Nasib Merek Mobil Jepang Terancam, Toyota Ajak Honda Hingga Nissan Bersatu Hadapi Mobil China

Manuel Jeghesta Nainggolan

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:50 WIB
Nasib Merek Mobil Jepang Terancam, Toyota Ajak Honda Hingga Nissan Bersatu Hadapi Mobil China
Ilustrasi Logo Toyota. (Toyota)
baca 10 detik
  • Wakil Chairman Toyota, Koji Sato, mendesak produsen otomotif Jepang bersatu guna menghadapi ekspansi masif mobil asal China.
  • Sato mengusulkan standardisasi komponen dasar bagi seluruh merek Jepang untuk memangkas biaya produksi dan meningkatkan efisiensi manufaktur.
  • Penjualan merek China di Eropa kini telah melampaui gabungan penjualan seluruh produsen Jepang pada bulan Mei lalu.

Suara.com - Dominasi mobil China di kancah otomotif global benar-benar membuat produsen mobil Jepang merasa terpojok. Ancaman nyata ini memicu Wakil Chairman Toyota Koji Sato untuk menyuarakan peringatan keras bagi seluruh pabrikan Jepang.

Menurutnya aliansi besar dan persatuan antar merek mobil Jepang adalah satu-satunya jalan agar mereka tidak tergilas oleh ekspansi masif dari Tiongkok. Koji Sato mengusulkan agar seluruh produsen mobil Jepang menghentikan persaingan pada level komponen dasar dan mulai melakukan standardisasi bersama.

Langkah ini bertujuan untuk memangkas biaya produksi secara besar-besaran meningkatkan efisiensi serta memacu inovasi teknologi yang lebih kompetitif.

"Kecuali ada perubahan, kita tidak akan bertahan," kata Sato dilaporkan oleh Automotive News, Kamis (16/7/2026).

Pernyataan Sato yang juga menjabat sebagai pimpinan asosiasi otomotif Jepang (JAMA) merujuk pada perlunya efisiensi dalam rantai pasokan suku cadang. Ia menyarankan agar komponen mendasar seperti baja rangkaian kabel hingga material plastik dibuat seragam untuk seluruh merek utama Jepang mulai dari Toyota, Honda, Mazda, Mitsubishi, Nissan, Subaru hingga Suzuki.

Jika standardisasi ini terwujud perusahaan otomotif dapat mengalihkan anggaran riset mereka ke hal-hal yang lebih berdampak bagi konsumen. Fokus pengembangan bisa dialihkan pada fitur perangkat lunak sistem bantuan pengemudi canggih teknologi baterai yang lebih cepat diisi daya serta berbagai pilihan powertrain modern.

Sato memberikan contoh nyata mengenai pemborosan yang terjadi saat ini di mana pemasok komponen harus memproduksi hingga 70.000 varian berbeda hanya untuk rangkaian kabel. Melalui penyeragaman jenis komponen biaya produksi dipastikan akan turun drastis dan daya saing merek Jepang akan kembali menguat di pasar internasional.

Kekhawatiran industri otomotif Jepang ini bukan tanpa alasan karena data terbaru menunjukkan tren yang mengkhawatirkan di pasar Eropa. Pada bulan Mei penjualan gabungan produsen China seperti Geely Group, SAIC Motor, BYD, Chery Automobile hingga Leapmotor menyentuh angka 138.140 unit.

Angka tersebut secara mengejutkan melampaui total penjualan seluruh merek raksasa Jepang yang hanya mencatatkan 130.424 unit. Pergeseran peta kekuatan ini menjadi sinyal merah bahwa kejayaan mobil Jepang sedang berada di ujung tanduk jika tidak segera melakukan perubahan radikal dalam proses manufaktur mereka.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Mobil Terlaris Segmen LSUV Semester Satu 2026, Seberapa Dominan Rush dan Terios?

Daftar Mobil Terlaris Segmen LSUV Semester Satu 2026, Seberapa Dominan Rush dan Terios?

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:50 WIB

Pasar Eropa Jadi Senjata Utama BYD Geser Toyota Setelah Amerika Serikat Tutup Pintu

Pasar Eropa Jadi Senjata Utama BYD Geser Toyota Setelah Amerika Serikat Tutup Pintu

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:50 WIB

Ini Mobil Terlaris Segmen LMPV Semester Satu 2026, Xpander Peringkat Berapa?

Ini Mobil Terlaris Segmen LMPV Semester Satu 2026, Xpander Peringkat Berapa?

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:22 WIB

Terkini

Jalur Minyak Utama Lumpuh Gegara Houthi, Harga Minyak Dunia Tembus $120 Per Barel!

Jalur Minyak Utama Lumpuh Gegara Houthi, Harga Minyak Dunia Tembus $120 Per Barel!

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 06:15 WIB

FC Seoul Pede Hadapi Persib di ACL 2, Tapi...

FC Seoul Pede Hadapi Persib di ACL 2, Tapi...

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 06:05 WIB

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:52 WIB

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:42 WIB

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Sport | Rabu, 16 September 2026 | 05:25 WIB

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

×