alexametrics

PJJ Jadi Tantangan Bagi Orangtua, Bagaimana Strateginya?

Vania Rossa
PJJ Jadi Tantangan Bagi Orangtua, Bagaimana Strateginya?
Ilustrasi PJJ. (Shutterstok)

Pembelajaran jarak jauh alias PJJ memberi tantangan yang jauh lebih besar bagi orangtua dibanding ketika anak belajar di sekolah.

Suara.com - Perubahan kebiasaan pada proses belajar mengajar, dari yang sebelumnya dilakukan di sekolah bersama teman sebaya menjadi pembelajaran jarak jauh atau PJJ di rumah, dapat memberikan dampak untuk anak. Jika orangtua tak mampu mengatasinya dengan baik, hal ini dapat berdampak serius seperti berkurangnya fokus anak, penurunan pencapaian prestasi belajar, dan pada akhirnya mempengaruhi kondisi psikologis serta emosional anak.

Dikatakan Damar Wijayanti, SIP., Dipl. Edu. Montessori, seorang pemerhati penidikan anak, anak usia sekolah membutuhkan rasa aman dan nyaman agar ia mampu fokus belajar. "Kalau di sekolah, anak biasanya main dulu sama teman-temannya sebelum masuk kelas. Setelah itu, baru ia bisa tenang dan fokus belajar. Nah, di masa pandemi ini, ketika anak belajar di rumah, anak kehilangan momen itu," jelasnya dalam Konferensi Media Virtual Peluncuran DANCOW FortiGro #2XLebihSiap, Kamis (12/11/2020).

Jadi, apa yang bisa dilakukan orangtua agar anak bisa fokus pada pembelajarannya selama PJJ?

Damar memberi saran agar orangtua meluangkan waktu 5 menit sebelum PJJ dimulai, untuk mengajak anak melakukan panggilan video bersama teman-temannya. Biarkan anak ngobrol dan saling menyapa dengan teman-temannya seperti halnya dulu sebelum pandemi. Dengan begitu, anak-anak akan menjadi lebih tenang dan fokus ketika waktunya ia harus belajar dan memerhatikan gurunya menerangkan pelajaran di layar.

Baca Juga: Menjadi Mahasiswa Baru dalam Kemelut Pandemi Covid-19

Sedangkan menurut Prof. Dr. dr. Tjhin Wiguna, Sp. KJ (K), psikiater anak dan remaja, orangtua perlu memahami pentingnya peran fungsi eksekutif bagi anak usia sekolah dan bagaimana mengembangkannya.
“Fungsi eksekutif mencakup keterampilan kognitif yang memungkinkan anak untuk berpikir kritis, membuat rencana, fokus, mengingat perintah, mengerjakan tugas, dan melakukan aktivitas mental," katanya.

Fungsi eksekutif sendiri melibatkan tiga fungsi utama otak, yaitu memori kerja yang berfungsi mengingat dan menggunakan informasi dalam jangka pendek, kemampuan berpikir fleksibel, dan kendali diri. Fungsi eksekutif pada anak perlu terus diasah oleh orangtua agar berkembang baik. Bagaimana caranya? Tentu dengan asupan gizi yang tepat, stimulasi, dan kasih sayang orangtua.

Nah, asupan nutrisi seperti minyak ikan yang mengandung DHA, dan Omega 6, merupakan asam lemak esensial yang berperan mendukung fungsi tubuh seperti metabolisme dan pertumbuhan, serta merupakan komponen penting dalam pembentukan dan fungsi sistem saraf pusat atau otak.

Dan untuk mendukung orangtua dalam mengasah fungsi eksekutif anak berjalan dengan optimal, Category Marketing Manager Dairy Nestlé Indonesia, Johanlie Aliffin, mengatakan bahwa DANCOW FortiGro Instant dengan formula baru sangat mendukung pemenuhan nutrisi guna bantu optimalkan proses pembelajaran anak di masa PJJ. Inovasi terbaru Nestlé DANCOW FortiGro menghadirkan DANCOW FortiGro Instant dengan Omega 6 dan 2x kandungan minyak ikan lebih banyak dari formula sebelumnya.

Baca Juga: KPAI Ungkap Berbagai Tantangan PJJ di Masa Pandemi, Apa Saja?

Komentar