Pakar UI: PPKM Belum Efektif, Pendanaan Masih Jadi Masalah

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Jum'at, 29 Januari 2021 | 20:30 WIB
Pakar UI: PPKM Belum Efektif, Pendanaan Masih Jadi Masalah
Petugas mengecek suhu tubuh Presiden Joko Widodo (kiri) sebelum disuntik dosis kedua vaksin COVID-19 produksi Sinovac di halaman tengah Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/1/2021). [ANTARA FOTO] Sebagai ilustrasi

Suara.com - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterapkan di berbagai daerah dianggap masih belum efektif. Hal ini dinyatakan oleh guru besar  Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Profesor. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH,MMB.

"Jadi beberapa hal kita melihat bahwa ini belum efektif ppkm ini, mudah-mudahan ini jadi perhatian buat pemerintah," kata Profesor Ari dalam  Webinar Peyuluhan Kesehatan untuk Tenaga Pendidikan FK UI dan Media pada Jumat (29/1/2021).

Menurut Prof. Ari, tidak efektifnya PPKM ini salah satunya dipengaruhi oleh masalah pembiayaan, terutama untuk melakukan Testing, Tracing, Treatment (3T).

"Ini tugas pemerintah daerah pada khususnya soalnya tracing dan test itu adalah tugasnya pemerintah daerah," ujar Prof. Ari.

"Sekarang terus terang saja, pemerintah daerah juga kewalahan untuk masalah pembiayaan tersebut," imbuhnya.

Ari menyatakan bahwa banyak rumah sakit yang telah menambah kapasitas, menambah dokter hingga perawat. Namun upaya tersebut menurutnya kurang tepat.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

"Menurut saya ini bukan solusi yang terbaik, karena kita cuma ngotak-atik hilirnya jadi hulunya mesti diperhatikan," ujarnya.

Meskipun banyak universitas yang segera mencetak dokter-dokter baru, namun Prof. Ari menegaskan bahwa fasilitas kesehatan akan tetap terbebani. 

"Memang kita masih punya dokter-dokter, tapi yang sudah kedodotan sekarang fasilitas kesehatan dan perawat sudah mulai kewalahan gitu ya, jadi ini yang musti kita perhatikan," imbuhnya. 

baca juga

Indonesia sendiri telah menembus angka satu juta kasus dan menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mencapai angka tersebut. Per Jumat (29/1/2020), kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 1,04 juta dengan penambahan 13.802 kasus. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksinasi Dosis Kedua, Wali Kota Tangerang Nyaris Batal Divaksin Covid-19

Vaksinasi Dosis Kedua, Wali Kota Tangerang Nyaris Batal Divaksin Covid-19

Jakarta | Jum'at, 29 Januari 2021 | 19:47 WIB

Dan Terjadi Lagi, Rumah Sakit di Rumania Kebakaran, 4 Pasien Covid-19 Tewas

Dan Terjadi Lagi, Rumah Sakit di Rumania Kebakaran, 4 Pasien Covid-19 Tewas

News | Jum'at, 29 Januari 2021 | 19:53 WIB

Miris, Pemuda Ini Masuk RSJ Gegara Gagal Masuk UI Bareng Teman Satu Geng

Miris, Pemuda Ini Masuk RSJ Gegara Gagal Masuk UI Bareng Teman Satu Geng

Hits | Jum'at, 29 Januari 2021 | 19:53 WIB

Terkini

Miris! Warga di 'Paru-Paru Dunia' Justru Kesusahan Bernapas, Salah Siapa?

Miris! Warga di 'Paru-Paru Dunia' Justru Kesusahan Bernapas, Salah Siapa?

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!

Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:12 WIB

Wacana Gaji ASN Dibayar Kopdes Bikin Geger, Pemda DIY Pusing, DPRD Sebut Tak Masuk Akal

Wacana Gaji ASN Dibayar Kopdes Bikin Geger, Pemda DIY Pusing, DPRD Sebut Tak Masuk Akal

Jogja | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:12 WIB

Wamendes Tinjau KDKMP di Klaten, PLN Dukung Penguatan Ekonomi Desa lewat Layanan Pembayaran Listrik

Wamendes Tinjau KDKMP di Klaten, PLN Dukung Penguatan Ekonomi Desa lewat Layanan Pembayaran Listrik

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Jokowi Buka-bukaan Soal Isu Ijazah Palsu: Ada Penumpang Gelap dan Operasi Politik!

Jokowi Buka-bukaan Soal Isu Ijazah Palsu: Ada Penumpang Gelap dan Operasi Politik!

Surakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:04 WIB

Target 70 Ribu Personel! Polri Siapkan Polisi Khusus Kehutanan untuk Tangani Karhutla

Target 70 Ribu Personel! Polri Siapkan Polisi Khusus Kehutanan untuk Tangani Karhutla

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:04 WIB

Ibu Korban Blackout Batam: Hasil Pompa ASI Berminggu-minggu, Basi Dalam Hitungan Jam

Ibu Korban Blackout Batam: Hasil Pompa ASI Berminggu-minggu, Basi Dalam Hitungan Jam

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Hamenang Wajar Ismoyo dari Partai Apa? Bupati Klaten yang Diciduk KPK

Hamenang Wajar Ismoyo dari Partai Apa? Bupati Klaten yang Diciduk KPK

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Prabowo Tambah Wamenhan Jadi Dua Tuai Kritikan: Bukan Efisien, Tapi Makin Rumit

Prabowo Tambah Wamenhan Jadi Dua Tuai Kritikan: Bukan Efisien, Tapi Makin Rumit

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:02 WIB

DPR Musikal Terbukti Nyata: Saat Isu Karhutla Kalah Tajam dari Drama Medsos

DPR Musikal Terbukti Nyata: Saat Isu Karhutla Kalah Tajam dari Drama Medsos

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:00 WIB

×