alexametrics

Masuk Daftar Suntik Vaksin Sinovac? Ini yang Harus Dipersiapkan!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Masuk Daftar Suntik Vaksin Sinovac? Ini yang Harus Dipersiapkan!
Jokowi dan Raffi Ahmad Disuntik Vaksin Covid-19. (Dok: Kolasi foto Sekretariat Presiden)

Epidemiolog UI, Pandu Riono paparkan beberapa hal yang harus dipersiapkan ketika mendapatkan sms untuk suntik vaksin Sinovac.

Suara.com - Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia sudah dimulai hari ini, Rabu (13/1/2021), setelah vaksin Sinovac sudah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pemerintah Indonesia pun telah menetapkan kelompok yang akan mendapatkan suntikan vaksin Sinovac pertama kali, setelah Presiden Joko Widodo.

Kelompok orang yang berisiko tinggi terpapar virus corona pastinya menjadi prioritas utama yang akan mendapatkan suntikan vaksin Sinovac, seperti tenaga kesehatan.

Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono pun menjelaskan tidak ada persiapan khusus yang harus dilakukan seseorang ketika mendapatkan sms giliran suntik vaksin.

Baca Juga: Pemilik Riwayat Penyakit Tetap Bisa Suntik Vaksin Covid-19, Ini Syaratnya!

Karena, syarat utama seseorang bisa mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 adalah sedang dalam kondisi sehat. Jadi, cukup pastikan tubuh sehat ketika mendapatkan giliran suntikan vaksin.

Suasana simulasi pemberian vaksin Covid-19 oleh Dinas Kesehatan Kota Batu. [foto: Muhammad Dhani Rahman/TIMESINDONESIA]
Suasana simulasi pemberian vaksin Covid-19 oleh Dinas Kesehatan Kota Batu. [foto: Muhammad Dhani Rahman/TIMESINDONESIA]

"Yaudah persiapannya nanti hari H itu sehat, jangan sampai waktu penyuntikan vaksin itu sakit. Jadi, karena stres justru tidak tidur atau apa. Ya tidurlah yang cukup dan jangan dipikir terlalu dalam," jelas Pandu Riono ketika dihubungi melalui telepon WhatsApp, Rabu (13/1/2021).

Selain itu, Pandu Riono tidak menyebut pantangan-pantangan yang harus dilakukan oleh seseorang sebelum suntik vaksin.

Pandu Riono hanya menyarankan seseorang tidak mengonsumsi minuman beralkohol, memakai narkotika atau merokok.

"Maksudnya merokok itu kan merusak paru dan virus ini menyerang organ paru karena perokok biasanya imunitasnya kurang baik," jelasnya.

Baca Juga: Persiapan Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Tangsel, Stok 15 Dosis per Hari

Komentar