Penyintas Covid-19 Perlu Disuntik Vaksin? Ini Kata Ketua Satgas IDI

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 02 Januari 2021 | 14:59 WIB
Penyintas Covid-19 Perlu Disuntik Vaksin? Ini Kata Ketua Satgas IDI
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Pixabay/Pete Linforth]

Suara.com - Proses vaksinasi Covid-19 sedang berjalan di beberapa negara, termasuk Indonesia yang disebut-sebut akan memulai proses vaksinasi pada kelompok usia 18 hingga 59 tahun di akhir Januari 2020. Lalu muncul pertanyaan, apakah orang yang sudah sembuh dari Covid-19 atau penyintas Covid-19 masih perlu disuntik vaksin Covid-19?

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. dr. Zubairi Djoerban Sp.PD mengatakan penyintas Covid-19 tetap perlu mendapat suntikan vaksin. Hal ini sebagaimana pendapat yang dikemukakan para ahli.

"Begini. Para ahli, yang saya tahu, meyakini bahwa penyintas Covid-19 itu masih perlu divaksin. Pasalnya perlindungan vaksin bisa jadi lebih tahan lama ketimbang perlindungan yang didapat dari infeksi alami," ujar Prof. Zubairi melalui cuitannya di Twitter @ProfesorZubairi, yang dikutip suara.com, Sabtu (2/1/2021).

Profesor spesialis penyakit dalam itu menambahkan berdasarkan pernyataan dan standar vaksinasi yang dibuat Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penyintas Covid-19 tetap perlu mendapatkan vaksin agar mendapat perlindungan yang maksimal, karena antibodi Covid-19 yang terbentuk alami waktunya terbatas.

"Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat punya standar mengenai ini. Mereka menyatakan jika penyintas Covid-19 itu memang akan punya antibodi. Tapi, sebagian besar antibodi ini akan bertahan kira-kira 90 hari," tuturnya.

"Sehingga, yang baru saja terinfeksi dan sembuh, bisa saja menunda vaksinasinya hingga 90 hari - sampai antibodi itu sudah hilang. Namun, CDC Amerika tetap menganjurkan penyintas Covid-19 untuk vaksinasi dan tidak perlu melakukan tes antibodi terlebih dahulu," lanjutnya.

"Poin pentingnya, vaksin Covid-19 tetap dibutuhkan untuk membentuk antibodi dalam jangka waktu lebih lama. Kita bisa belajar dari virus flu yang bisa membentuk antibodi beberapa bulan saja atau satu tahun, dan vaksinnya harus diulang tiap tahun," tutupnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia membutuhkan 426 juta dosis vaksin Covid-19 agar bisa mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok di kategori usia 18 hingga 59 tahun.

Namun dosis itu tidak termasuk untuk mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, ibu hamil, dan yang sudah sembuh (penyintas) Covid-19.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cek pedulilindungi.id untuk Lihat Daftar Penerima Vaksin Covid-19

Cek pedulilindungi.id untuk Lihat Daftar Penerima Vaksin Covid-19

News | Sabtu, 02 Januari 2021 | 14:57 WIB

Sangat Rentan Terinfeksi, Ratusan Musang Mendapat Vaksin Covid-19

Sangat Rentan Terinfeksi, Ratusan Musang Mendapat Vaksin Covid-19

Health | Sabtu, 02 Januari 2021 | 13:05 WIB

China Menyetujui Penggunaan Umum Vaksin Covid-19 Sinopharm

China Menyetujui Penggunaan Umum Vaksin Covid-19 Sinopharm

Health | Sabtu, 02 Januari 2021 | 12:33 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×