alexametrics

Waspada, Paparan Zat Kimia di Dalam Mobil Bisa Memicu Kanker

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Waspada, Paparan Zat Kimia di Dalam Mobil Bisa Memicu Kanker
Ilustrasi orang menyetir. (Shutterstock)

Penelitian baru menunjukkan bahwa paparan kimia di dalam mobil juga bisa berbahaya untuk Anda.

Suara.com - Banyak orang mungkin akan lebih terfokus pada masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh pencemaran udara akibat polusi mesin mobil. Padahal, zat-zat berbahaya juga bisa berada di dalam mobil Anda.

Melansir dari Medicinenet, penelitian baru menunjukkan bahwa paparan zat kimia di dalam mobil juga bisa berbahaya untuk Anda.

Benzena dan formaldehida yang digunakan dalam pembuatan mobil diketahui dapat menyebabkan kanker. Benzene juga dikenal dapat menimbulkan risiko masalah reproduksi dan perkembangan janin.

Benzene digunakan untuk menghasilkan serat sintetis sementara formaldehida digunakan sebagai pengikat pada plastik.

Baca Juga: Polusi Udara Jogja Mengkhawatirkan, Pustral UGM: Perlu Gerakan Kolaboratif

Peneliti University of California, Riverside menghitung jumlah paparan harian benzena dan formaldehida yang dihirup oleh pengemudi California dengan perjalanan setidaknya 20 menit sehari.

Pada penelitian ini, 90 persen orang di di Los Angeles, San Diego, Orange, Santa Clara, dan wilayah Alameda melakukan perjalanan rata-rata 30 menit sehari. Saat diteliti, mereka memiliki setidaknya 10 persen lebih beirisko terkena kanker akibat paparan zat tersbeut.

"Tentu saja, ada rentang paparan di mana bergantung pada berapa lama Anda berada di dalam mobil dan berapa banyak senyawa yang dipaparkan oleh mobil Anda," kata penulis studi, Aalekhya Reddam.

Ilustrasi seekor anjing di dalam mobil. [Shutterstock]
Ilustrasi seekor anjing di dalam mobil. [Shutterstock]

"Bahan kimia ini sangat mudah menguap, bergerak dengan mudah dari plastik dan tekstil ke udara yang Anda hirup," kata David Volz, seorang profesor toksikologi lingkungan. Studi ini akan diterbitkan dalam jurnal Environment International edisi April.

Volz dan Reddam sebelumnya menemukan bahwa waktu perjalanan yang lebih lama dikaitkan dengan peningkatan paparan terhadap TDCIPP penghambat api atau tris terklorinasi, karsinogen lain yang telah diketahui.

Baca Juga: Polusi Udara Dalam Ruangan Sama Buruknya dengan di Luar, Ini Bahayanya!

"Para penumpang harus tetap membuka jendela saat mengemudi jika memungkinkan," saran Reddam.

"Setidaknya dengan sedikit aliran udara, Anda akan mengencerkan konsentrasi bahan kimia ini di dalam mobil Anda," katanya.

Komentar