Ilmuwan Meragukan Hasil Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Apa Masalahnya?

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Jum'at, 27 November 2020 | 08:34 WIB
Ilmuwan Meragukan Hasil Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Apa Masalahnya?
Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)

Suara.com - Beberapa ilmuwan meragukan hasil studi vaksin Covid-19 dari Oxford dan AstraZeneca yang menunjukkan 90% efektif pada subkelompok peserta percobaan yang, karena kesalahan pada awalnya, menerima setengah dosis diikuti dosis penuh.

"Kami harus menunggu data lengkap dan melihat bagaimana regulator (dari AS dan Eropa) menilai hasilnya yang mungkin akan menjadi pandangan berbeda," jelas Peter Openhaw, profesor kedokteran eksperimental di Imperial College London, dilansir The Daily Star.

Pertanyaan rumit tentang tingkat keberhasilan yang diajukan para ilmuwan ini menurut beberapa ahli dapat menghalangi peluang produsen untuk mendapatkan persetujuan peraturan AS dan UE secara cepat.

Hal yang menjadi perhatian utama adalah bahwa hasil percobaan paling menjanjikan 90% berasal dari analisis subkelompok, teknik yang menurut banya ilmuwan dapat menghasilkan pembacaan palsu.

"Analisis subkelompok dalam uji coba terkontrol secara acak selalu penuh dengan kesulitan," kata Paul Hunter, seorang profesor kedokteran di Universitas East Anglia Inggris.

AstraZeneca. [Paul Ellis/AFP]
AstraZeneca. [Paul Ellis/AFP]

Menurutnya, analisis dengan teknik tersebut meningkatkan risiko 'kesalahan tipe 1', yang maksudnya di mana intervensi dianggap efektif padahal tidak.

Alasannya, jumlah peserta sangat berkurang dalam satu subkelompok. Jadi, lebih sulit untuk yakin bahwa sebuah temuan tidak hanya karena perbedaan atau kesamaan kebetulan di antara peserta.

Hunter mengatakan untuk memercayai hasil dari analisis subkelompok harus cukup mendapat dukungan dengan sejumlah besar sukarelawan.

Diketahui hanya 2.741 sukarelawan dalam subkelompok yang memberikan pembacaan efektivitas 90%, hanya sebagian kecil dibanding sukarelawan dalam vaksin Pfizer/BioNTech dan Moderna.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satgas Covid-19: Kesiapan Cold Chain Vaksin Corona Sudah Capai 97 Persen

Satgas Covid-19: Kesiapan Cold Chain Vaksin Corona Sudah Capai 97 Persen

News | Jum'at, 27 November 2020 | 02:10 WIB

BPOM Pastikan Vaksin Covid-19 Sinovac Baik dan Aman

BPOM Pastikan Vaksin Covid-19 Sinovac Baik dan Aman

Health | Jum'at, 27 November 2020 | 06:25 WIB

Komentari Vaksin Sinovac, BPOM: Vaksin Covid-19 Diproduksi dengan Baik

Komentari Vaksin Sinovac, BPOM: Vaksin Covid-19 Diproduksi dengan Baik

Health | Kamis, 26 November 2020 | 21:31 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×