Studi: Pasangan Serumah Saling Berbagi Faktor Risiko Penyakit Jantung

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Minggu, 14 Februari 2021 | 13:37 WIB
Studi: Pasangan Serumah Saling Berbagi Faktor Risiko Penyakit Jantung
Ilustrasi pasangan mengobrol (Pexels/Ekaterina)

Suara.com - Bukan hanya berbagi tagihan listrik, namun pasangan yang tinggal serumah juga bisa berbagi faktor risiko penyakit. Dalam hal ini, sebuah studi baru menemukan bahwa pasangan yang tinggal serumah seringkali memiliki perilaku dan faktor risiko yang sama termasuk dalam menyebabkan penyakit jantung.

Melansir dari WebMD, peneliti menilai risiko penyakit jantung dan perilaku gaya hidup dari hampir 5.400 pasangan Amerika Serikat yang terdaftar dalam program kesehatan karyawan.

Pasangan tersebut telah mengikuti program penilaian kesehatan perusahaan antara Oktober 2014 hingga Agustus 2015. Status kesehatan mereka dinilai melalui kuesioner, ujian, dan tes laboratorium.

Peneliti mengukur faktor risiko penyakit jantung yang yang mengacu pada American Heart Association Life's Simple 7, yakni status merokok, aktivitas fisik, diet sehat, kolesterol total, tekanan darah, gula darah puasa, dan indeks massa tubuh (BMI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 12 persen orang yang memiliki skor ideal untuk kesehatan jantung.

Ilustrasi pasangan obesitas. (Shutterstock)
Ilustrasi pasangan obesitas. (Shutterstock)

Meskipun lebih dari setengahnya berada dalam kategori ideal dalam hal merokok, kolesterol total serta gula darah puasa, lebih dari seperempatnya dinilai buruk pada faktor risiko berat badan dan olahraga.

Sekitar 79 persen pasangan memiliki skor yang kurang dari ideal untuk risiko jantung, terutama karena pola makan yang tidak sehat dan olahraga yang tidak memadai. Penemuan ini dipublikasikan pada 26 Oktober di JAMA Network Open.

"Orang sering memilih pasangan yang mirip dengannya, entah karena status ekonomi atau minat yang sama, seperti olahraga. Dan begitu mereka bersama, mereka cenderung berbagi kebiasaan, terutama apa yang mereka makan dan olahraga," ujar Jannie Nielsen, asisten profesor di Sekolah Kesehatan Masyarakat Rollins Universitas Emory di Atlanta.

Dengan kebiasaan dan pola olahraga pasangan yang memengaruhi satu sama lain tersebut yang menurut para peneliti akan berpengaruh pada faktor risiko penyakit jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasangan ABG Kubur Janin Bayi, Terkuak Gegara Simpan Foto Mayatnya di HP

Pasangan ABG Kubur Janin Bayi, Terkuak Gegara Simpan Foto Mayatnya di HP

Banten | Minggu, 14 Februari 2021 | 11:20 WIB

Hari Valentine, Yakin 20 Ucapan Ini Bisa Buat Lengket Suami Istri

Hari Valentine, Yakin 20 Ucapan Ini Bisa Buat Lengket Suami Istri

Bogor | Minggu, 14 Februari 2021 | 10:10 WIB

Pasutri Pemilik Apotek di Padang Ditangkap Gegara Jual Obat Aborsi

Pasutri Pemilik Apotek di Padang Ditangkap Gegara Jual Obat Aborsi

Sumbar | Sabtu, 13 Februari 2021 | 12:11 WIB

Terkini

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB