Potensi Terapi Sel dan Gen, Disebut Bisa Sembuhkan Semua Penyakit

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 16 Januari 2021 | 15:22 WIB
Potensi Terapi Sel dan Gen, Disebut Bisa Sembuhkan Semua Penyakit
Ilustrasi Terapi Sel dan Gen. (Shutterstock)

Suara.com - Terapi sel dan gen belakangan ini kerap menjadi buah bibir di bidang medis dan kedokteran. Pasal terapi seperti stem cell dianggap mampu menghapus stigma pada beberapa penyakit yang tidak bisa sembuh.

Ini karena terapi sel dan gen menawarkan pengobatan yang menyasar dan mengatasi akar permasalahan dari suatu penyakit, sehingga anggapan penyakit tidak bisa sembuh bisa dibantah dengan terapi ini.

Potensi terapi yang dipandang punya keajaiban ini, membuat perusahaan farmasi Bayer Pharma yakin bisa memberikan kebaikan untuk umat manusia dan kesehatan orang banyak. Bayer pun memilih berinvestasi di bidang ini, dengan mendirikan Platform Terapi Sel dan Gen yang baru.

Platform ini nantinya akan mengarahkan strategi Bayer di bidang terapi sel dan gen, serta merancang seluruh kegiatan, agar tersedia ekosistem inovasi bagi semua mitra, termasuk BlueRock Therapeutics dan Asklepios BioPharmaceutical (AskBio), dua perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Bayer namun dioperasikan dengan otonomi mandiri.

Perkembangan portofolio Bayer dari terapi sel dan gen terdiri dari tujuh aset terdepan di tahap perkembangan klinis yang berbeda-beda.

Portofolio ini fokus pada beberapa ranah terapeutik dengan tingkat kebutuhan tinggi yang belum dipenuhi, seperti neurodegenerative, neuromuscular, dan indikasi kardiovaskular, dengan beberapa program unggulan di penyakit Pompe, Parkinson, hemofilia A, dan gagal jantung kongestif.

Melalui 15 aset praklinis di bidang terapi sel dan gen, seluruh pipeline ini diharapkan dapat terus bertumbuh secara stabil, dari tahun ke tahun.

“Terapi sel dan gen berpotensi memberikan dampak signifikan bagi hidup pasien, mengubah cara pengobatan dari mengobati gejala, menjadi pendekatan kuratif,” ujar Wolfram Carius, Executive VP and Head of Cell and Gene Therapy di Bayer, dikutip dari siaran pers Bayer, Minggu (16/1/2021).

“Bersama dengan para mitra kami, kami ingin mengakselerasi inovasi di sumbernya dan di seluruh rantai nilai, untuk memastikan penerapan yang cepat dari ilmu pengetahuan ke dalam terapi pasien yang tidak punya waktu untuk menunggu," sambung Wolfram.

baca juga

BlueRock Therapeutics baru saja mengumumkan bahwa Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat telah meloloskan permohonan Investigasi Obat Baru sehingga dapat lanjut ke studi Fase I bagi para pasien dengan penyakit Parkinson tingkat lanjut.

Ini akan menjadi percobaan pertama di Amerika Serikat untuk mempelajari sel induk pluripotent yang diturunkan oleh sel-sel dopaminergik pada pasien penderita Parkinson, dan ini menjadi langkah besar bagi dunia stem cell.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Punya Penyakit Penyerta, Apakah Harus Tetap Vaksinasi Covid-19?

Punya Penyakit Penyerta, Apakah Harus Tetap Vaksinasi Covid-19?

Health | Sabtu, 16 Januari 2021 | 08:15 WIB

Pasien Covid-19 Parah Hanya Punya Sedikit Keanekaragaman Mikrobioma Usus

Pasien Covid-19 Parah Hanya Punya Sedikit Keanekaragaman Mikrobioma Usus

Health | Jum'at, 15 Januari 2021 | 14:38 WIB

Amankah Olahraga saat Sakit? Berikut Kata Para Ahli

Amankah Olahraga saat Sakit? Berikut Kata Para Ahli

Health | Kamis, 14 Januari 2021 | 16:31 WIB

Terkini

Kritik Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Rudianto Lallo: Penegakan Hukum Tak Boleh Sewenang-wenang!

Kritik Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Rudianto Lallo: Penegakan Hukum Tak Boleh Sewenang-wenang!

News | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

7 Arti Mimpi Kehilangan HP atau Dompet Menurut Psikologi

7 Arti Mimpi Kehilangan HP atau Dompet Menurut Psikologi

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

Lebih Higienis! 4 Pelembap Korea Kemasan Tube Buat Perkuat Skin Barrier

Lebih Higienis! 4 Pelembap Korea Kemasan Tube Buat Perkuat Skin Barrier

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

BMKG Belum Bisa Pastikan Asal Bongkahan Es 20 Cm yang Timpa Rumah di Bantul

BMKG Belum Bisa Pastikan Asal Bongkahan Es 20 Cm yang Timpa Rumah di Bantul

News | Senin, 02 November 2026 | 18:32 WIB

Viva Milk Cleaner Spirulina untuk Kulit Apa? Cuma Rp9 ribu Ampuh Cegah Penuaan Dini

Viva Milk Cleaner Spirulina untuk Kulit Apa? Cuma Rp9 ribu Ampuh Cegah Penuaan Dini

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:30 WIB

Hadapi Gejolak Pasar hingga 2027, Investor Diminta Disiplin dan Diversifikasi

Hadapi Gejolak Pasar hingga 2027, Investor Diminta Disiplin dan Diversifikasi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:30 WIB

MBG untuk Cegah Stunting: Dapur Menumpuk di Jawa, Papua Tetap Tertinggal?

MBG untuk Cegah Stunting: Dapur Menumpuk di Jawa, Papua Tetap Tertinggal?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:30 WIB

Pemprov DKI Jakarta Gelar Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Hingga Akhir Desember 2026

Pemprov DKI Jakarta Gelar Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Hingga Akhir Desember 2026

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 18:25 WIB

Apakah Bulan November 2026 Ada Tanggal Merah? Ini Daftar Hari Libur Sesuai SKB 3 Menteri

Apakah Bulan November 2026 Ada Tanggal Merah? Ini Daftar Hari Libur Sesuai SKB 3 Menteri

News | Senin, 02 November 2026 | 18:22 WIB

Bayi 20 Bulan yang Dibunuh Orang Tua di Pasar Kebayoran Lama Kurang Gizi dan Penuh Luka

Bayi 20 Bulan yang Dibunuh Orang Tua di Pasar Kebayoran Lama Kurang Gizi dan Penuh Luka

News | Senin, 02 November 2026 | 18:19 WIB

×