alexametrics

Paling Beda dengan Negara Lain, Swedia Tidak Rekomendasikan Pakai Masker

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Paling Beda dengan Negara Lain, Swedia Tidak Rekomendasikan Pakai Masker
Bendera dan peta Swedia. [Peggy und Marco Lachmann-Anke/Pixabay]

Menurut pemerintah Swedia, hal yang paling penting adalah menjaga jarak.

Suara.com - Meski penyebaran virus corona jenis baru meningkat, pejabat kesehatan Swedia menolak mandat yang mewajibkan memakai masker di transportasi umum.

"Kami tidak melihat bahwa kami berada di titik di mana kami (harus) merekomendasikan pemakaian masker di transportasi umum," ujar Karin Tegmark Wisell, kepada Badan Kesehatan Masyarakat di Stockholm.

Pernyataan ini sungguh bertentangan dengan laporan Akademi Ilmu Pengetahuan Swedia yang dikeluarkan pada saat yang sama, Kamis (19/11/2020) kemarin.

Para ahli mengatakan ventilasi yang memadai dan pemakaian masker wajah adalah langkah penting untuk mencegah penyebaran virus corona di dalam ruangan dan di transportasi umum.

Baca Juga: Merasa Kebal karena Pernah Derita Covid-19, CEO RS Ini Menolak Pakai Masker

Staffan Normark, profesor mikrobiologi dan ketua kelompok para ahli, mengutip bukti baru bahwa masker menurunkan risiko infeksi di udara, terjadi ketika partikel kecil mengandung virus melayang di udara dengan potensi menginfeksi jika terhirup.

Penampilan luar dan dalam virus corona Covid-19 (KAUST Discovery)
Penampilan luar dan dalam virus corona Covid-19 (KAUST Discovery)

"Untuk mengurangi infeksi dengan cepat, kita perlu memakai semua alat di 'kotak peralatan', dan itu, termasuk pelindung (wajah)," kata Normark, dilansir dari Fox News.

Ketika sebagian besar wilayah di dunia berusaha menekan pandemi dengan cara yang sama, Swedia secara kontroversial mengadopsi penderkatan yang berbeda dalam upaya menyeimbangkan krisis kesehatan dengan menyelamatkan sektor ekomoninya.

Pemerintah negara itu tidak memberlakukan PSBB, tidak menutup sekolah sepenuhnya, restoran, bar, hingga pusat kebugaran.

Pendekatan pemerintah berpusat pada pemberdayaan warganya, dan hanya memerintahkan menjaga jarak serta membatasi pertemuan massa.

Baca Juga: CDC: Mayoritas Penularan Covid-19 oleh OTG Bisa Dicegah dengan Pakai Masker

Sebulan terakhir, Swedia telah mencatat lebih dari 94 ribu kasus baru, menurut pelacakan Johns Hopkins. Sedangkan kasus infeksi total sebanyak 200 ribu lebih dan 6 ribu lebih warganya telah meninggal.

Komentar