Usai Suntik Vaksin Moderna, Anthony Fauci Alami Efek Samping Sakit 24 Jam!

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 29 Desember 2020 | 08:05 WIB
Usai Suntik Vaksin Moderna, Anthony Fauci Alami Efek Samping Sakit 24 Jam!
Direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional AS, Anthony Fauci [AFP]

Suara.com - Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Amerika Serikat, Anthony Fauci mengaku mengalami sedikit efek samping setelah suntik vaksin virus corona Covid-19 Moderna minggu lalu.

Anthony Fauci mengaku mengalami efek samping dari vaksin Moderna setelah 6 hingga 10 jam disuntik. Saat itu, Fauci merasa sedikit sakit di lengannya yang berlangsung selama 24 jam.

"Sakit di lengan itu berlangsung 24 jam lebih sedikit. Kemudian rasa sakit itu pergi dan tidak merasakan jenis efek samping lainnya," ujar Fauci dikutip dari Insider.

Tapi, Fauci berpendapat efek samping yang dialaminya setelah suntik vaksin Moderna masih cukup baik daripada vaksin Influenza.

Karena, efek samping vaksin Moderna ini sama sekali tidak berdampak serius. Bahkan, ia akan mendapatkan suntikan vaksin Moderna kedua setelah beberapa minggu.

Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)
Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)

"Saya mungkin merasakan sedikit sakit karena sistem kekebalan akan meningkat lebih," ujarnya.

Sejauh ini, sekitar 9,5 juta dosis vaksin virus corona telah didistribusikan di AS. Sekitar 1,9 juta orang telah menerima suntikan pertama vaksin Pfizer BioNTech atau vaksin Moderna.

Beberapa efek samping vaksinasi pun telah dilaporkan. Seorang ahli onkologi geriatri di Boston Medical Center mengaku dirinya merasa pusing dan mengalami reaksi alergi beberapa menit setelah suntik vaksin Moderna.

CDC merekomendasikan bahwa siapa pun yang memiliki riwayat syok anafilaksis seperti kerang atau alergi lainnya harus menunggu untuk mendapatkan suntikan vaksin

baca juga

Vaksin Moderna juga telah terbukti bisa menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang yang pernah menggunakan filler dan suntikan.

"Sistem kekebalan Anda yang menyebabkan peradangan ditingkatkan saat Anda mendapatkan suntikan vaksin. Begitulah cara kerjanya. Jadi masuk akal bahwa Anda akan melihat respons kekebalan di area tertentu di mana mereka melihat beberapa zat yang bukan terjadi secara alami," kata seorang dokter kulit, Dr. Shirley Chi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Corona, Ini 5 Makanan untuk Atasi Hilangnya Indra Penciuman dan Rasa!

Virus Corona, Ini 5 Makanan untuk Atasi Hilangnya Indra Penciuman dan Rasa!

Health | Jum'at, 25 Desember 2020 | 15:48 WIB

Peneliti London: Mutasi Virus Corona Bisa Picu Banyak Kematian pada 2021

Peneliti London: Mutasi Virus Corona Bisa Picu Banyak Kematian pada 2021

Health | Jum'at, 25 Desember 2020 | 11:34 WIB

Penularan Lebih Cepat, Pemerintah Klaim Awasi Munculnya Varian Baru Corona

Penularan Lebih Cepat, Pemerintah Klaim Awasi Munculnya Varian Baru Corona

Bisnis | Kamis, 24 Desember 2020 | 18:04 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×