Ini Indikator Pasien Covid-19 yang Paling Baik Menerima Plasma Konvalesen

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Sabtu, 06 Februari 2021 | 10:05 WIB
Ini Indikator Pasien Covid-19 yang Paling Baik Menerima Plasma Konvalesen
Petugas medis menyusun kantong berisi plasma konvalesen dari pasien sembuh COVID-19 di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8/2020). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi]

Suara.com - Plasma konvalesen diketahui mampu membantu proses penyembuhan pasien Covid-19. Penyintas Covid-19 bisa memberikan antibodi alami kepada pasien yang masih positif virus corona melalui terapi plasma konvalesen

Tetapi, waktu terbaik memberikan terapi plasma konvalesen justru ketika seseorang masih dalam keadaan terinfeksi dan dalam kondisi berat, kata ketua Tim Mitigasi Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Moh. Adib Khumaidi. Sp.OT.

"Antibodi yang lebih baik itu terjadi pada kondisi yang berat. Jadi penyintas covid yang kondisi berat itu antibodinya sangat bagus, sangat tinggi untuk membantu dalam plasma konvalesen," jelas Adib dalam webinar 'Memahami Isolasi Mandiri di Rumah', Jumat (5/2/2021).

Jika penyintas Covid hanya dengan kondisi tanpa gejala, menurut Adib, antibodi yang terbentuk tidak terlalu tinggi. Meski begitu, sampai sekarang belum bisa dipastikan perbandingan tingkat efektivitas antibodi alami dengan yang terbentuk akibat suntikan vaksin.

Prajurit TNI AD mendonorkan plasma darahnya di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8/2020). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi]
Prajurit TNI AD mendonorkan plasma darahnya di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8/2020). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi]

"Pada dasarnya antibodi yang akan terbentuk itu nantinya akan ada pemeriksaan untuk antibodinya pasca vaksinasi ataukah pasca terkena (infeksi). Jadi ada namanya titer antibodi. Perbandingannya itu memang tidak bisa dikatakan antibodi yang terbentuk saat infeksi akan lebih tinggi dibandingkan antibodi pasca vaksinasi," paparnya.

Lama waktu antibodi akan bertahan di dalam tubuh juga masih dibutuhkan banyak referensi, lanjut Adib. Beberapa pendapat menyebutkan antibodi Covid, terutama dari vaksin, hanya bertahan selama 3 bulan. Atau ada pula yang menyebutkan hingga enam bulan. 

"Tapi sekali lagi ini belum bisa kita jelaskan sekarang karena masih butuhkan referensi tambahan. Tapi ini jadi satu hal yang perlu kita perhatikan nanti kapan vaksinasi covid akan dilakukan booster. Karena di beberapa kasus ada yang sudah terkena pasdahal sudah memiliki antibodi dalam tubuhnya," kata Adib.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Unusa Resmikan Laboratorium Virtual Reality dan Microteaching

Unusa Resmikan Laboratorium Virtual Reality dan Microteaching

Foto | Sabtu, 06 Februari 2021 | 08:05 WIB

Bantu Balita Penderita Gizi Buruk, Ini yang Dilakukan Polisi di Aceh

Bantu Balita Penderita Gizi Buruk, Ini yang Dilakukan Polisi di Aceh

Sumut | Sabtu, 06 Februari 2021 | 07:35 WIB

Hari Ini Kota Bogor Belakukan Peraturan Ganjil Genap Akhir Pekan

Hari Ini Kota Bogor Belakukan Peraturan Ganjil Genap Akhir Pekan

Bogor | Sabtu, 06 Februari 2021 | 07:10 WIB

Terkini

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

×