Ternyata, Ada Jenis Sperma yang Licik dan 'Meracuni' Pesaingnya hingga Mati

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 09 Februari 2021 | 15:05 WIB
Ternyata, Ada Jenis Sperma yang Licik dan 'Meracuni' Pesaingnya hingga Mati
Sperma bergerak memutar seperti bor (YouTube/Polymaths Lab-University of Bristol)

Suara.com - Siapa sangka jika sperma ternyata bisa menjadi manipulator 'kejam' yang bis meracuni pesaingnya dalam perlombaan membuahi sel telur?

Dalam sebuah studi yang terbit pada 4 Februari di jurnal PLOS Genetics, peneliti dari Max Planck Institute for Molecular Genetics (MPIMG) di Berlin mempelajari 100 sel sperma tikus untuk lebih memahami efek sekuens DNA t-haplotype.

Berdasarkan studi sebelumnya, sel sperma yang membawa urutan DNA tersebut cenderung berenang lebih lurus dan rata-rata lebih cepat daripada sperma yang lain.

"Sperma dengan t-haplotype berhasil menonaktifkan sperma yang tidak membawa DNA ini," kata penulis studi Bernhard Herrmann, direktur MPIMG, dilansir Live Science.

Triknya, tambah Herrmann, sperma t-haplotype 'meracuni' semua sperma lain. Tetapi pada saat yang sama menghasilkan penawar, yang bekerja hanya pada sperma yang sama dan melindunginya.

Gambaran sperma t-haplotipe (t) meracuni sperma lain (+) agar mencapai sel telur (Max-Planck-Gesell)
Gambaran sperma t-haplotipe (t) meracuni sperma lain (+) agar mencapai sel telur (Max-Planck-Gesell)

Peneliti juga menemukan bahwa t-haplotype 'meracuni' semua sel sperma selama fase awal produksi sperma, menyuntikkan setiap sel dengan gen tertentu yang menghambat kemampuan mereka untuk mengatur pergerakan.

Tidak sampai fase selanjutnya, ketika setiap sel membelah menjadi dua, 'penawar' berperan. Setelah membelah, setengah dari sel sperma mewarisi gen t-haplotipe pada kromosom 17.

Bagi sperma yang beruntung itu, t-haplotipe menyediakan varian genetik baru yang membalikkan efek penghambat dari 'racun' yang dikonsumsi setiap sel selama fase pengembangan.

T-haplotipe merupakan serangkaian gen yang menempati kromosom 17 pada tikus rumahan. Tetapi ini berbeda dengan manusia yang memiliki 23 pasang kromosom, tikus hanya memiliki 20 pasang.

Herrmann dan timnya menyebutnya sebagai gen 'egois', karena misinya adalah membuat salinan dirinya sendiri.

Gambaran sperma t-haplotipe (t) meracuni sperma lain (+) agar mencapai sel telur (Max-Planck-Gesell)
Gambaran sperma t-haplotipe (t) meracuni sperma lain (+) agar mencapai sel telur (Max-Planck-Gesell)

Untuk separuh sel sperma lainnya, yang tidak membawa t-haplotipe atau 'penawar' genetiknya, mereka menjadi kesulitan dalam mencapai sel telur yang menunggu untuk dibuahi.

Dalam studi ini, banyak sperma tanpa 'penawar' berenang secara berputar-putar sampai mati.

"Data kami menyoroti fakta bahwa sel sperma adalah pesaing yang kejam. Perbedaan genetik dapat memberikan keuntungan bagi setiap sperma dalam perlombaan untuk membuahi sel telur, sehingga mendorong penurunan varian gen tertentu ke generasi berikutnya," jelas Herrmann.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gara-Gara Bulan Madu, Sperma Banyak yang Mati dan Rusak

Gara-Gara Bulan Madu, Sperma Banyak yang Mati dan Rusak

Lifestyle | Rabu, 03 Februari 2021 | 12:07 WIB

Virus Corona Bisa Picu Kerusakan Sperma, Begini 5 Cara Mengatasinya!

Virus Corona Bisa Picu Kerusakan Sperma, Begini 5 Cara Mengatasinya!

Health | Senin, 01 Februari 2021 | 16:00 WIB

Studi: Covid-19 Bisa Bikin Sperma Rusak dan Sebabkan Kemandulan

Studi: Covid-19 Bisa Bikin Sperma Rusak dan Sebabkan Kemandulan

Health | Senin, 01 Februari 2021 | 11:45 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB