Paling Beda dengan Negara Lain, Swedia Tidak Rekomendasikan Pakai Masker

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Minggu, 22 November 2020 | 06:50 WIB
Paling Beda dengan Negara Lain, Swedia Tidak Rekomendasikan Pakai Masker
Bendera dan peta Swedia. [Peggy und Marco Lachmann-Anke/Pixabay]

Suara.com - Meski penyebaran virus corona jenis baru meningkat, pejabat kesehatan Swedia menolak mandat yang mewajibkan memakai masker di transportasi umum.

"Kami tidak melihat bahwa kami berada di titik di mana kami (harus) merekomendasikan pemakaian masker di transportasi umum," ujar Karin Tegmark Wisell, kepada Badan Kesehatan Masyarakat di Stockholm.

Pernyataan ini sungguh bertentangan dengan laporan Akademi Ilmu Pengetahuan Swedia yang dikeluarkan pada saat yang sama, Kamis (19/11/2020) kemarin.

Para ahli mengatakan ventilasi yang memadai dan pemakaian masker wajah adalah langkah penting untuk mencegah penyebaran virus corona di dalam ruangan dan di transportasi umum.

Staffan Normark, profesor mikrobiologi dan ketua kelompok para ahli, mengutip bukti baru bahwa masker menurunkan risiko infeksi di udara, terjadi ketika partikel kecil mengandung virus melayang di udara dengan potensi menginfeksi jika terhirup.

Penampilan luar dan dalam virus corona Covid-19 (KAUST Discovery)
Penampilan luar dan dalam virus corona Covid-19 (KAUST Discovery)

"Untuk mengurangi infeksi dengan cepat, kita perlu memakai semua alat di 'kotak peralatan', dan itu, termasuk pelindung (wajah)," kata Normark, dilansir dari Fox News.

Ketika sebagian besar wilayah di dunia berusaha menekan pandemi dengan cara yang sama, Swedia secara kontroversial mengadopsi penderkatan yang berbeda dalam upaya menyeimbangkan krisis kesehatan dengan menyelamatkan sektor ekomoninya.

Pemerintah negara itu tidak memberlakukan PSBB, tidak menutup sekolah sepenuhnya, restoran, bar, hingga pusat kebugaran.

Pendekatan pemerintah berpusat pada pemberdayaan warganya, dan hanya memerintahkan menjaga jarak serta membatasi pertemuan massa.

baca juga

Sebulan terakhir, Swedia telah mencatat lebih dari 94 ribu kasus baru, menurut pelacakan Johns Hopkins. Sedangkan kasus infeksi total sebanyak 200 ribu lebih dan 6 ribu lebih warganya telah meninggal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mamah Dedeh dan ART-nya Sembuh dari Virus Corona

Mamah Dedeh dan ART-nya Sembuh dari Virus Corona

Batam | Sabtu, 21 November 2020 | 10:29 WIB

Alhamdulillah Mamah Dedeh Sembuh, Negatif dari Virus Corona

Alhamdulillah Mamah Dedeh Sembuh, Negatif dari Virus Corona

Entertainment | Sabtu, 21 November 2020 | 10:24 WIB

Dari Droplet hingga Permukaan, Ingat Kembali Cara Penularan Virus Corona

Dari Droplet hingga Permukaan, Ingat Kembali Cara Penularan Virus Corona

Health | Sabtu, 21 November 2020 | 07:45 WIB

Terkini

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:45 WIB

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:32 WIB

Jenderal Listyo Tersangka Kasus Penyadapan, Siapa Pengganti Kepala Staf Presiden?

Jenderal Listyo Tersangka Kasus Penyadapan, Siapa Pengganti Kepala Staf Presiden?

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 07:28 WIB

Raffi Ahmad Batal, Ndarboy Genk dan Bayu Skak Putuskan Mundur, GSI Youth Fest  di Solo Tetap Digelar

Raffi Ahmad Batal, Ndarboy Genk dan Bayu Skak Putuskan Mundur, GSI Youth Fest di Solo Tetap Digelar

Surakarta | Rabu, 04 November 2026 | 07:26 WIB

Bisakah Mencairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan saat Masih Aktif Bekerja?

Bisakah Mencairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan saat Masih Aktif Bekerja?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 07:23 WIB

Ketika Buzzer Lebih Sibuk Membela Pemerintah daripada Memahami Gizi

Ketika Buzzer Lebih Sibuk Membela Pemerintah daripada Memahami Gizi

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 07:20 WIB

×