Studi Ungkap Varian Baru Virus Corona Berisiko Tingkatkan Kematian

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 23 Januari 2021 | 18:30 WIB
Studi Ungkap Varian Baru Virus Corona Berisiko Tingkatkan Kematian
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Data penelitian awal menunjukkan, varian baru virus corona yang menyebar di Inggris kemungkinan berisiko lebih mematikan dibanding varian lainnya. Namun bukti dan data awal ini, menurut peneliti masih belum pasti dan kuat.

"Kami telah diberitahu hari ini bahwa selain menyebar dengan cepat, ditemukan beberapa bukti bahwa varian baru yang pertama kali menyebar di London dan Tenggara Inggris berkaitan dengan tingkat kematian yang lebih tinggi," ujar Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson dalam konferensi pers, mengutip Live Science, Sabtu (23/1/2021).

Data penelitian awal ini berasal dari beberapa studi yang membandingkan tingkat kematian karena terinfeksi varian baru yang disebut B.1.1.7 dengan kematian karena varian lainnya.

Dalam penelitian yang dilakukan School of Hygiene & Tropical Medicine London menemukan sebanyak 2.583 kematian dari 1,2 juta orang yang positif Covid-19, terdapat 30 persen orang yang terinfeksi corona varian baru lebih berisiko meninggal dalam waktu 28 hari, lebih cepat dibanding mereka yang terinfeksi varian lain.

Ilustrasi Covid-19 (Elements Envato)
Ilustrasi Covid-19 (Elements Envato)

Kepala Penasihat Ilmiah Inggris, Patrick Kelambu dalam konferensi pers mengatakan dari 10 dari 1.000 orang lansia di atas 60 tahun yang terinfeksi varian sebelumnya berisiko meninggal dunia. Namun saat para lansia terinfeksi varian baru jumlah kematian bertambah menjadi 13 dari 1.000 orang.

Meski begitu, penelitian-penelitian ini belum bisa mewakili total keseluruhan populasi. Pasalnya saat peneliti melihat mereka yang dirawat di rumah sakit, tidak ditemukan peningkatan risiko kematian karena varian baru.

Namun satu yang pasti adalah vaksin Covid-19 yang sudah berhasil ditemukan tetap bekerja dan efektif menangkal varian corona lama, maupun varian baru B.1.1.7 yang pertama kali ditemukan di Kent, Inggris pada September 2020 lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Dunia: Varian Baru Virus Corona Tingkatkan Risiko Kematian

Update Covid-19 Dunia: Varian Baru Virus Corona Tingkatkan Risiko Kematian

Health | Sabtu, 23 Januari 2021 | 14:25 WIB

Ustaz Yahya Waloni: Meski Ditembak Mati Saya Tidak Akan Pakai Masker!

Ustaz Yahya Waloni: Meski Ditembak Mati Saya Tidak Akan Pakai Masker!

Hits | Sabtu, 23 Januari 2021 | 14:04 WIB

Telah Diproduksi, Bio Farma Bakal Kirim 4 Juta Dosis Vaksin Sinovac ke BPOM

Telah Diproduksi, Bio Farma Bakal Kirim 4 Juta Dosis Vaksin Sinovac ke BPOM

Jatim | Sabtu, 23 Januari 2021 | 13:42 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×