Mulai Berlaku Besok, Ini Beda PPKM Mikro dan PPKM Biasa

Risna Halidi, Lilis Varwati

Senin, 08 Februari 2021 | 15:51 WIB
Mulai Berlaku Besok, Ini Beda PPKM Mikro dan PPKM Biasa
Penerapan PPKM Jilid II di Sidoarjo diperketat [suara.com/Arry Saputra]

Suara.com - Pemberlakuan Pergerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kembali dilanjutkan hanya saja dengan konsep yang berbeda.

Mulai 9 Februari 2021, pemerintah menetapkan PPKM mikro yang dilakukan mulai dari level Desa, Kelurahan bahkan hingga RT dan RW. 

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, PPKM berskala mikro sebagai salah satu strategi menekan penularan virus corona Covid-19.

Tetapi pengendalian Covid-19, menurutnya memang tidak bisa dilakukan secara nasional.

"Pengendalian Covid-19 tak bisa disamakan secara nasional karena setiap daerah punya karakteristik sendiri-sendiri dan cara penanganan lain. Sebenarnya risiko penularan bervariasi dan dengan PPKM berskala mikro maka pimpinan level Desa, Kelurahan bahkan RT/RW jadi bisa menilai kondisi daerahnya masing-masing dengan jumlah kasus yang ada," tuturnya dalam konferensi pers virtual, Senin (8/2/2021).

Wiku menjelaskan, perbedaan mendasar antara PPKM tahap pertama dan kedua dengan PPKM mikro hanya terletak pada lingkup pembatasannya. 

"PPKM pertana level Kabupaten/Kota. PPKM mikro levelnya desa dan kelurahan. Jadi ini nanti akan nyambung. Pada daerah yang memang penularan tinggi, kasusnya juga tinggi," ujarnya.

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri DR. Safrizal ZA, M.SI., menambahkan bahwa pada penerapan PPKM tahap satu dan dua, aturan lebih banyak menyasar pada aktivitas masyarakat di tempat publik.

Seperti perkantoran, mall, terminal, bandara, dan tempat-tempat kegiatan umum lainnya.  "Padahal dari evaluasi yang kita lakukan beberapa tempat yang kita sebut kan tadi menunjukkan bahwa angka kepatuhan protokol kesehatan tinggi," kata Safrizal.

baca juga

Sementara penyebaran virus corona sudah mencapai di level komunitas atau keluarga. Oleh sebab itu, menurut Safrizal, pembatasan area publik juga perlu dilakukan hingga tingkat terkecil dilevel komunitas. 

"Sehingga evaluasi dengan lebih rinci ini bisa kita tangani tidak hanya dari level provinsi atau nasional saja, tapi sampai wilayah komunitas kecil atau mikro," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2 Kali PPKM, Wiku Adisasmito Akui Belum Ada Manfaat Besar

2 Kali PPKM, Wiku Adisasmito Akui Belum Ada Manfaat Besar

Health | Senin, 08 Februari 2021 | 15:38 WIB

Epidemiolog Sebut PPKM Tak Sentuh Aspek Pencegahan Wabah COVID-19

Epidemiolog Sebut PPKM Tak Sentuh Aspek Pencegahan Wabah COVID-19

News | Senin, 08 Februari 2021 | 14:25 WIB

Roy Suryo Kritik Jokowi Bikin Istilah Aneh COVID-19, Misal PPKM: Bingung

Roy Suryo Kritik Jokowi Bikin Istilah Aneh COVID-19, Misal PPKM: Bingung

Bogor | Senin, 08 Februari 2021 | 14:19 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×