Studi Temukan Antibodi Flu Biasa Tak Bisa Cegah Virus Corona Covid-19

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 19 Februari 2021 | 14:32 WIB
Studi Temukan Antibodi Flu Biasa Tak Bisa Cegah Virus Corona Covid-19
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Suara.com - Antibodi tidak hanya membantu melawan penyakit tetapi juga mencegah terjadinya infeksi kembali di masa mendatang, setelah tubuh membentuk antibodi terhadap suatu pantogen.

Pantogen itu pun menjadi sulit untuk menyebabkan infeksi, setidaknya untuk beberapa waktu tergantung pada lamanya antibodi itu bertahan.

Pada kasus virus corona Covid-19, awalnya ditemukan bahwa antibodi dari virus serupa bisa memberikan Anda perlindungan terhadap SARS-CoV-2. Tapi, sebuah studi baru menunjukkan hasil sebaliknya.

Menurut studi baru tersebut, antibodi flu biasa mungkin tidak akan melindungi Anda dari infeksi virus corona Covid-19.

Penelitian ini dilakukan di Perelman School of Medicine di University of Pennsylvania, yang diterbitkan di Journal Cell. Studi ini mengevaluasi sampel darah ratusan orang sebelum pandemi virus corona untuk menemukan antibodi terhadap virus corona musiman.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Studi itu menemukan sekitar 20 persen orang yang memiliki antibodi terhadap virus corona musiman. Antibodi ini bisa mengikat virus penyebab flu dan SARS-CoV-2 yang menyebabkan virus corona Covid-19.

Antibodi ini tidak dikaitkan dengan hasil yang lebih baik pada orang yang terinfeksi virus corona di kemudian hari. Para peneliti juga menemukan bahwa antibodi flu biasa ini mungkin tidak melindungi anak-anak dari infeksi virus corona parah, seperti klaim hipotesis sebelumnya.

Seberapa sering anak-anak terinfeksi virus dan seberapa mudah mereka menyebarkan infeksi virus juga masih menjadi perdebatan.

Para peneliti juga menemukan bahwa anak-anak dan orang dewasa memiliki tingkat antibodi yang sama untuk virus corona musiman, yang juga disebut CoV.

baca juga

Hal ini menyiratkan bahwa antibodi CoV tidak bisa melindungi seseorang dari infeksi virus corona Covid-19 parah, khususnya pada anak-anak.

"Kami menemukan bahwa banyak orang memiliki antibodi yang bisa mengikat SARS-CoV-2 sebelum pandemi, tapi antibodi ini tidak bisa mencegah infeksi," kata pemimpin studi Scott Hensley, profesor mikrobiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Pennsylvania dikutip dari Times of India.

Hensley menambahkan ada kemungkinan sel B dan sel T memori yang sudah ada bisa memberikan beberapa tingkat perlindungan atau setidaknya mengurangi keparahan infeksi virus corona, meskipun antibodi dari infeksi flu biasa tidak bisa mencegah atau melindungi seseorang dari infeksi virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Pasien Covid di Wisma Atlet 19 Februari: 3.474 Bergejala, 440 OTG

Update Pasien Covid di Wisma Atlet 19 Februari: 3.474 Bergejala, 440 OTG

News | Jum'at, 19 Februari 2021 | 10:43 WIB

Ahli Ungkap Kasus Tak Terkontrol Picu Munculnya Varian Baru Virus Corona

Ahli Ungkap Kasus Tak Terkontrol Picu Munculnya Varian Baru Virus Corona

Health | Jum'at, 19 Februari 2021 | 10:23 WIB

Peneliti Temukan Varian Baru Virus Corona Finlandia, Adakah Bedanya?

Peneliti Temukan Varian Baru Virus Corona Finlandia, Adakah Bedanya?

Health | Jum'at, 19 Februari 2021 | 08:14 WIB

Terkini

7 Cara Mengatasi Memori Internal HP Penuh karena File WhatsApp Menumpuk

7 Cara Mengatasi Memori Internal HP Penuh karena File WhatsApp Menumpuk

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 09:32 WIB

Nasib 7 Masyarakat Adat Sulawesi Tengah di Ujung Verifikasi

Nasib 7 Masyarakat Adat Sulawesi Tengah di Ujung Verifikasi

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 09:32 WIB

Batu Bara RI Rp75 T, CORE Indonesia: Cuan Dagangnya Diduga Nyangkut di Singapura

Batu Bara RI Rp75 T, CORE Indonesia: Cuan Dagangnya Diduga Nyangkut di Singapura

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:28 WIB

IHSG Semakin Terpuruk Rabu Pagi ke Level 4.800

IHSG Semakin Terpuruk Rabu Pagi ke Level 4.800

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:20 WIB

Profil Ahrie Sonta dan Eko Hadi Santoso, Dua Jenderal Polisi yang Ikut Ditahan Bersama Listyo Sigit

Profil Ahrie Sonta dan Eko Hadi Santoso, Dua Jenderal Polisi yang Ikut Ditahan Bersama Listyo Sigit

News | Rabu, 04 November 2026 | 09:18 WIB

BI Sebut Intervensi Pasar Terus Berlanjut, Ini Rincian Strateginya

BI Sebut Intervensi Pasar Terus Berlanjut, Ini Rincian Strateginya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:14 WIB

Ekspansi Industri Kelapa Dikebut, Pasokan Bahan Baku Jadi Tantangan

Ekspansi Industri Kelapa Dikebut, Pasokan Bahan Baku Jadi Tantangan

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:14 WIB

Kaitkan Penyadapan Prabowo dengan Makar, Mahfud Ungkit Isu Jokowi Cuma Beri Jatah Presiden 2 Tahun

Kaitkan Penyadapan Prabowo dengan Makar, Mahfud Ungkit Isu Jokowi Cuma Beri Jatah Presiden 2 Tahun

News | Rabu, 04 November 2026 | 09:06 WIB

Bahlil Mulai Cari Lokasi Proyek Gudang Minyak Mentah di Wilayah Sumatra

Bahlil Mulai Cari Lokasi Proyek Gudang Minyak Mentah di Wilayah Sumatra

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:01 WIB

Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA di Indonesia, Riau Catat 36.433 Kasus

Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA di Indonesia, Riau Catat 36.433 Kasus

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 08:51 WIB

×