Ilmuwan Australia Ini Temukan Cara Cepat Lacak Virus Corona, Bagaimana?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 11 Desember 2020 | 13:15 WIB
Ilmuwan Australia Ini Temukan Cara Cepat Lacak Virus Corona, Bagaimana?
Ilustrasi tes swab virus corona. [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha]

Suara.com - Ilmuwan Australia mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka telah mengembangkan metode pengurutan genom cepat. Temuan itu akan akan memotong waktu empat jam yang dibutuhkan untuk melacak sumber kasus virus corona.

Hal itu tentu saja akan membantu dengan cepat mengendalikan wabah di masa depan. Pengurutan genom dapat membantu para ilmuwan memantau perubahan kecil pada virus pada skala nasional atau internasional.

Pengurutan itu untuk memahami bagaimana penyebarannya dan memberikan wawasan tentang bagaimana berbagai kasus terkait.

"Ketika kasus virus corona misteri baru diidentifikasi, setiap menit dihitung," kata Ira Deveson, ilmuwan di Garvan Institute of Medical Research, dalam sebuah laporan, yang disiapkan bekerja sama dengan Universitas New South Wales (UNSW).

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Tes genom membantu melacak sumber kasus misteri, yang sumber infeksinya masih belum diketahui. Tetapi hasilnya seringkali memakan waktu lebih dari 24 jam sekarang.

Panjang genom virus corona baru sekitar 30.000 huruf. Jumlah itu masih terbilang kecil kecil dibandingkan dengan 3 miliar huruf yang menyusun DNA, atau asam deoksiribonukleat, dari genom manusia.

Virus dapat mengubah tanda genetik dari inang saat ia mereplikasi dirinya sendiri di dalamnya.

"Dengan mengidentifikasi variasi genetik ini, kami dapat menetapkan bagaimana berbagai kasus virus korona terkait," kata ilmuwan UNSW Rowena Bull.

Australia sebagian besar telah berhasil mengendalikan tingginya jumlah kasus dan kematian akibat virus dibandingkan dengan negara maju lainnya. Mereka dengan hati-hati mengurangi pembatasan setelah melaporkan nol kasus Covid-19 lokal selama beberapa hari terakhir.

baca juga

Mereka telah melaporkan hanya di bawah 28.000 kasus Covid-19 dan 908 kematian sejak pandemi dimulai tetapi diperkirakan ada kurang dari 50 kasus aktif yang tersisa, sebagian besar wisatawan yang kembali dari luar negeri di karantina hotel.
]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Ini Tambah Ratusan, Pasien Corona di RSD Wisma Atlet jadi 3.895 Orang

Hari Ini Tambah Ratusan, Pasien Corona di RSD Wisma Atlet jadi 3.895 Orang

News | Jum'at, 11 Desember 2020 | 11:53 WIB

Sudah Tahu Duluan soal Status Tersangka, Rizieq Tetap Santai Dicari Polisi

Sudah Tahu Duluan soal Status Tersangka, Rizieq Tetap Santai Dicari Polisi

News | Jum'at, 11 Desember 2020 | 11:48 WIB

Tahun Baru di Jakarta: Kembang Api Dilarang, Kafe Tutup Jam 9 Malam

Tahun Baru di Jakarta: Kembang Api Dilarang, Kafe Tutup Jam 9 Malam

News | Jum'at, 11 Desember 2020 | 11:38 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB