Divonis Meninggal, Pria Ini Hidup Lagi dan Berteriak saat Akan Dibalsam

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Sabtu, 28 November 2020 | 12:49 WIB
Divonis Meninggal, Pria Ini Hidup Lagi dan Berteriak saat Akan Dibalsam
Ilustrasi orang meninggal. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang pria yang divonis meninggal tetiba bangun atau hidup lagi sambil berteriak setelah staf kamar mayat melakukan insisi atau penyayatan kulit di bagian kaki saat pembalsaman. Insiden ini terjadi di salah satu rumah sakit di Kenya.

Peter Kigen bangun kembali saat sudah di kamar mayat empat jam setelah dinyatakan meninggal oleh dokter, menurut laporan The Sun.

Sebelum dibawa ke rumah sakit, lelaki 32 tahun dari Desa Kibwastuiyo di Bureti itu pingsan di rumahnya akibat penyakit perut kronis, pada Selasa (24/11/2020) sore.

Saudara lelaki Kigen, Kevin Kipkurui, mengaku seorang perawat mengatakan kepadanya bahwa Kigen sudah meninggal jauh sebelum tiba di Rumah Sakit Kapkatet.

Peter Kigen setelah bangun dari kematian (YouTube/The Sun)
Peter Kigen setelah bangun dari kematian (YouTube/The Sun)

"Perawat itu kemudian memberiku dokumen untuk dibawa ke petugas kamar mayat sebelum jenazah Kigen dipindahkan ke kamar mayat," tutur Kipkurui.

Tetapi empat jam kemudian, ketika staf kamar mayat bersiap untuk mengeringkan darah dari tubuh Kigen, dan mulai proses pembalsaman, mereka mendapat laporan pasiennya masih hidup.

Paman Kigen, Denis Langat, mengklaim keponakannya itu sadar kembali dan meratap kesakitan setelah staf kamar mayat membuat sayatan di kakinya untuk memulai proses pembalsaman.

"Pemeriksa mayat memanggilku dan kami melihatnya bergerak. Kami terkejut, Kami tidak dapat memahami bagaimana mereka memindahkan seseorang yang masih hidup ke kamar mayat," sambungnya.

Tetapi pengawas medis rumah sakit, Gilbert Cheruiyot, mengklaim kerabat Kigen tidak menunggu sertifikasi kematian dan berasumsi dia sudah meninggal.

baca juga

"Mereka memindahkannya ke kamar mayat, sendiri," ungkap dia.

Cheruiyot mengatakan bahwa saat Kigen dibawa ke rumah sakit, dokter sedang menangani pasien yang sakit kritis.

"Mereka meminta kerabat Kigen untuk memberi mereka waktu, tetapi mereka menuduh para dokter menghabiskan terlalu banyak waktu dan memutuskan untuk membawanya ke kamar mayat," tutur Cheruiyot.

"Sebelum jenazah dipindahkan kamar jenazah, harus ada surat keterangan dari dokter," sambungnya.

Cheruiyot mengatakan Kigen beruntung karena petugas kamar mayat telah memenuhi syarat, yakni memeriksa kondisinya sebelum melakukan tindakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran: Israel Bertanggung Jawab Atas Kematian Ilmuwan Nuklir Fakhri Zadeh

Iran: Israel Bertanggung Jawab Atas Kematian Ilmuwan Nuklir Fakhri Zadeh

News | Sabtu, 28 November 2020 | 11:31 WIB

Angka Kematian Melejit, Covid Renggut 169 Nyawa Warga Indonesia Hari Ini

Angka Kematian Melejit, Covid Renggut 169 Nyawa Warga Indonesia Hari Ini

News | Jum'at, 27 November 2020 | 16:10 WIB

Studi: Duduk 10 Jam Sehari Tingkatkan Risiko Kematian yang Signifikan

Studi: Duduk 10 Jam Sehari Tingkatkan Risiko Kematian yang Signifikan

Health | Jum'at, 27 November 2020 | 08:17 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×