-
Kemlu RI memastikan tidak ada WNI yang menjadi korban banjir bandang perbatasan China-Nepal.
-
KBRI Dhaka dan Beijing memantau ketat kondisi 45 WNI serta turis pendaki di Nepal.
-
Banjir dahsyat tewaskan 160 orang dan menyebabkannya ratusan wisatawan asing hilang di perbatasan.
Suara.com - Kementerian Luar Negeri RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam bencana banjir bandang mematikan di kawasan perbatasan China dan Nepal. Ada 45 WNI menetap di Nepal. Seluruh WNI yang terdaftar mendiami kawasan tersebut dilaporkan selamat dari terjangan air bah yang melanda wilayah pegunungan.
Langkah cepat penyelamatan dan verifikasi lapangan terus bergulir untuk menjangkau para pelancong Indonesia yang sedang berada di jalur pendakian. Pemantauan intensif fokus menyisir area berisiko tinggi demi memastikan keselamatan pendaki serta pekerja imigran kita.
Prioritas utama Diplomat Indonesia saat ini tertuju pada perlindungan aktif serta pemetaan cepat pergerakan turis Indonesia. Koordinasi lintas perwakilan negara tetangga langsung diaktifkan guna mengantisipasi dampak buruk bencana susulan.
![Banjir bandang dahsyat menerjang kawasan perbatasan Nepal dan China pada Rabu (26/8/2026). [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/26/83927-nepal-china.jpg)
Perwakilan diplomasi Indonesia di Dhaka dan Beijing menjalin komunikasi nonstop bersama jejaring lokal serta Konsul Kehormatan di Kathmandu. Langkah ini diambil untuk mempercepat verifikasi keberadaan seluruh warga negara kita di zona bahaya.
“Hingga saat ini, berdasarkan pemantauan dan komunikasi dengan pihak terkait, belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak,” ucap Heni merespons pertanyaan ANTARA secara tertulis di Jakarta, Kamis.
Bagaimana Nasib Turis dan Pendaki Indonesia di Nepal?
Atase KBRI Dhaka memfokuskan perhatian ekstra kepada rombongan pelancong yang tengah melintasi jalur ekstrem pegunungan Nepal. Imbauan resmi telah menyasar seluruh agensi tur perjalanan demi melacak posisi persis WNI yang dipandu.
Langkah preventif ini mewajibkan seluruh pengelola tur memberikan pembaruan kondisi wisatawan Indonesia secara berkala. Keselamatan para pendaki di medan sulit menjadi perhatian paling krusial pascabencana meluas.
Catatan diplomatik menunjukkan ada 45 WNI yang bermukim secara tetap di wilayah Nepal. Sebagian besar warga kita menetap di area Kathmandu dengan mata pencaharian utama pada sektor perhotelan.
Kemlu RI menginstruksikan seluruh masyarakat Indonesia di kawasan terdekat untuk memperketat kewaspadaan dan menjauhi titik rawan. Instruksi resmi meminta WNI mematuhi seluruh panduan evakuasi yang dikeluarkan otoritas setempat.
“KBRI Beijing dan KBRI Dhaka akan terus memantau perkembangan situasi dan menjaga komunikasi dengan komunitas WNI,” ucap Direktur PWNI Kemlu RI.
Berapa Nomor Hotline Darurat yang Bisa Dihubungi?
Bagi warga yang membutuhkan bantuan darurat, KBRI Dhaka menyediakan layanan hotline pada nomor +880 161-4444-552. Sementara itu, WNI yang berada di wilayah China dapat menghubungi hotline KBRI Beijing di +8618610455488.
Tragedi alam di perbatasan dua negara ini dipicu oleh luapan mendadak Sungai Bhotekoshi di wilayah Rasuwa. Arus deras bercampur lumpur menghancurkan permukiman warga serta fasilitas pembangkit listrik tenaga air di sekitarnya.
Semburan lumpur dan air bah juga melanda kota Shigatse di wilayah Otonom Tibet, China. Luapan air sungai yang mengalir deras dari China menuju Nepal memperluas skala kehancuran permukiman.
Bencana meluas ini meluluhlantakkan infrastruktur perbatasan dan mengisolasi ratusan pemukim lokal serta wisatawan mancanegara. Dampak kerugian material serta korban jiwa terus melonjak seiring proses pencarian di lapangan.
Korban tewas akibat banjir bandang ini melonjak hingga 160 jiwa dengan ratusan orang lainnya dinyatakan hilang. Dari total 384 warga hilang di Nepal, sebanyak 290 di antaranya merupakan wisatawan asing asal India, Malaysia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat.