Ibu, Yuk Kenali Gejala Aksi Gerakan Tutup Mulut yang Berbahaya Pada Anak!

Rabu, 03 Februari 2021 | 17:54 WIB
Ibu, Yuk Kenali Gejala Aksi Gerakan Tutup Mulut yang Berbahaya Pada Anak!
Anak menolak makan (Elements Envato)

Suara.com - Ibu kesulitan menyuapi anak saat makan? Jika ya, itu ada istilahnya. Anak mogok makan dikenal dengan nama aksi Gerakan Tutup Mulut atau GTM.

Terkesan radikal, tapi itu benar-benar kerap dilakukan anak.

Selain ogah mangap, GTM juga bisa berupa menyembur, melepeh, atau melakukan serangkaian aksi menjauh dari makanan lainnya.

Menurut Dokter Spesialis Anak dr. Fatimah Hidayati, Sp.A, GTM adalah hal normal dan wajar dialami hampir semua anak saat proses makan.

Ini menandakan anak sudah kenyang, takut mencoba makanan baru, atau sedang punya masalah pencernaan.

"Ada beberapa sebab anak melakukan aksi GTM, biasanya dilakukan anak berusia di atas satu tahun. Orang tua perlu melakukan evaluasi apakah anak sedang sakit seperti batuk pilek, sariawan atau tumbuh gigi," terang dr. Fatimah dalam acara Kodomo Challenge, Rabu (3/1/2021).

Adakalanya anak sedang asik bermain, sehingga ia kerap lupa mengenali sinyal lapar atau kenyang. Penyebab lain bisa juga anak sudah kenyang akibat camilan seperti susu, permen, coklat, biskuit, atau kerupuk.

"Tapi ada juga ada seringnya bosan dengan makanan karena tidak ada perubahan rasa, bentuk, tekstur, hingga suasana makan. Atau mungkin anak sedang mengantuk, beberapa anak juga mengalami trauma karena dipaksa makan," terang dr. Fatimah.

Namun, ada beberapa tanda bahaya atau red flag di mana seharusnya ibu atau orangtua waspada pada anak yang melakukan GTM, seperti sebagai berikut:

Baca Juga: Dari Pengalaman, Tasya Kamila Ungkap 3 Penyebab Anak Lakukan GTM

  • Berat badan tidak naik atau malah turun 1 hingga 2 bulan berturut-turut. Biasanya ini dialami anak berusia di bawah 1 tahun.
  • Adanya kelainan bentuk, strukjtur atau persarafan pada motorik anak.
  • Anak yang GTM muntah atau gumoh pada bayi berulang kali.
  • GTM dibarengi dengan diare bverulang lebih dari 14 hari dan berdarah.
  • Anak tampak kesakitan saat dikasih makan.
  • Mengalami sesak napas saat dibeir makan.
  • Sesak saat diberi minum.
  •  Anak yang GTM mengalami batuk lebih dari 3 minggu, dan demam lebih dari 2 minggu tanpa diketahui sebabnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI