Array

Keren, Teknologi AI dapat Deteksi Penderita Covid-19 Hanya dari Batuk!

Rabu, 04 November 2020 | 10:55 WIB
Keren, Teknologi AI dapat Deteksi Penderita Covid-19 Hanya dari Batuk!
Ilustrasi batuk. (Shutterstock)

Suara.com - Ilmuwan mengembangkan teknologi Artificial Intelligence atau AI yang dapat mendeteksi kasus Covid-19 tanpa gejala atau asimtomatik dari suara batuk penderita.

Pengembangan baru dari AI ini adalah adanya 'telinga' alogaritmik yang tajam, sehingga dapat mendengarkan perbedaan halus dalam batuk orang sehat dan orang yang terinfeksi.

Studi ini dilakukan oleh peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Mereka menguji AI dalam uji klinis dan sedang memulai proses untuk mendapatkan persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk digunakan sebagai alat skrining.

"Suara bicara dan batuk sama-sama dipengaruhi oleh pita suara dan organ di sekitarnya. AI dapat mengetahui dari batuk, termasuk hal-hal seperti jenis kelamin, bahasa ibu, atau bahkan, keadaan emosionalnya," kata rekan penulis Brian Subirana, peneliti di Laboratorium Auto-ID MIT.

Penelitian dimulai dengan membuat situs web tempat sukarelawan, baik yang sehat maupun penderita Covid-19, dapat merekam batuk menggunakan ponsel atau komputer mereka.

Batuk merupakan gejala infeksi pneumonia misterius di China. (Shutterstock)
Ilustrasi batuk karena Covid-19 (Shutterstock)

Kemudian, dilansir Live Science, mereka mengisi survei yang berisi diagnosis mereka dan gejala yang mereka alami. Sukarelawan diminta untuk 'batuk paksa', batuk yang dilakukan secara sengaja.

Melalui situs web ini, peneliti mengumpulkan lebih dari 70 ribu rekaman. Dari jumlah ini, sebanyak 2.660 berasal dari penderita infeksi virus corona, baik dengan maupun tanpa gejala.

Peneliti menggunakan 4.256 sampel untuk melatih AI dan 1.064 sampel untuk mengujinya, melihat apakah pengembangan mereka berhasil atau tidak.

Hingga akhirnya teknologi AI tersebut dapat mendeteksi perbedaan dalam batuk terkait dengan empat fitur khusus Covid-19, yaitu degradasi otot, kekuatan pita suara, sentimen seperti keraguan dan kegagalan, dan kinerja paru-paru serta sistem pernapasan.

Baca Juga: Peneliti Inggris Temukan Penyebab Orang Mengalami Long Covid-19

Studi ini, yang sebagian didukung oleh perusahaan obat Takeda Pharmaceutical Company Limited, diterbitkan pada 30 September di IEEE Open Journal of Engineering in Medicine and Biology.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI