5 Sayur dan Buah Ini Dianggap Sehat, Tapi Ternyata Berbahaya Untuk Ginjal

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 02 Januari 2021 | 16:17 WIB
5 Sayur dan Buah Ini Dianggap Sehat, Tapi Ternyata Berbahaya Untuk Ginjal
Ilustrasi sayur bayam, salah satu sayur yang berbahaya untuk ginjal. (Shutterstock)

Suara.com - Sayur dan buah selama ini dianggap sebagai makanan sehat yang memiliki banyak nutrisi untuk tubuh. Tapi, banyak orang yang tidak menyangka bahwa makanan ini ternyata bisa berbalik merusak kesehatan tubuh, salah satunya merusak kinerja ginjal.

Beberapa jenis sayur dan buah, jika rutin dikonsumsi setiap hari, bisa membuat kinerja ginjal memburuk tanpa Anda sadari. Apa saja? Ini dia sayur dan buah yang perlu Anda waspadai, mengutip Medical News, Sabtu (2/1/2021).

1. Kurma, kismis dan plum
Kita sangat tahu jika kurma mengandung serat tinggi dan baik untuk kesehatan. Biasa dikonsumsi dalam bentuk kering, menjadikan kurma dan kismis padat bernutrisi, terutama kadar kaliumnya yang tinggi.

Sayangnya, kandungan kalium yang tinggi ini jadi bumerang bagi kesehatan ginjal. Jika memang Anda suka, sebaiknya jangan konsumi makanan ini setiap hari, dan makanlah dalam porsi yang sedikit saja.

2. Kentang dan ubi jalar
Kita mengenal makanan ini sebagai alternatif pengganti nasi atau sumber karbohidrat, karena mengandung nutrisi yang kompleks. Sayangnya kentang dan ubi juga tinggi kalium, sehingga berbahaya untuk ginjal jika dikonsumsi berlebihan.

Jika terpaksa mengonsumsi, maka potong kentang atau ubi jadi lebih kecil, potong tipis, dan didihkan selama 10 menit. cara itu diyakini bisa mengurangi kandungan kalium hingga 50 persen.

3. Pisang
Pisang sering jadi buah andalan bagi mereka yang sedang diet. Biasanya, pisang dikonsumsi saat sarapan untuk memberi asupan energi. Kandungan kalium pada satu buah pisang cukup tinggi, yaitu mencapai 422 miligram. Oleh karena itu, hindari mengonsumsi pisang berkali-kali dalam satu hari agar tak membahayakan ginjal.

4. Tomat
Tingginya kadar kalium dalam darah membuat seseorang mengalami hiperkalemia, yatu kondisi ketidakseimbangan zat elektrolit dalam tubuh. Jika tidak seimbang, maka risikonya bisa gagal ginjal hingga sakit jantung.

Nah, risiko itu akan Anda dapat kalau kebanyakan mengonsumsi tomat yang tinggi kalium. Secangkir saus tomat mengandung lebih dari 900 miligram kalium. Padahal, batasan kalium sehari hanya boleh 2.000 miligram.

5. Bayam
Sayur ini terkenal dengan kadar antioksidannya yang tinggi dan bisa mencegah kanker. Namun, kandungan oksalat yang tinggi pada bayam bisa berbahaya bagi ginjal.

Ini karena oksalat menghimpun kalsium, magnesium, dan zat besi sehingga menyebabkan terbentuknya bantu ginjal. Sehingga batasi asupan oksalat pada bayam agar tidak berlebihan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingin Lebih Banyak Makan Buah dan Sayur, Coba Saja Diet Flexitarian

Ingin Lebih Banyak Makan Buah dan Sayur, Coba Saja Diet Flexitarian

Jatim | Minggu, 06 Desember 2020 | 12:46 WIB

Duh, 9 Dari 10 Orang Indonesia Jarang Makan Sayur dan Buah

Duh, 9 Dari 10 Orang Indonesia Jarang Makan Sayur dan Buah

Health | Kamis, 03 Desember 2020 | 20:05 WIB

Cara Membuat Jus Sayur dan Buah yang Nikmat dan Optimal Manfaatnya

Cara Membuat Jus Sayur dan Buah yang Nikmat dan Optimal Manfaatnya

Lifestyle | Minggu, 19 Juli 2020 | 09:06 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB