Detektor Batuk Ini Mampu Identifikasi 97 Persen Kasus Covid-19

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 03 November 2020 | 11:05 WIB
Detektor Batuk Ini Mampu Identifikasi 97 Persen Kasus Covid-19
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Para ilmuwan mengembangkan model kecerdasan buatan (AI) baru yang dapat mendeteksi virus Corona (Covid-19), dari batuk seseorang. Sistem AI mampu menemukan perbedaan dalam batuk yang tidak dapat didengar telinga manusia dan bagaimana penyakit dapat menyebabkan perubahan kecil, pada ucapan atau suara lain yang dikeluarkan manusia.

"Suara bicara dan batuk sama-sama dipengaruhi oleh pita suara dan organ di sekitarnya," kata Brian Subirana, ilmuwan riset dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), seperti dikutip Science Alert, Selasa (3/11/2020).

Pekerjaan ini berdasarkan pada penelitian deteksi Alzheimer melalui batuk dan bicara. Penelitian yang digunakan kembali untuk Covid-19 ini melibatkan jaringan saraf yang dikenal sebagai ResNet50.

Jaringan tersebut dilatih melalui ribuan kata-kata yang diucapkan dalam keadaan emosional yang berbeda dan database batuk, untuk melihat perubahan dalam kinerja paru-paru dan pernapasan.

Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi batuk. (Shutterstock)

Saat model digabungkan, lapisan suara digunakan untuk menyaring batuk yang lebih kuat dari yang lebih lemah. Dari sekitar 2.500 rekaman batuk orang-orang yang dikonfirmasi terinfeksi Covid-19, AI dengan tepat mengidentifikasi 97,1 persen dari orang-orang tersebut dan 100 persen kasus tanpa gejala.

Para ilmuwan menekankan bahwa fokusnya adalah menemukan perbedaan antara batuk sehat dan batuk tidak sehat pada orang tanpa gejala, bukan dalam mendiagnosis Covid-19 yang akan memerlukan tes yang tepat. Dengan kata lain, detektor ini adalah sistem peringatan dini.

"Penerapan alat diagnostik ini dapat mengurangi penyebaran pandemi jika semua orang menggunakannya sebelum pergi ke ruang kelas, pabrik, atau restoran," tambah Subirana.

Sekarang, para ahli ingin menguji detektor pada kumpulan data lebih beragam dan melihat apakah ada faktor lain yang terlibat. Jika mampu mencapai tingkat deteksi yang sangat tinggi, tidak menutup kemungkinan detektor tersebut dalam dipasang ke tahap aplikasi ponsel untuk menjadi alat skrining awal.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seminggu Terakhir, Hampir 500.000 Orang Tertular COVID-19 di AS

Seminggu Terakhir, Hampir 500.000 Orang Tertular COVID-19 di AS

Health | Kamis, 29 Oktober 2020 | 00:05 WIB

Kasus Covid-19 Tembus 7,6 Juta, India Bakal Vaksinasi Seluruh Warga

Kasus Covid-19 Tembus 7,6 Juta, India Bakal Vaksinasi Seluruh Warga

Health | Rabu, 21 Oktober 2020 | 16:05 WIB

INFOGRAFIS: Cemas saat Batuk atau Sakit Tenggorokan Ditengah Pandemi?

INFOGRAFIS: Cemas saat Batuk atau Sakit Tenggorokan Ditengah Pandemi?

Infografis | Rabu, 21 Oktober 2020 | 13:48 WIB

Ribuan Foto Palsu Perempuan Tak Kenakan Pakaian Beredar di Media Sosial

Ribuan Foto Palsu Perempuan Tak Kenakan Pakaian Beredar di Media Sosial

News | Rabu, 21 Oktober 2020 | 11:16 WIB

Ditolak Masuk Pesawat, Wanita Tanpa Masker Ngamuk dan Batuk Sembarangan

Ditolak Masuk Pesawat, Wanita Tanpa Masker Ngamuk dan Batuk Sembarangan

News | Selasa, 20 Oktober 2020 | 12:24 WIB

Lewati Filipina, Indonesia Peringkat 1 Kasus Covid-19 di ASEAN

Lewati Filipina, Indonesia Peringkat 1 Kasus Covid-19 di ASEAN

Health | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 11:21 WIB

Terkini

RAPBN 2027: Pemeritah-DPR Pangkas Anggaran Subsidi Energi Jadi Rp 261,5 Triliun, Turun Rp 11,44 T

RAPBN 2027: Pemeritah-DPR Pangkas Anggaran Subsidi Energi Jadi Rp 261,5 Triliun, Turun Rp 11,44 T

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:33 WIB

Suahasil Ungkap Anggaran Sekolah Gratis Diambil dari Dana Pendidikan Rp 824 Triliun

Suahasil Ungkap Anggaran Sekolah Gratis Diambil dari Dana Pendidikan Rp 824 Triliun

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:29 WIB

Perusahaan Asing Mulai Garap Industri Bioetanol di RI

Perusahaan Asing Mulai Garap Industri Bioetanol di RI

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:27 WIB

Terciduk Jalan Bareng Cewek di Milan, San ATEEZ Akhirnya Buka Suara Bantah Rumor Kencan!

Terciduk Jalan Bareng Cewek di Milan, San ATEEZ Akhirnya Buka Suara Bantah Rumor Kencan!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:25 WIB

Dari Racun OOTD ke Checkout, Apakah Ini Cara Medsos Dorong Budaya Belanja?

Dari Racun OOTD ke Checkout, Apakah Ini Cara Medsos Dorong Budaya Belanja?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:20 WIB

Gegara Nikel dan Emas, MDKA Balik Untung USD102 Juta di Semester I 2026

Gegara Nikel dan Emas, MDKA Balik Untung USD102 Juta di Semester I 2026

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:18 WIB

Wasit Ginanjar Disebut Lontarkan Umpatan, Pelatih PSPS: Sangat Tidak Respect!

Wasit Ginanjar Disebut Lontarkan Umpatan, Pelatih PSPS: Sangat Tidak Respect!

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 12:16 WIB

Inhealth Perluas Jaringan Layanan, Gandeng 8.000 Provider hingga Luar Negeri

Inhealth Perluas Jaringan Layanan, Gandeng 8.000 Provider hingga Luar Negeri

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:13 WIB

Penari Lengger Tanpa Sampur

Penari Lengger Tanpa Sampur

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:06 WIB

Uang Tunai Makin Jarang Dipakai, Transaksi QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun

Uang Tunai Makin Jarang Dipakai, Transaksi QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:03 WIB

×