Efektivitas Vaksin Sinopharm: China dan Arab Saudi Kok Hasilnya Beda?

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Rabu, 30 Desember 2020 | 17:10 WIB
Efektivitas Vaksin Sinopharm: China dan Arab Saudi Kok Hasilnya Beda?
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (getty image)

Suara.com - China mengumumkan efektivitas vaksin COVID-19 buatan Sinopharm China National Biotec Group (CNBG). Perusahaan yang juga disebut Sinopharm ini juga tengah meminta persetujuan untuk digunakan secara umum.

Dilansir ANTARA, vaksin Sinopharm dilaporkan memiliki efektivitas 79,34 persen. Tingkat kemanjuran, berdasarkan analisis sementara uji klinis Tahap 3, lebih rendah dari tingkat 86 persen untuk vaksin yang sama yang diumumkan oleh Uni Emirat Arab pada 9 Desember, berdasarkan data awal dari uji coba di China.

Seorang juru bicara perusahaan menolak untuk menjelaskan perbedaan tersebut dan mengatakan hasil rinci akan dirilis nanti, tanpa memberikan batas waktu.

Ada rilis terpisah dari data kemanjuran untuk pembuat vaksin China, kandidat COVID-19, yang sedang dipertimbangkan oleh banyak negara berkembang untuk kampanye inokulasi massal.

Pakar kesehatan memperingatkan bahwa hasil yang berbeda dapat merusak kepercayaan terhadap vaksin ini.

Peneliti Turki mengatakan pada hari Kamis hasil sementara mereka pada vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech China menunjukkan kemanjuran 91,25 persen hanya untuk melihat pembacaan yang membingungkan pada hari yang sama dari Brazil yang mengatakan kemanjuran vaksin itu antara 50 persen dan 90 persen.

Vaksin CNBG termasuk di antara lima kandidat vaksin paling maju dari China dalam hal pengembangan dan telah digunakan dalam program penggunaan darurat negara yang telah memvaksinasi ratusan ribu orang sejak Juli.

Unit CNBG, yang disebut Institut Produk Biologi Beijing, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tingkat kemanjuran didasarkan pada analisis sementara data dari uji coba Tahap 3 dan telah diterapkan ke Administrasi Produk Medis Nasional untuk persetujuan bersyarat dari vaksin tersebut.

Hal itu tidak memberikan rincian seperti jumlah infeksi dalam percobaan, efek samping yang diidentifikasi, dan berapa banyak relawan yang diberi vaksin atau plasebo.

Baca Juga: KPK: Pembelian Vaksin Corona Jangan Langsung Jumlah Besar

CNBG, anak perusahaan dari China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) yang didukung oleh negara, memiliki vaksin lain dalam uji coba tahap akhir dan keduanya telah disetujui untuk penggunaan darurat di China meskipun studi belum selesai. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI