alexametrics

Divonis Meninggal, Pria Ini Hidup Lagi dan Berteriak saat Akan Dibalsam

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Divonis Meninggal, Pria Ini Hidup Lagi dan Berteriak saat Akan Dibalsam
Ilustrasi orang meninggal. (Shutterstock)

Pria ini sebelumnya pingsan di rumahnya dan disebut menderita penyakit perut kronis.

Suara.com - Seorang pria yang divonis meninggal tetiba bangun atau hidup lagi sambil berteriak setelah staf kamar mayat melakukan insisi atau penyayatan kulit di bagian kaki saat pembalsaman. Insiden ini terjadi di salah satu rumah sakit di Kenya.

Peter Kigen bangun kembali saat sudah di kamar mayat empat jam setelah dinyatakan meninggal oleh dokter, menurut laporan The Sun.

Sebelum dibawa ke rumah sakit, lelaki 32 tahun dari Desa Kibwastuiyo di Bureti itu pingsan di rumahnya akibat penyakit perut kronis, pada Selasa (24/11/2020) sore.

Saudara lelaki Kigen, Kevin Kipkurui, mengaku seorang perawat mengatakan kepadanya bahwa Kigen sudah meninggal jauh sebelum tiba di Rumah Sakit Kapkatet.

Baca Juga: Viral 7 Doa Habib Rizieq bagi Pendukung Ahok, Hidup Susah hingga Penyakit

Peter Kigen setelah bangun dari kematian (YouTube/The Sun)
Peter Kigen setelah bangun dari kematian (YouTube/The Sun)

"Perawat itu kemudian memberiku dokumen untuk dibawa ke petugas kamar mayat sebelum jenazah Kigen dipindahkan ke kamar mayat," tutur Kipkurui.

Tetapi empat jam kemudian, ketika staf kamar mayat bersiap untuk mengeringkan darah dari tubuh Kigen, dan mulai proses pembalsaman, mereka mendapat laporan pasiennya masih hidup.

Paman Kigen, Denis Langat, mengklaim keponakannya itu sadar kembali dan meratap kesakitan setelah staf kamar mayat membuat sayatan di kakinya untuk memulai proses pembalsaman.

"Pemeriksa mayat memanggilku dan kami melihatnya bergerak. Kami terkejut, Kami tidak dapat memahami bagaimana mereka memindahkan seseorang yang masih hidup ke kamar mayat," sambungnya.

Tetapi pengawas medis rumah sakit, Gilbert Cheruiyot, mengklaim kerabat Kigen tidak menunggu sertifikasi kematian dan berasumsi dia sudah meninggal.

Baca Juga: Penyakit yang Bikin Covid-19 Lebih Mematikan dan Berita Populer Lainnya

"Mereka memindahkannya ke kamar mayat, sendiri," ungkap dia.

Komentar