Khawatir Varian Baru Virus Corona, Pembatasan di Toronto Ingin Diperpanjang

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Kamis, 18 Februari 2021 | 15:50 WIB
Khawatir Varian Baru Virus Corona, Pembatasan di Toronto Ingin Diperpanjang
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Kota Toronto di Kanada dikabarkan akan melakukan perpanjangan pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran Covid-19. Pembatasan itu diminta untuk diperpanjang hingga 9 Maret 2021 mendatang.

Mulanya, pembatasan ini dilakukan hingga 22 Februari 2021 mendatang. Namun, dilansir dari medical express, petugas medis kesehatan Toronto, Dr. Eileen de Villa mengatakan, ia sangat khawatir dengna adanya penyebaran varian abru virus corona.

Ia juga telah menulis kepada pejabat tinggi kesehatan provinsi tersebut untuk meminta pembatasan setidaknya dua minggu lebih lama.

Ia mengatakan, ada 345 kasus varian yang dikonfirmasi di Toronto dan jumlahnya akan terus meninggkat. Dia mengungkapkan, bahwa belajar dari Jerman, mutasi virus corona yang ditemukan di Inggris itu telah menyumbang lebih dari seperlima kasus positif di negaranya.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

Jumlah itu naik 6 persen hanya dalam dua minggu.

"Pada saat penghitungan yang dikonfirmasi cukup besar yang mengejutkan kami,” ungkapnya lewat Medical Express (17/2/2021).

Walikota Toronto John Tory mengatakan, ia mendukung saran de Villa, yang mengatakan untuk melalukan pembatasan di kota Toronto.

Toronto dan Kanada ingin melandaikan kurva epidemi selama musim panas. Gelombang kedua dimulai pada musim gugur setelah pemerintah Ontario menunda pemberlakuan pembatasan secara meluas.

Pemerintah federal Kanada mengharapkan dapat menerima jutaan dosis vaksin musim semi ini, dengan sebesar 6 juta sebelum akhir bulan Maret.

Namun, para ilmuwan mengatakan, varian terbaru di Inggris menyebar lebih mudah, dengan kemungkinan besar lebih mematikan. Tetapi sejauh ini vaksin yang ada tampak efektif untuk melawannya.

Selain itu, varian lain yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan, telah menunjukkan tanda-tanda yang mampu menghindari beberapa respon imun yang melawan virus, yang dihasilkan oleh vaksin AstraZeneca.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut Vaksinasi Bagi yang Mau Saja, Anies: Wong Jumlahnya Terbatas

Sebut Vaksinasi Bagi yang Mau Saja, Anies: Wong Jumlahnya Terbatas

News | Kamis, 18 Februari 2021 | 13:53 WIB

Jaga Imunitas Tubuh, Herbal Dipercaya Bisa Jadi Antivirus Alami

Jaga Imunitas Tubuh, Herbal Dipercaya Bisa Jadi Antivirus Alami

Press Release | Kamis, 18 Februari 2021 | 13:53 WIB

Dikira Kena Covid-19, Atta Halilintar Ternyata Cuma Sakit Gigi

Dikira Kena Covid-19, Atta Halilintar Ternyata Cuma Sakit Gigi

Entertainment | Kamis, 18 Februari 2021 | 13:38 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB