Terbukti Ampuh Lawan Virus Corona, Vaksin Pfizer Masih Hadapi 5 Tantangan!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 12 November 2020 | 13:01 WIB
Terbukti Ampuh Lawan Virus Corona, Vaksin Pfizer Masih Hadapi 5 Tantangan!
Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)

Suara.com - Perusahaan farmasi Pfizer dan BioNTech telah mengumumkan vaksin buatannya yang terbukti mencegah orang tertular virus corona Covid-19 sebesar 90 persen.

Hasil penelitian vaksin ini melebihi prediksi yang sempat menganggap efektivitasnya hanya 70 persen. Tapi, vaksin Pfizer untuk virus corona Covid-19 ini tetap masih menghadapi tantangan lainnya.

Menurut Profesor Andre Spicer, Profesor Perilaku Organisasi di Sekolah Bisnis, ada lima rintangan utama yang dihadapi vaksin Pfizer.

"Pengumuman bahwa ada vaksin yang efektif untuk melawan virus corona adalah tanda kemajuan substansial dalam mengatasi tantangan ilmiah terkait dengan penemuan vaksin. Meskipun tantangan ilmiah ini akan terus ada," jelas Profesor Andre dikutip dari Express.

Profesor Andre, mengatakan tantangan vaksin Pfizer ini berkaitan dengan manufaktur, logistik, etika, pemasaran dan pembelajaran.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

1. Manufaktur

Profesor Andre Spicer mengatakan tantangan manufaktur ini melibatkan peningkatan produksi dengan cepat untuk membuat jutaan dosis vaksin.

"Tantangan dalam mempersiapkan kapasitas produksi sebagian telah diatasi melalui produsen vaksin yang bersiap atau sudah memproduksi vaksin," jelasnya.

Namun, tantangan yang lebih besar adalah mempelajari cara memproduksi vaksin dan berbagai pengetahuan. Sehingga berbagai produsen bisa meningkatkan sekala produksi vaksin dengan cepat.

baca juga

2. Logistik

Tantangan lainnya adalah tempat yang dibutuhkan untuk mempertahankan efektivitas vaksin. Profesor Andre mengatakan, vaksin harus disimpan pada suhu yang sangat rendah agar tetap efektif.

"Tantangan praktis dalam merancang rantai pasokan ini membutuhkan pemikiran yang cermat tentang proses penyimpanan hingga administrasi vaksin," jelas Profesor Andre.

3. Hambatan etis

Profesor Spicer mengatakan hambatan lain dari produksi vaksin virus corona ini adalah menentukan orang yang akan mendapatkannya lebih dulu. Banyak pertanyaan mengenai adakah kemungkinan orang yang membutuhkan akan mendapatkan vaksin dulu atau justru orang yang bisa membelinya.

Dalam hal ini, model prioritas yang adil untuk mengalokasikan vaksin virus corona tersebut. Sehingga pengalokasian vaksin bisa meminimalkan bahaya kesehatan, mengurangi deprivasi ekonomi dan sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Pfizer Buat Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Vaksin Pfizer Buat Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Bisnis | Kamis, 12 November 2020 | 09:06 WIB

Tak Mau Kalah dari Pfizer, Rusia Ungkap Efektivitas Vaksin Sputnik V

Tak Mau Kalah dari Pfizer, Rusia Ungkap Efektivitas Vaksin Sputnik V

Health | Rabu, 11 November 2020 | 19:47 WIB

AS Mulai Vaksinasi Covid-19 Bulan Depan, Fauci: Saya Juga Divaksin

AS Mulai Vaksinasi Covid-19 Bulan Depan, Fauci: Saya Juga Divaksin

News | Rabu, 11 November 2020 | 18:29 WIB

Profesor Pakistan: Vaksin Pfizer Tidak Cocok untuk Negara Berkembang

Profesor Pakistan: Vaksin Pfizer Tidak Cocok untuk Negara Berkembang

Sulsel | Rabu, 11 November 2020 | 16:55 WIB

Terkini

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Sport | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

DPR | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:54 WIB

×