Array

Kerap Dialami Pasca-Melahirkan, Kenali Bahaya Prolaps Organ Panggul

Sabtu, 14 November 2020 | 13:45 WIB
Kerap Dialami Pasca-Melahirkan, Kenali Bahaya Prolaps Organ Panggul
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Prolaps organ panggul (POP) merupakan kondisi di mana organ panggul terlepas, tidak pada tempatnya. Terjadi ketika masalah organ panggul menyerang, kandung kemih, rahim (uterus) atau usus akan turun dari posisi normal di perut bagian bawah dan menekan dinding vagina.

POP juga sering disebut sebagai hernia atau turun berok. Orang yang mengalami ini kerap mengeluhkan sakit dan nyeri yang sangat kuat di bagian panggul dan perut bagian bawah. Kondisi ini banyak terjadi pada perempuan setelah melahirkan secara normal.

Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Uroginekologi, dr. Astrid Yunita, Sp.OG (K), perempuan yang menderita POP ini cukup mengkhawatirkan, jadi perlu cepat ditangani.

“Posisi rahim yang normal berada tepat di atas vagina, namun posisi itu dapat berubah, menurun ke vagina dan ini tentu sakitnya sungguh luar biasa,” ujar dia dalam pernyataannya seperti pada rilis yang diterima Suara.com, Jumat (13/11/2020).

Menurutnya, prolaps organ panggul ini bisa terjadi pada perempuan usia berapapun, meski lebih banyak dialami oleh perempuan usia menopause, atau yang pernah melahirkan normal.

Untuk mengetahui lebih lanjut, prolaps  juga dapat meliputi tiga area berdasarkan segmen dinding vagina yang mengalami penurunan, yakni:

1. Prolaps anterior yang terjadi pada dinding vagina anterior (urethrokel, sistokel).

2. Prolaps posterior yang terjadi pada dinding vagina posterior (rektokel, enterokel).

3. Prolaps apikal/superior yang terjadi pada dinding vagina apikal (leher rahim/serviks, rahim/uterus, puncak vagina).

Baca Juga: Nagita Slavina Pakai Kalung Berbentuk Vagina di Sumba, Ini Maknanya

Untuk prolaps pada rahim dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Stadium 1 — Penurunan sampai dengan setengah panjang vagina

2. Stadium 2 — Penurunan lebih jauh dari stadium 1 hingga batas himen (selaput dara) atau tepi vagina sehingga dapat terlihat pada, atau setinggi celah vagina

3. Stadium 3 — Sebagian besar penurunan sudah melewati selaput dara dan berada di luar vagina

4. Stadium 4 — Penurunan maksimum dari setiap kompartemen organ pelvik

Penyebab prolaps organ panggul
Penyebab dan faktor risiko terjadinya prolaps umumnya multifaktoral (dapat lebih dari satu penyebab), yang meliputi beberapa faktor risiko yang terjadi secara bersamaan, antara lain:

1. Genetik dan ras, berkaitan dengan kolagen dan elastin yang mempengaruhi kualitas jaringan penyokong pelviks

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya âž”
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya âž”
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya âž”
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya âž”
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya âž”
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya âž”
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya âž”
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya âž”
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya âž”
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya âž”
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya âž”
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI