Studi: Kelembapan Dalam Masker Bisa Mengurangi Keparahan Covid-19

Yasinta Rahmawati

Senin, 15 Februari 2021 | 07:39 WIB
Studi: Kelembapan Dalam Masker Bisa Mengurangi Keparahan Covid-19
Ilustrasi Studi: Kelembapan Dalam Masker Bisa Mengurangi Keparahan Covid-19. (Pexels)

Suara.com - Seperti yang sudah diketahui, pakai masker wajah, baik masker medis maupun masker kain membantu melindungi orang dari infeksi bahkan penularan virus corona Covid-19. Temuan terkini bahkan menunjukkan menggunakan masker secara benar, kata para peneliti, memiliki manfaat potensial lain selain sebagai alat pencegahan. Apa itu?

Dilansir dari The Health Site, peneliti melihat kelembapan yang tercipta di dalam masker saat dipakai ternyata dapat membantu memerangi keparahan penyakit pernapasan seperti Covid-19.

Sebuah studi baru oleh para peneliti di National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) NIH, menemukan bahwa masker wajah dapat secara signifikan meningkatkan kelembapan di udara yang dihirup oleh pemakai masker.

Peningkatan tingkat kelembapan ini di udara yang dihirup dapat membantu menjelaskan mengapa memakai masker telah dikaitkan dengan tingkat keparahan penyakit yang lebih rendah pada orang yang terinfeksi virus corona Covid-19.

Diterbitkan dalam The Biophysical Journal, peneliti mengatakan bahwa faktanya, hidrasi saluran pernapasan diketahui bermanfaat bagi sistem kekebalan. Tingkat kelembapan yang tinggi juga diketahui secara signifikan mengurangi keparahan flu. Oleh karena itu, ini juga dapat diterapkan pada tingkat keparahan infeksi Covid-19 melalui mekanisme serupa, karena alasan berikut:

Ilustrasi Masker (Pexels/Anna)
Ilustrasi Masker untuk mencegah virus corona covid-19. (Pexels/Anna)

1. Tingkat kelembapan yang tinggi dapat membatasi penyebaran virus ke paru-paru dengan mendorong pembersihan mukosiliar (MCC), mekanisme pertahanan yang menghilangkan lendir dan partikel berbahaya serta patogen yang ada di dalam lendir dari paru-paru.

2. Tingkat kelembapan yang tinggi juga dapat meningkatkan sistem kekebalan dengan memproduksi protein khusus, yang disebut interferon, yang melawan virus, suatu proses yang dikenal sebagai respons interferon.

3. Tingkat kelembapan yang rendah telah terbukti merusak, baik MCC maupun respons interferon, yang mungkin menjadi salah satu alasan mengapa orang lebih mungkin terkena infeksi pernapasan dalam cuaca dingin.

Studi ini menguji empat jenis masker, yaitu masker N95, masker bedah sekali pakai tiga lapis, masker katun poliester dua lapis, dan masker katun tebal.

baca juga

Para peneliti mengukur tingkat kelembapan dengan meminta sukarelawan bernapas ke dalam kotak baja tertutup. Jika orang tersebut tidak mengenakan masker, uap air dari napas yang dihembuskan memenuhi kotak, menyebabkan peningkatan kelembapan yang cepat di dalam kotak.

Saat relawan mengenakan masker, penumpukan kelembapan di dalam kotak sangat berkurang. Hal ini terjadi karena sebagian besar uap air yang tersisa di dalam masker menjadi mengembun, kemudian dihirup kembali. Untuk memastikan tidak ada kebocoran, masker dipasang dengan erat pada wajah sukarelawan menggunakan karet busa dengan kepadatan tinggi.

Pengukuran dilakukan pada tiga suhu udara yang berbeda, berkisar antara 46 hingga 98 derajat Fahrenheit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat masker meningkatkan kelembapan udara yang dihirup, tetapi dengan derajat yang bervariasi.

Pada suhu yang lebih rendah, efek pelembab semua masker meningkat drastis. Namun pada semua suhu, masker katun tebal menyebabkan tingkat kelembapan yang paling tinggi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembatasan Sosial di Arab Saudi Diperpanjang 20 Hari

Pembatasan Sosial di Arab Saudi Diperpanjang 20 Hari

News | Senin, 15 Februari 2021 | 07:27 WIB

Pasien Corona Sembuh di Jakarta Bertambah 4.349 Orang

Pasien Corona Sembuh di Jakarta Bertambah 4.349 Orang

Jakarta | Minggu, 14 Februari 2021 | 22:24 WIB

Pedoman Baru CDC: Orang yang Sudah Divaksin Penuh Tak Perlu Karantina Lagi

Pedoman Baru CDC: Orang yang Sudah Divaksin Penuh Tak Perlu Karantina Lagi

Health | Minggu, 14 Februari 2021 | 21:59 WIB

Terkini

Baleg DPR-Pemerintah Mulai Bahas RUU Satu Data Indonesia, Target Sah Pekan Depan

Baleg DPR-Pemerintah Mulai Bahas RUU Satu Data Indonesia, Target Sah Pekan Depan

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:23 WIB

Soroti Bebas Bersyaratnya Mas Bechi, Menteri PPPA Desak Evaluasi Total Remisi Kejahatan Seksual

Soroti Bebas Bersyaratnya Mas Bechi, Menteri PPPA Desak Evaluasi Total Remisi Kejahatan Seksual

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:22 WIB

Soroti Bechi Jombang Bebas Bersyarat, Kemen PPPA: Pemulihan Trauma Korban Butuh Waktu Seumur Hidup

Soroti Bechi Jombang Bebas Bersyarat, Kemen PPPA: Pemulihan Trauma Korban Butuh Waktu Seumur Hidup

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:22 WIB

Kontrak Habis! Girl Group UNIS Umumkan Bubar setelah 2,5 Tahun Debut

Kontrak Habis! Girl Group UNIS Umumkan Bubar setelah 2,5 Tahun Debut

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:20 WIB

Efek BI Rate Ditahan, Rupiah Bangkit ke Level Rp17.818

Efek BI Rate Ditahan, Rupiah Bangkit ke Level Rp17.818

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 17:18 WIB

Jadi Tersangka Kasus HGB ATR/BPN, Eks Bupati Kebumen Arif Sugiyanto Bukan Mantan Pegawai KPK

Jadi Tersangka Kasus HGB ATR/BPN, Eks Bupati Kebumen Arif Sugiyanto Bukan Mantan Pegawai KPK

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:17 WIB

3 Fakta Menarik Songpyeon, Kue Beras Kukus Daun Pinus Khas Musim Gugur di Korea

3 Fakta Menarik Songpyeon, Kue Beras Kukus Daun Pinus Khas Musim Gugur di Korea

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:15 WIB

Mahasisw ITB Kembangkan Minyak Jelantah Jadi Cat Ramah lingkungan

Mahasisw ITB Kembangkan Minyak Jelantah Jadi Cat Ramah lingkungan

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 17:15 WIB

Review Film Akal Imitasi: Ketika AI Masuk Kelas, Pintar Jadi Kian Mahal?

Review Film Akal Imitasi: Ketika AI Masuk Kelas, Pintar Jadi Kian Mahal?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:15 WIB

Komisi III DPR Berkomitmen All Out Jadikan RUU Perampasan Aset Super Prioritas

Komisi III DPR Berkomitmen All Out Jadikan RUU Perampasan Aset Super Prioritas

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:12 WIB

×