Ini Pentingnya Mencabut Gigi Geraham Bungsu yang Tidak Tumbuh Sempurna

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Minggu, 07 Februari 2021 | 20:35 WIB
Ini Pentingnya Mencabut Gigi Geraham Bungsu yang Tidak Tumbuh Sempurna
ilustrasi operasi gigi [shutterstock]

Suara.com - Gigi geraham bungsu umumnya tumbuh antara usia 17 hingga 21 tahun. Terkadang dokter gigi akan menyarankan untuk mencabutnya saat gigi geraham ketiga ini tumbuh secara tidak sempurna.

Prosedur untuk pencabutan gigi geraham bungsu yang tidak wajar disebut operasi impaksi gigi. Tidak seperti pencabutan gigi biasa, operasi impaksi gigi sedikit lebih rumit karena membutuhkan tehnik yang berbeda.

Tidak mencabut gigi geraham bungsu meski tumbuh tidak wajar dapat menyebabkan komplikasi.

"Jangan menunggu sampai rasa sakit, infeksi atau bengkak menjadi parah," kata John Luther, DDS, kepala petugas gigi di Western Dental and Orthodontics.

Dilansir Insider, berikut komplikasi umum akibat tidak mencabut gigi geraham bungsu yang tumbuh tidak sempurna:

Ilustrasi sakit gigi, radang gusi. (Shutterstock)
Ilustrasi sakit gigi (Shutterstock)

1. Rasa sakit

Gigi geraham bungsu yang tidak memiliki ruang untuk tumbuh dan tersangkut di gusi dapat menyebabkan rasa sakit, bengkak, dan ketidaknyamanan.

2. Infeksi

Jika gigi geraham bungsu muncul sebagian tetapi tidak memiliki ruang untuk tumbuh sepenuhnya, gigi tersebut mungkin rentan terhadap infeksi karena makanan dapat terperangkap, dan lebih sulit untuk dibersihkan dengan benar melalui flossing dan menyikat gigi.

baca juga

3. Kerusakan gigi dan gigi berlubang

Jika gigi geraham bungsu tidak dapat tumbuh sejajar, hal itu dapat mempersulit gusi untuk menutup di sekitar gigi geraham lainnya.

gigi juga mungkin tumbuh menyamping atau terlalu dekat dengan gigi geraham lainnya. Ini membuka pintu bagi bakteri untuk berkembang di sekitar akar gigi geraham lain dan berpotensi menyebabkan pembusukan.

4. Kista atau tumor

Gigi geraham bungsu yang hanya tumbuh sebagian dapat menyebabkan tumor atau kista pada gusi. Ini dapat memengaruhi kesehatan rahang dan gigi lainnya.

"Jika Anda mengalami nyeri, bengkak, ketidakmampuan untuk membersihkan, atau jika memiliki kerusakan di area gigi bungsu, yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter gigi untuk menentukan apakah gigi tersebut harus dicabut," tandas Luther.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Ditunda, Ini Tanda Gigi Bungsu Geraham Harus Dicabut

Jangan Ditunda, Ini Tanda Gigi Bungsu Geraham Harus Dicabut

Health | Sabtu, 06 Februari 2021 | 17:15 WIB

Jangan Sampai Infeksi, Begini Perawatan setelah Operasi Impaksi

Jangan Sampai Infeksi, Begini Perawatan setelah Operasi Impaksi

Health | Rabu, 06 November 2019 | 13:37 WIB

Gigi Bungsu Terasa Nyeri, Berbahayakah?

Gigi Bungsu Terasa Nyeri, Berbahayakah?

Health | Selasa, 21 Maret 2017 | 14:20 WIB

Terkini

Bedak Marcks Varian Pink untuk Warna Kulit Apa? Ini Fungsinya saat Makeup

Bedak Marcks Varian Pink untuk Warna Kulit Apa? Ini Fungsinya saat Makeup

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:02 WIB

Kriminalisasi NPL Disorot, Pakar Minta Risiko Bisnis Tak Otomatis Dibawa ke Tipikor

Kriminalisasi NPL Disorot, Pakar Minta Risiko Bisnis Tak Otomatis Dibawa ke Tipikor

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Target Sah Desember! RUU Perampasan Aset Izinkan Negara Sita Harta Pelaku Tanpa Tunggu Vonis

Target Sah Desember! RUU Perampasan Aset Izinkan Negara Sita Harta Pelaku Tanpa Tunggu Vonis

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:00 WIB

KAI Commuter Siagakan 126 Personel Gabungan TNI-Polri Menyusul Demonstrasi di Jakarta

KAI Commuter Siagakan 126 Personel Gabungan TNI-Polri Menyusul Demonstrasi di Jakarta

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:57 WIB

Lolos dari Maut: Detik-detik Pemasang WiFi Tersengat Listrik di Tanggamus

Lolos dari Maut: Detik-detik Pemasang WiFi Tersengat Listrik di Tanggamus

Lampung | Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:50 WIB

45 WNI Ada di Nepal saat Banjir Bandang Terjang Berbatasan China

45 WNI Ada di Nepal saat Banjir Bandang Terjang Berbatasan China

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:47 WIB

Perkuat Koperasi, Gerakkan Ekonomi Rakyat, Dirut BRI Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka

Perkuat Koperasi, Gerakkan Ekonomi Rakyat, Dirut BRI Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka

Riau | Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:43 WIB

Kawal RUU Perampasan Aset: Waspada Provokator, Semangat Warga Jaga Warga

Kawal RUU Perampasan Aset: Waspada Provokator, Semangat Warga Jaga Warga

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:42 WIB

Perkuat Sistem Ekonomi Kerakyatan, BRI Raih Penghargaan Bakti Koperasi Pradana Nayaka

Perkuat Sistem Ekonomi Kerakyatan, BRI Raih Penghargaan Bakti Koperasi Pradana Nayaka

Bogor | Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:40 WIB

Jelang Demo DPR, 65 Orang Diciduk Bawa 7 Jeriken Bensin hingga Ratusan Botol Molotov

Jelang Demo DPR, 65 Orang Diciduk Bawa 7 Jeriken Bensin hingga Ratusan Botol Molotov

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:40 WIB

×