerapkan Natural Language Processing (NLP) dalam bahasa Indonesia untuk mengukur, memberi peringkat, dan memberikan insight yang dapat memberi informasi kepada para dokter saat membuat keputusan terhadap pasien di seluruh Indonesia—yakni dengan menggunakan data dari ribuan konsultasi untuk melatih model machine learning.

Saat membuka aplikasi Halodoc, dokter akan melihat informasi kinerjanya yang didasarkan pada waktu respons dan metrik indeks kualitas. Selain itu, dokter juga akan melihat saran tindakan untuk semakin meningkatkan kualitas konsultasi. Mereka juga dapat memilih untuk menerima masukan dan pelatihan lebih lanjut dari dokter senior jika diperlukan.

Saat ini, lebih dari lima persen penduduk Indonesia menggunakan platform Halodoc. Berkat penerapan prinsip AI untuk meningkatkan kualitas perawatan yang dialami pasien, rating aplikasi Halodoc naik dari 4,5 menjadi 4,8 bintang dalam waktu kurang dari enam bulan, dan skor dokter di aplikasi secara keseluruhan naik 64 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tidak Bisa Bedakan Bola dengan Kepala Botak, Kamera AI Ini Bikin Ngakak

Tidak Bisa Bedakan Bola dengan Kepala Botak, Kamera AI Ini Bikin Ngakak

Bola | Rabu, 04 November 2020 | 13:39 WIB

Keren, Teknologi AI dapat Deteksi Penderita Covid-19 Hanya dari Batuk!

Keren, Teknologi AI dapat Deteksi Penderita Covid-19 Hanya dari Batuk!

Health | Rabu, 04 November 2020 | 10:55 WIB

Detektor Batuk Ini Mampu Identifikasi 97 Persen Kasus Covid-19

Detektor Batuk Ini Mampu Identifikasi 97 Persen Kasus Covid-19

Tekno | Selasa, 03 November 2020 | 11:05 WIB

Terkini

Dari Racun OOTD ke Checkout, Apakah Ini Cara Medsos Dorong Budaya Belanja?

Dari Racun OOTD ke Checkout, Apakah Ini Cara Medsos Dorong Budaya Belanja?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:20 WIB

Gegara Nikel dan Emas, MDKA Balik Untung USD102 Juta di Semester I 2026

Gegara Nikel dan Emas, MDKA Balik Untung USD102 Juta di Semester I 2026

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:18 WIB

Wasit Ginanjar Disebut Lontarkan Umpatan, Pelatih PSPS: Sangat Tidak Respect!

Wasit Ginanjar Disebut Lontarkan Umpatan, Pelatih PSPS: Sangat Tidak Respect!

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 12:16 WIB

Inhealth Perluas Jaringan Layanan, Gandeng 8.000 Provider hingga Luar Negeri

Inhealth Perluas Jaringan Layanan, Gandeng 8.000 Provider hingga Luar Negeri

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:13 WIB

Penari Lengger Tanpa Sampur

Penari Lengger Tanpa Sampur

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:06 WIB

Uang Tunai Makin Jarang Dipakai, Transaksi QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun

Uang Tunai Makin Jarang Dipakai, Transaksi QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:03 WIB

Jurang Humor Milenial vs Gen Z: Saat Plesetan Cerdas Kalah dari Meme Pisang Tanpa Konteks

Jurang Humor Milenial vs Gen Z: Saat Plesetan Cerdas Kalah dari Meme Pisang Tanpa Konteks

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:00 WIB

Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda

Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda

Kaltim | Minggu, 27 September 2026 | 12:00 WIB

Didukung Kai EXO, Atlet Ini Tepati Janjinya Raih Emas Asian Games 2026

Didukung Kai EXO, Atlet Ini Tepati Janjinya Raih Emas Asian Games 2026

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 11:50 WIB

Akibat Pasokan Seret, Harga Cabai di Banyumas Tembus Rp80 Ribu!

Akibat Pasokan Seret, Harga Cabai di Banyumas Tembus Rp80 Ribu!

Jawa Tengah | Minggu, 27 September 2026 | 11:46 WIB

×