Ini Obat Kombinasi Hipertensi dan Dislipidemia Pertama di Indonesia

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Senin, 16 November 2020 | 17:23 WIB
Ini Obat Kombinasi Hipertensi dan Dislipidemia Pertama di Indonesia
Ilustrasi hipertensi (Shutterstock)

Suara.com - Daewoong Pharmaceutical mengumumkan bahwa studi penelitian tentang efek penurun tekanan darah yang terkandung dalam pengobatan hipertensi dan dislipidemia telah terdaftar di American Journal of Therapeutics. Obat ini merupakan obat kombinasi Olmesartan dan Rosuvastatin.

Penelitian tersebut dilakukan pada 112 pasien berusia di atas 18 tahun yang memiliki gejala arteri koroner akut disertai dengan hipertensi. Penelitian dilakukan dengan mengelompokkan pasien secara acak ke dalam kelompok pengobatan hipertensi dan dislipidemia Daewoong Pharmaceutical (55 pasien) dan kelompok pengobatan angiotensin receptor blocker (ARB) selain kombinasi Olmesartan & Atorvastatin (57 pasien).

Selama 12 bulan masa tindak lanjut dan pengamatan, penelitian melacak tingkat kontrol tekanan darah dan kolesterol pasien, serta melakukan perbandingan efek pengobatan.

Hasilnya, penelitian tersebut membuktikan bahwa kelompok pengobatan hipertensi dan dislipidemia Daewoong Pharmaceutical menunjukkan adanya penurunan tingkat tekanan darah sistolik dan diastolik yang signifikan dibandingkan dengan kelompok pengobatan kombinasi ARB + atorvastatin.

Konsentrasi lipid pada pasien juga meningkat, termasuk penurunan kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL-C) yang signifikan. Selain itu, penelitian juga menunjukkan adanya tingkat kepatuhan penggunaan obat yang lebih tinggi melalui pengobatan kombinasi berdosis tetap dibandingkan dengan penggunaan obat secara terpisah.

Pada periode tindak lanjut selama 12 bulan, terdapat 5 pasien dari kelompok pengobatan kombinasi hipertensi dan dislipidemia Daewoong yang menghentikan penggunaan obat, sedangkan terdapat total 20 pasien dari kelompok kombinasi obat individu ARB + atorvastatin yang menghentikan penggunaan obat.

Obat antihipertensi dan obat statin diketahui telah terbukti memiliki efek mengurangi kekambuhan penyakit kardiovaskular pada pasien dengan riwayat penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, tingkat kepatuhan penggunaan obat sangatlah penting dalam hal pencegahan kekambuhan penyakit kardiovaskular pada pasien dengan gejala arteri koroner.

"Olmesartan memiliki siklus half-life (paruh waktu) yang lebih lama dibandingkan dengan ARB lain dan memiliki efek pengontrol tekanan darah yang sangat baik, sementara Rosuvastatin menunjukkan efek penurunan LDL-C yang signifikan bahkan pada dosis rendah dibandingkan dengan obat statin lainnya," kata Jin-man Cho, Director of the Cardiovascular Center dari Kyung Hee University Hospital di Gangdong yang melakukan penelitian klinis ini berdasarkan siaran pers yang suara.com terima pada Senin (16/11/2020).

Studi tersebut, lanjut dia, dilakukan dengan hipotesis bahwa kombinasi kedua komponen tersebut akan lebih unggul dari obat lain. Selain itu, studi ini juga menegaskan bahwa pengobatan kombinasi berdosis tetap memiliki tingkat kepatuhan penggunaan obat yang lebih tinggi dibandingkan dengan mengonsumsi obat secara terpisah.

baca juga

Sehingga membantu pasien menjalani proses pengobatan dengan baik. Sebagai hasilnya, pengobatan tersebut ternyata lebih efektif dalam mengendalikan tekanan darah dan kolesterol.

"Hasil penelitian klinis kami yang telah terdaftar di salah satu jurnal medis terkemuka di dunia akan memberikan kesempatan besar bagi obat hipertensi dan dislipidemia yang kami kembangkan agar menjadi lebih diakui. Melalui R&D yang berkelanjutan, Daewoong akan berusaha keras untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup banyak pasien yang menderita hipertensi dan dislipidemia," ujar Chang-woo Suh, Presiden Direktur PT Daewoong Infion.

Pengobatan hipertensi dan dislipidemia dari Daewoong Pharmaceutical yang telah tercantum dalam jurnal internasional tingkat SCI merupakan sebuah obat kombinasi baru yang dimodifikasi secara bertahap dan dikembangkan oleh teknologi perusahaan.

Tingkat penyerapan obat dalam tubuh dapat dioptimalkan dengan memanfatkan teknologi release rate-controlled double-layer tablet formation, sebuah teknologi platform yang dipatenkan oleh Daewoong Pharmaceutical.

Sebagai obat kombinasi hipertensi dan dislipidemia pertama di Indonesia, obat ini ditargetkan akan diluncurkan tahun ini dan diharapkan dapat menyembuhkan hipertensi dan dislipidemia di saat bersamaan yang memiliki tingkat prevalensi tertinggi penyakit kardiovaskuler di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Oplos Obat dengan Tepung Maizena, Eks Asisten Apoteker Dibekuk Polisi

Oplos Obat dengan Tepung Maizena, Eks Asisten Apoteker Dibekuk Polisi

News | Senin, 16 November 2020 | 15:50 WIB

Waspada, Gagal jantung Bisa Disebabkan Oleh Hipertensi Jangka Panjang

Waspada, Gagal jantung Bisa Disebabkan Oleh Hipertensi Jangka Panjang

Riau | Kamis, 12 November 2020 | 19:33 WIB

Obat Hipertensi Dituding Sebabkan Penyakit Ginjal Kronis, Benarkah?

Obat Hipertensi Dituding Sebabkan Penyakit Ginjal Kronis, Benarkah?

Health | Kamis, 12 Maret 2020 | 13:16 WIB

Terkini

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 06:30 WIB

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:10 WIB

Kenapa Kangen Band Bubar?

Kenapa Kangen Band Bubar?

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 06:05 WIB

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 06:00 WIB

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

×