Catat! Ragam Penyebab dan Faktor Risiko Penyakit Osteoporosis

M. Reza Sulaiman

Rabu, 20 Januari 2021 | 12:02 WIB
Catat! Ragam Penyebab dan Faktor Risiko Penyakit Osteoporosis
Ilustrasi penyakit osteoporosis. (Shutterstock)

Suara.com - Osteoporosis merupakan kondisi di mana tulang menjadi lemah dan ramuh. Biasanya osteorporosis terjadi di pinggul, pergelangan tangan, dan tulang belakang.

Dalam kasus penyakit osteoporosis yang parah, pasien yang batuk saja bisa menyebabkan patang tulang.

Osteoporosis bisa terjadi pada laki-laki dan wanita. Osteoporosis juga sering menyerang orang yang sudah tua. Wanita yang sudah menopause juga berisiko terkena penyakit ini. Biasanya osteoporosis terjadi dari perkembangan tulang.

Kemungkinan seseorang terkena osteoporosi bergantung pada seberapa banyak massa tulang yang dicapai saat muda. Semakin tinggi massanya, akan semakin banyak juga tulang yang tumbuh sehingga kemungkinan kecil terkena osteoporosis.

Dilansir Mayo Clinic, terdapat sejumlah faktor dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena osteoporosis, termasuk usia, ras, pilihan gaya hidup, serta kondisi medis dan perawatan.

Selain itu, ada beberapa faktor risiko osteoporosis di luar kendali, di antaranya:

  • Jenis kelamin. Faktanya, wanita lebih mungkin mengembangkan osteoporosis daripada pria.
  • Usia. Semakin tua usia seseorang, besar juga risikonya terkena osteoporosis.
  • Ras. Seseorang yang berkulit putih dan keturunan Asia lebih berisiko terkena osteoporosis.
  • Keturunan. Memiliki orang tua atau saudara kandung yang menderita osteoporosis membuat berisiko lebih besar, terutama jika ibu atau ayah mengalami patah tulang pinggul.
  • Ukuran rangka tubuh. Pria dan wanita yang memiliki kerangka tubuh kecil cenderung memiliki risiko lebih tinggi karena mereka mungkin memiliki lebih sedikit massa tulang untuk diambil seiring bertambahnya usia.

Selain faktor risiko di luar kendali karena bawaan lahir, osteoporosis juga dipengaruhi hormon yang ada di dalam tubuh, antara lain:

A. Hormon seks

Kadar hormon seks yang menurun cenderung melemahkan tulang. Penurunan kadar estrogen pada wanita saat menopause adalah salah satu faktor risiko terkuat untuk mengembangkan osteoporosis.

baca juga

Sedangkan, pria yang mengalami penurunan kadar testosteron secara bertahap seiring bertambahnya usia. Perawatan untuk kanker prostat yang menurunkan kadar testosteron pada pria. Selain itu, pengobatan untuk kanker payudara yang menurunkan kadar estrogen pada wanita cenderung mempercepat pengeroposan tulang.

B. Hormon tiroid

Hormon tiroid yang berlebihan dapat menyebabkan keropos tulang. Hal ini dapat terjadi jika tiroid Anda terlalu aktif atau jika Anda mengonsumsi terlalu banyak obat hormon tiroid untuk mengobati tiroid yang kurang aktif.

Osteoporosis juga bisa disebabkan oleh asupan yang dikonsumsi dan kebiasaan orang tersebut. Biasanya hal-hal yang yang dapat menurunkan kepadatan tulang di antaranya:

1. Asupan kalsium rendah

Kekurangan kalsium sangat berperan terhadap pembentukan tulang. Kalsium yang terndah akan meningkatkan risiko penurunan kepadatan tulang. Selain itu, kurangnya kalsium juga dapat menyebabkan keropos dan risiko patah tulang.

2. Gangguan Makan

Seseorang yang memiliki gangguan makan akan berdampak pada kondisi tubuhnya. Membatasi asupan makanan secara parah dan kekurangan berat badan akan melemahkan tulang baik pada pria maupun wanita.

Osteoporosis juga bisa disebabkan karena masalah kesehatan dan obat-obatan. Penggunaan obat jangka panjang akan menganggu proses pembentukan tulang.

Biasanya masalah kesehatan dan kondisi medis yang meningkatkan risiko osteoporosis di antaranya:

  • Kejang
  • Refluks lambung
  • Kanker
  • Penyakit celiac
  • Penyakit radang usus
  • Penyakit ginjal atau hati
  • Lupus

Penyebab terakhir yang membuat seseorang terkena osteoporosis biasanya karena gaya hidupnya. Orang yang terkena osteoporosis biasanya memiliki gaya hidup sebagai berikut:

1. Jarang bergerak dan olahraga

Orang yang menghabiskan banyak waktu untuk duduk memiliki risiko lebih tinggi terkena osteoporosis dibandingkan mereka yang lebih aktif.

Semua olahraga dan aktivitas menahan beban yang meningkatkan keseimbangan dan postur tubuh yang baik bermanfaat bagi tulang. Selain itu berjalan, berlari, melompat, menari, dan angkat beban juga membantu membuat tulang menjadi lebih kuat.

2. Konsumsi alkohol yang berlebihan

Konsumsi rutin lebih dari dua minuman beralkohol sehari meningkatkan risiko osteoporosis.

3. Penggunaan tembakau

Penggunaan tembakau dapat membuat tulang menjadi lemah. Hal ini meningkatkan seseorang terkena osteoporosis. (Fajar Ramadhan)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Balik Operasi Lutut: Pakai Robot Hingga Kopi Bikin Osteoporosis?

Di Balik Operasi Lutut: Pakai Robot Hingga Kopi Bikin Osteoporosis?

Video | Sabtu, 10 Januari 2026 | 15:00 WIB

Konsumsi Kopi Berlebih Bisa Berdampak pada Kesehatan Tulang Lansia

Konsumsi Kopi Berlebih Bisa Berdampak pada Kesehatan Tulang Lansia

Lifestyle | Kamis, 18 Desember 2025 | 07:15 WIB

6 Jenis Makanan Terbaik untuk Mencegah Tulang Rapuh di Masa Depan

6 Jenis Makanan Terbaik untuk Mencegah Tulang Rapuh di Masa Depan

Your Say | Selasa, 25 November 2025 | 17:01 WIB

50 Persen Penduduk Indonesia Berisiko Osteoporosis, Kenapa Gen X Paling Terancam?

50 Persen Penduduk Indonesia Berisiko Osteoporosis, Kenapa Gen X Paling Terancam?

Health | Jum'at, 21 November 2025 | 10:58 WIB

Rahasia Tulang Kuat Sejak Dini, Cegah Osteoporosis di Masa Tua dengan Optimalkan Pertumbuhan!

Rahasia Tulang Kuat Sejak Dini, Cegah Osteoporosis di Masa Tua dengan Optimalkan Pertumbuhan!

Health | Selasa, 21 Oktober 2025 | 18:44 WIB

Ilmuwan Temukan Mekanisme Biologis untuk Perkuat Tulang, Harapan Baru untuk Penderita Osteoporosis

Ilmuwan Temukan Mekanisme Biologis untuk Perkuat Tulang, Harapan Baru untuk Penderita Osteoporosis

Tekno | Senin, 22 September 2025 | 15:08 WIB

Perempuan Wajib Tahu! 10.000 Langkah Sederhana Selamatkan Tulang dari Pengeroposan

Perempuan Wajib Tahu! 10.000 Langkah Sederhana Selamatkan Tulang dari Pengeroposan

Health | Sabtu, 13 September 2025 | 17:23 WIB

Deteksi Dini Osteoporosis dengan BMD: Cegah Patah Tulang Sebelum Terlambat

Deteksi Dini Osteoporosis dengan BMD: Cegah Patah Tulang Sebelum Terlambat

Health | Rabu, 26 Februari 2025 | 20:30 WIB

Lawan Osteoporosis Sejak Dini dengan Jalan Kaki 10 Ribu Langkah

Lawan Osteoporosis Sejak Dini dengan Jalan Kaki 10 Ribu Langkah

Health | Minggu, 12 Januari 2025 | 17:45 WIB

Kenali Penyebab Osteoporosis, IDI Bogor Bagikan Solusi Pengobatan

Kenali Penyebab Osteoporosis, IDI Bogor Bagikan Solusi Pengobatan

Health | Senin, 30 Desember 2024 | 13:47 WIB

Terkini

Sensasi Balap Honda Vario Evo 160 Warnai Kemeriahan AHDC Purwokerto

Sensasi Balap Honda Vario Evo 160 Warnai Kemeriahan AHDC Purwokerto

Otomotif | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:23 WIB

Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Rp500 Juta untuk Korban Gempa NTT

Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Rp500 Juta untuk Korban Gempa NTT

Sulsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:19 WIB

Keluar dari Fase Kelam, Calvin Dores Bangkit dan Tandai 'Kemerdekaan' Lewat Lagu 'Sampai Kapankah'

Keluar dari Fase Kelam, Calvin Dores Bangkit dan Tandai 'Kemerdekaan' Lewat Lagu 'Sampai Kapankah'

Entertainment | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:05 WIB

Sehari Usai Gempa NTT, Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik dan 3.500 Personel TNI-Polri

Sehari Usai Gempa NTT, Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik dan 3.500 Personel TNI-Polri

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Bukan Sekadar Hiasan, Momen Warga Garut Bentangkan Bendera Merah Putih 700 Meter

Bukan Sekadar Hiasan, Momen Warga Garut Bentangkan Bendera Merah Putih 700 Meter

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:00 WIB

HUT RI 2026 Diprediksi Padat, Polisi Buka 27 Kantong Parkir di Monas, GBK, hingga Ancol

HUT RI 2026 Diprediksi Padat, Polisi Buka 27 Kantong Parkir di Monas, GBK, hingga Ancol

Jakarta | Senin, 17 Agustus 2026 | 04:50 WIB

Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI

Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 23:52 WIB

Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa

Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib

Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib

Sumsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu

Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu

Sumsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×