Studi Inggris: Virus Corona Tak Berhubungan dengan Sindrom Guillain Barre!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 16 Desember 2020 | 13:28 WIB
Studi Inggris: Virus Corona Tak Berhubungan dengan Sindrom Guillain Barre!
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Suara.com - Seseorang yang terinfeksi virus corona Covid-19 memiliki kemungkinan untuk mengembangkan penyakit medis lainnya. Tapi, kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang menderita batuk infeksi serius.

Selama beberapa bulan, banyak penyakit serius telah dikaitkan dengan virus corona Covid-19, termasuk Sindrom Guillain Barre (GBS). Tapi, sebuah studi baru tidak menemukan hubungan antara GBS dan virus corona Covid-19.

Sindrom Guillain Barre adalah gangguan autoimun di mana sistem kekebalan tubuh bekerja berlebihan dan mulai menyerang saraf tangan serta kaki, yang menyebabkan kelumpuhan mendadak.

GBS bisa terjadi setelah infeksi bakteri dan virus akut, yang bisa menyebabkan gejala kelemahan dan kesemutan. Dalam kasus yang parah, sindrom guillain barre bisa menyebabkan rawat inap.

Penelitian sebelumnya telah mengaitkan GBS dengan virus corona, yang menyatakan bahwa virus bisa memicu kondisi tersebut. Beberapa peneliti di Sekolah Kedokteran Rutgers Robert Wood Johnson menemukan corona pertama kasus virus corona yang memicu kambuhnya GBS.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Namun dilansir dari The Health Site, studi terbaru dalam jurnal Brain membantah temuan studi tersebut. Studi oleh para peneliti di University College London di Inggris tidak menemukan hubungan signifikan antara virus corona dan kondisi neurologis yang berpotensi melumpuhkan dan terkadang fatal.

Pada studi tersebut, tim menilai jumlah pengobatan GBS yang dilaporkan ke Database Imunoglobulin Nasional NHS Inggris antara 2016 dan 2019. Data tersebut dibandingkan dengan jumlah kasus yang dilaporkan selama pandemi virus corona.

Kasus tahunan GBS yang dirawat di rumah sakit Inggris antara 2016 dan 2019 adalah 1,65-1,88 per 100.000 orang. Insiden GBS turun 40-50 persen antara Maret dan Mei 2020, jika dibandingkan dengan metode yang sama tahun 2016-2019.

"Tidak ada peningkatan insiden di GBS selama gelombang pertama virus corona Covid-19 dan justru ada penurunan. Oleh karena itu, tidak ada hubungan sebab akibat dari virus corona Covid-19 dan GBS," jelas Stephen Keddie, penulis studi.

baca juga

Tim juga memeriksa struktur genetik atau protein SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19 untuk menentukan virus bisa memicu respons kekebalan yang menyebabkan GBS.

Tak seperti Campylobacter, yang mengandung antigen mirip manusia dan bisa menyebabkan respons autoimun ini tidak memiliki hubungan kredibel dengan SARS-CoV-2.

Menurut penelitian, sebagian besar vaksinasi Covid-19 didasarkan pada protein lonjakan SARS-CoV-2, yang mendorong respons imun kompleks dan menciptakan antibodi untuk melawan infeksi.

"Analisis kami menunjukkan SARS-CoV-2 tidak mengandung bahan imunogenik tamabahan yang bisa mendorong GBS. Karena itu, kekhawatiran bahwa vaksinasi Covid-19 bisa menyebabkan GBS dalam jumlah yang signifikan," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Deteksi Anosmia akibat Virus Corona Covid-19, Ahli Sarankan Pakai Kopi

Deteksi Anosmia akibat Virus Corona Covid-19, Ahli Sarankan Pakai Kopi

Health | Rabu, 16 Desember 2020 | 13:18 WIB

Akibat Pandemi Virus Corona, Sepertiga Pasien Fibrosis Paru Tunda Perawatan

Akibat Pandemi Virus Corona, Sepertiga Pasien Fibrosis Paru Tunda Perawatan

Health | Rabu, 16 Desember 2020 | 12:11 WIB

Peneliti: 1 dari 5 Orang Tertular Virus Corona dari Anggota Keluarganya!

Peneliti: 1 dari 5 Orang Tertular Virus Corona dari Anggota Keluarganya!

Health | Rabu, 16 Desember 2020 | 10:09 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×