Alami Gangguan Kesuburan? Ini 5 Solusi Medis yang Bisa Dilakukan

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 05 Februari 2021 | 18:10 WIB
Alami Gangguan Kesuburan? Ini 5 Solusi Medis yang Bisa Dilakukan
Infertilitas atau kesuburan yang buruk. [Shutterstock]

Suara.com - Infertilitas atau gangguan kesuburan dialami 10 hingga 15 persen pasangan suami istri (Pasutri) usia reproduksi, padahal keduanya sudah melakukan hubungan seks normal dan tanpa kontrasepsi.

Pasangan disebut mengalami infertilitas jika, "Gagal mendapatkan kehamilan setelah melakukan hubungan seksual yang benar dan rutin selama satu tahun tanpa memakai alat kontrasepsi," ujar Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dr. Aida Riyanti, Sp.OG-KFER, MRepSc saat memperkenalkan layanan RS Pondok Indah IVF Centre beberapa waktu lalu.

Infertilitas tidak selalu dari perempuan

Ilustrasi penis, ejakulasi, mr p (Pixabay/derneumann)
Ilustrasi gangguan kesuburan.  (Pixabay/derneumann)

Hal yang perlu diingat, gangguan kesuburan tidak selalu berasal dari pihak perempuan atau istri, bisa juga berasal dari suami. Itulah mengapa mengatasi infertilitas perlu kerjasama dua belah pihak, suami dan istri.

"Gangguan kesuburan dari faktor istri bisa disebabkan gangguan pematangan sel telur, sumbatan saluran telur, atau gangguan pada rahim, dan indung telur," jelas dr. Aida.

"Sedangkan dari faktor suami adanya masalah sperma, seperti jumlahnya yang terlalu sedikit, bentuk, gerakan, dan struktur DNA atau materi genetik sperma yang dimiliki," sambungnya.

Penanganan dan pengobatan infertilitas

Jika dokter sudah mendiagnosis dan terbukti adanya masalah infertilitas baik dari pihak suami atau istri. Langkah pertama yang dilakukan, keduanya harus berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan apa penanganan tepat yang bisa dilakukan.

Berikut beberapa penanganan infertilitas yang bisa dilakukan di rumah sakit, salah satunya yang disediakan layanan RS Pondok Indah IVF Centre sebagai berikut:

baca juga

1. Terapi obat atau farmakologis.

Pada perempuan yang mengalami masalah ovulasi, pemberian obat hormonal yang memungkinkan sel telur menjadi matang dan berovulasi sehingga siap dibuahi oleh sperma.

Teknik ini juga disebut induksi ovulasi, yang juga bisa diberikan pada lelaki untuk meningkatkan produksi sperma. Nantinya terapi obat ini juga bisa dikombinasikan dengan tindakan lain seperti inseminasi dan bayi tabung.

2. Tindakan bedah PESA, MESA, TESA, TESE

Ilustrasi operasi. (Pixabay)
Ilustrasi tidakan bedah. (Pixabay)

Keempat tindakan bedah ini berbeda-beda tergantung dengan kondisi sperma yang dimiliki lelaki. PESA (Percutaneous Epididymal Sperm Aspiration) adalah tindakan pengambilan sperma dari epididymal, yaitu bagian organ penyimpan sperma di buah zakar.

MESA (Micro Epididymal Sperm Aspiration) adalah teknik pengambilan sperma dari buah zakar yang mengalami gangguan produksi atau adanya sumbatan pada saluran sperma.

TESA (Testicular Sperm Aspiration) yaitu tindakan karena tidak ditemukannya sama sekali keberadaan sperma dalam air mani lelaki, sehingga sperma diambil langsung dari sumbernya, yaitu buah zakar.

TESE (Testicular Sperm Extraction) yatu tindakan berupa sayatan kecil di buah zakar untuk mengambil sperma yang akan dibuahi ke sel telur.

3. Histeroskopi dan Laparoskopi

Ini adalah prosedur yang sedikit memasukkan alat ke rahim perempuan untuk mendiagnosis infertilitas. Biasanya dilakukan untuk mencari tahu penyebab keguguran berulang.

Tindakan histeroskopi membutuhkan alat berupa teleskop yang dimasukkan ke mulur rahim.

Sedangkan pada prosedur laparoskopi dilakukan dengan metode pembedahan dari perut langsung ke rahim, biasanya tindakan ini dilakukan untuk mendeteksi adanya kista, radang usus buntu, mioma dan lain sebagainya.

4. Intra Uterine Insemination (IUI)

Ini adalah prosedur di mana sperma yang berkualitas baik sudah disiapkan dan diambil dari proses alami atau melalui pembedahan buah zakar. Kemudian sperma langsung dimasukkan ke rongga rahim, sewaktu masa ovulasi perempuan berlangsung.

Sperma lalu akan berenang menuju tuba falopi dan membuahi sel telur sehingga dapat menghasilkan kehamilan.

5. In Vitro Fertilization (IVF)

Metode pembuahan IVF ini lebih dikenal dengan sebutan bayi tabung, karena seluruh proses pembuahan atau penyatuan antara sperma dan sel telur dilakukan di luar rahim, hingga menghasilkan embrio.

Embrio yang sudah terbentuk di luar rahim, akhirnya kembali dimasukkan ke dalam rahim calon ibu. Selanjutnya embrio berkembang menjadi janin dan terus tumbuh seperti kehamilan pada umumnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Kondisi yang Sebabkan Pasangan Lakukan Program Bayi Tabung

5 Kondisi yang Sebabkan Pasangan Lakukan Program Bayi Tabung

Health | Kamis, 04 Februari 2021 | 19:46 WIB

Virus Corona Bisa Picu Kerusakan Sperma, Begini 5 Cara Mengatasinya!

Virus Corona Bisa Picu Kerusakan Sperma, Begini 5 Cara Mengatasinya!

Health | Senin, 01 Februari 2021 | 16:00 WIB

Studi: Covid-19 Bisa Ganggu Kesuburan Lelaki

Studi: Covid-19 Bisa Ganggu Kesuburan Lelaki

Tekno | Jum'at, 29 Januari 2021 | 18:57 WIB

Terkini

Adu Cepat di Kategori Baru 21K, 5.000 Pelari Bersaing di SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

Adu Cepat di Kategori Baru 21K, 5.000 Pelari Bersaing di SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

Sport | Senin, 14 September 2026 | 08:45 WIB

Minyak Dunia Menggila! Nyaris Tembus US$108 per Barel Usai Arab Saudi Diserang

Minyak Dunia Menggila! Nyaris Tembus US$108 per Barel Usai Arab Saudi Diserang

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:43 WIB

Touring Tanpa Pengawalan Bikers HOG Indomobil Buktikan Etika Berkendara di Jalan

Touring Tanpa Pengawalan Bikers HOG Indomobil Buktikan Etika Berkendara di Jalan

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 08:40 WIB

Indonesia Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026: Ujian Kedewasaan Tribun Sepak Bola

Indonesia Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026: Ujian Kedewasaan Tribun Sepak Bola

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 08:35 WIB

Obligasi Rp500 Miliar POLI Kantongi Rating idAAA

Obligasi Rp500 Miliar POLI Kantongi Rating idAAA

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:31 WIB

Bertemu Luis Figo di New York, 2 Student Athlete Indonesia Hadiri Forum PBB

Bertemu Luis Figo di New York, 2 Student Athlete Indonesia Hadiri Forum PBB

Bola | Senin, 14 September 2026 | 08:27 WIB

Pemerintah Segel 50 Perusahaan, 27 Ribu Hektare Konsesi Terbakar

Pemerintah Segel 50 Perusahaan, 27 Ribu Hektare Konsesi Terbakar

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:24 WIB

Pos Kamling Berubah Jadi Lapak Judi Digital, Enam Orang Diciduk di Kudus

Pos Kamling Berubah Jadi Lapak Judi Digital, Enam Orang Diciduk di Kudus

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 08:20 WIB

Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter

Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter

News | Senin, 14 September 2026 | 08:15 WIB

Harga Emas Pegadaian Kompak Turun Awal Pekan, Galeri 24 dan UBS Terdiskon

Harga Emas Pegadaian Kompak Turun Awal Pekan, Galeri 24 dan UBS Terdiskon

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:14 WIB

×