Hasil Studi: Pasien Kanker Anak Diprediksi Alami Kekambuhan Saat Dewasa

Vania Rossa, Lilis Varwati

Sabtu, 05 Desember 2020 | 12:44 WIB
Hasil Studi: Pasien Kanker Anak Diprediksi Alami Kekambuhan Saat Dewasa
Ilustrasi pasien kanker anak. (Shutterstock)

Suara.com - Para ilmuwan melakukan penelitian untuk memprediksi kekambuhan kanker umum yang terjadi pada masa kanak-kanak. Hasilnya menunjukkan bahwa pasien kanker anak sangat mungkin mengalami kekambuhan ketika dewasa. Prediksi ini dapat membantu dokter menyesuaikan pengobatan pada setiap anak serta meningkatkan prognosis mereka.

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Newcastle, Inggris, menunjukkan bahwa para ahli sekarang dapat mengidentifikasi waktu, sifat, dan hasil medulloblastoma kambuh dengan menggunakan biologi penyakit saat diagnosis termasuk terapi awal yang diterima.

Medulloblastoma adalah tumor otak ganas yang paling umum di antara anak-anak. Kekambuhannya mengikuti pengobatan awal yang melibatkan pembedahan, radioterapi, dan kemoterapi, yang semuanya bisa menjadi prognosis yang buruk bagi setiap anak.

Menurut para ahli, sekitar 250 hingga 500 anak didiagnosis dengan medulloblastoma setiap tahun dan sebagian besar berusia di bawah 16 tahun.

Itulah sebabnya, penelitian Newcastle mengidentifikasi pasien mana yang paling berisiko terhadap penyakit dan juga memberikan kemampuan untuk menyempurnakan pengobatan.

Para peneliti memantau 247 pasien muda di seluruh dunia yang pernah mengalami medulloblastoma kambuh untuk penelitian tersebut.

Temuan studi ini dapat segera diterapkan di klinik medis untuk membantu dalam pemantauan penyakit, keputusan pengobatan lanjutan, dan meningkatkan kualitas hidup anak setelah kambuh.

Hal ini diharapkan dapat mengembangkan pengobatan lebih lanjut untuk pasien yang didiagnosis dengan medulloblastoma dan meningkatkan hasil klinis mereka.

"Studi ini memungkinkan kami untuk melakukan pengawasan penyakit yang diarahkan secara biologi setelah pengobatan awal. Dengan kata lain, untuk mengumpulkan dan menganalisis sejumlah besar data tentang tumor pasien, mencari jenis kambuh tertentu pada kelompok pasien tertentu," kata Profesor Steve Clifford, Direktur Pusat Kanker Universitas Newcastle dan pemimpin penelitian dikutip dari Asia One.

baca juga

Dia juga menguraikan tentang bagaimana temuan mereka sekarang dapat memprediksi perjalanan penyakit setelah kambuh dan perawatan yang disesuaikan. Juga memungkinkan dokter memiliki pendekatan yang lebih personal terhadap pasien mereka berdasarkan penyakit masing-masing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Tengah Pandemi, Ada Konsultasi Dokter Gratis Untuk Kanker Anak

Di Tengah Pandemi, Ada Konsultasi Dokter Gratis Untuk Kanker Anak

Health | Kamis, 01 Oktober 2020 | 10:42 WIB

Meski Pandemi, Pasien Kanker Anak Harus Tetap Jalani Pengobatan ke RS

Meski Pandemi, Pasien Kanker Anak Harus Tetap Jalani Pengobatan ke RS

Health | Sabtu, 29 Agustus 2020 | 18:59 WIB

Baru Berusia 2 Tahun, Anak Ini Divonis Kanker Ovarium

Baru Berusia 2 Tahun, Anak Ini Divonis Kanker Ovarium

Health | Sabtu, 02 Maret 2019 | 13:46 WIB

Terkini

Bupati Klaten Hamenang Diduga Rutin Terima Uang Rp1,8 Miliar dari BUMD Hingga OPD

Bupati Klaten Hamenang Diduga Rutin Terima Uang Rp1,8 Miliar dari BUMD Hingga OPD

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:38 WIB

Fantastis! Bupati Klaten Terima Setoran Pengusaha Tambang, Ratusan Juta Rupiah Mengalir

Fantastis! Bupati Klaten Terima Setoran Pengusaha Tambang, Ratusan Juta Rupiah Mengalir

Surakarta | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:32 WIB

Pakai Facebook dan Instagram untuk Bisnis? Meta Berpotensi Mengambil Data Situs Web

Pakai Facebook dan Instagram untuk Bisnis? Meta Berpotensi Mengambil Data Situs Web

Tekno | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:31 WIB

Kecocokan Zodiak Libra dengan Libra dalam Percintaan dan Karier, Benarkah Pasangan Ideal?

Kecocokan Zodiak Libra dengan Libra dalam Percintaan dan Karier, Benarkah Pasangan Ideal?

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:17 WIB

Bupati Klaten Hamenang Diduga Terima Rp 2 Miliar Per Bulan dari Pengusaha Galian C

Bupati Klaten Hamenang Diduga Terima Rp 2 Miliar Per Bulan dari Pengusaha Galian C

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:02 WIB

PSIM Yogyakarta Tumbang di Kandang, Van Gastel: Kami Hanya Kurang Beruntung

PSIM Yogyakarta Tumbang di Kandang, Van Gastel: Kami Hanya Kurang Beruntung

Sulsel | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:02 WIB

Usai Terjaring OTT, KPK Tetapkan Bupati Klaten Hamenang sebagai Tersangka

Usai Terjaring OTT, KPK Tetapkan Bupati Klaten Hamenang sebagai Tersangka

Foto | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Kalahkan Persiba Tiga Gol, Kendal Tornado FC Ambil Alih Puncak Klasemen

Kalahkan Persiba Tiga Gol, Kendal Tornado FC Ambil Alih Puncak Klasemen

Jawa Tengah | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:33 WIB

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:26 WIB

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:18 WIB

×