facebook

Benarkah Pakai Masker Saat Olahraga Bisa Ganggu Pernafasan, Begini Faktanya

Bimo Aria Fundrika | Luthfi Khairul Fikri
Benarkah Pakai Masker Saat Olahraga Bisa Ganggu Pernafasan, Begini Faktanya
Olahraga menggunakan masker. (Shutterstock)

Hal itu karenaada kekhawatiran akan timbul masalah pernafasan saat berolahraga berat dengan menggunakan masker.

Suara.com - Penggunaan masker saat olahraga di masa pandemi Covid-19 sempat menjadi perbincangan. Hal itu karena ada kekhawatiran  akan timbul masalah pernafasan saat berolahraga berat dengan menggunakan masker. 

Lantas bagaimana fakta sebenarnya? Sejauh penelitian yang ada menunjukkan bahwa masker tidak mengganggu olahraga seseorang.

Dilansir Healthline, Senin (16/11/2020), menurut seorang ilmuwan perawat klinis, Shanina Knighton PhD, RN, CIC di Case Western Reserve University bahwa masker tidak memiliki efek berbahaya saat digunakan dalam berolahraga.

“Aktivitas berolahraga tidak dipengaruhi oleh penggunaan masker wajah. Karena, bagaimanapun, memakai masker itu tidak mempengaruhi kinerja atletik tersebut,” ujar Knighton dalam pernyataannya.

Baca Juga: Masker Bisa Picu Alergi Kulit, Ini Jenis Masker yang Aman Dipakai!

Olahraga menggunakan masker. (Shutterstock)
Olahraga menggunakan masker. (Shutterstock)

Sementara itu, sebuah studi baru di International Journal of Environmental Research and Public Health juga mengatakan bahwa pemakaian masker tampaknya hampir tidak memiliki efek merugikan selama olahraga berat.

Dalam studi mereka, para peneliti mengevaluasi masker bedah dan masker kain karena biasanya tersedia untuk masyarakat umum. Ini dibandingkan dengan tidak memakai masker sama sekali saat berolahraga.

Studi ini terdiri dari 14 laki-laki dan perempuan yang aktif secara fisik dan sehat. Peserta memulai dengan istirahat 5 menit kemudian pemanasan 5 menit dengan sepeda statis. Semua partisipan dimonitor dengan alat ukur non-invasif.

Setiap peserta studi menyelesaikan tes ergometri siklus (mengendarai sepeda statis) hingga kelelahan saat memakai masker bedah, masker kain, atau tanpa masker. Selama pengujian juga, kadar oksigen darah peserta diukur melalui oksimetri nadi.

Selain itu, Indeks oksigenasi jaringan mereka juga diukur dengan menggunakan alat yang disebut spektroskopi inframerah-dekat di broadus lateralis, pada sebuah otot di paha mereka.

Baca Juga: Kenapa Harus Pakai Masker Usai Sembuh dari Virus Corona? Ini Alasannya!

Ketika para peneliti memeriksa data pengujian, mereka menemukan bahwa memakai masker tidak berpengaruh pada kinerja (waktu kelelahan). Pun juga tidak ada perbedaan yang ditemukan dalam hal kadar oksigen darah, indeks oksigenasi jaringan, aktivitas fisik yang dirasakan, atau detak jantung.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar