facebook

5 Tips Cara Mengatasi Baby Blues bagi Ibu

Bimo Aria Fundrika
5 Tips Cara Mengatasi Baby Blues bagi Ibu
Ilustrasi baby blues. (Shutterstock)

Ibu yang mengalami baby blues, harus segera mendapat perawatan agar cepat pulih.

Suara.com - Bagi beberapa pasangan yang baru menikah, memiliki anak adalah hal yang paling dinantikan. Namun, bagi beberapa ibu, setelah melahirkan terkadang memiliki banyak pikiran yang menyebabkannya depresi. Kondisi ini biasa dikenal dengan nama baby blues syndrome.

Baby blues, merupakan kondisi gangguan suasana hati yang dialami oleh ibu setelah melahirkan. Ibu yang mengalami hal ini, biasanya sangat cepat berubah suasana harinya mulai dari sedih, lelah, mudah marah, atau gelisah, bahkan menangis tanpa alasan yang jelas.

Ibu yang mengalami baby blues, harus segera mendapat perawatan agar cepat pulih. Hal ini karena kondisi baby blues, akan sangat berpengaruh kepada kondisi bayi, terutama saat masih menyusui. Tingkat depresi pada ibu bisa memengaruhi kualitas ASI. Untuk itu, dilansir dari parents, berikut terdapat beberapa cara untuk mengatasi baby blues, di antaranya:

1. Pikirkan diri sendiri

Baca Juga: Mengenal Pikosis Postpartum Dina Novelis, Berbeda dengan Baby Blues!

Ilustrasi depresi (Pixabay)
Ilustrasi baby blues. (Pixabay)

Seorang ibu yang mengalami baby blues biasanya semakin depresi karena pikirannya diri sendiri. Hal tersebut yang justru membuatnya sulit untuk melepaskan diri dari baby blues. Untuk itu, salah satu cara mengatasinya cobalah pikirkan diri sendiri. Dengan hal ini akan mengatur otak ibu untuk menyayangi dirinya sendiri.

Coba juga untuk mengidentifikasi perasaan dalam diri sendiri. Pikirkan apa yang menyebabkan diri menjadi depresi. Mengapa hal tersebut bisa terjadi pada diri sendiri.

Hal ini akan membuat diri menganalisis permasalahan yang ada sehingga dapat mencari jalan keluar yang harus dilakukan. Bisa juga konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran hal-hal yang harus dilakukan.

Ibu juga bisa membayangkan dirinya menjadi sahabat untuknya. Cobalah bayangkan apa yang akan dikatakan ketika teman mengalami masalah.

Biasanya hal itu akan membuat pikiran ibu diatur untuk mencoba mengatasi masalah orang lain. Dengan itu, ibu akan menemukan solusi sehingga tidak mengalami depresi berkepanjangan.

Baca Juga: Rayakan Ulang Tahun Putri Pertamanya, Zaskia Ingat Momen Terkena Baby Blues

2. Tarik napas dalam-dalam

Ilustrasi meditasi di rumah. (Pexels)
Ilustrasi tarik napas dalam-dalam di rumah. (Pexels)

Seperti yang kita tahu, menarik napas dalam-dalam akan membuat tubuh menjadi rileks dan menenangkan pikiran. Hal ini akan membantu ibu dalam memikirkan permasalahan yang ada. Memiliki bayi bukanlah hal yang mudah. Namun, dengan menarik napas dalam-dalam dan memikirkannya, akan membuat ibu menjadi lebih tenang dalam mengatasi depresi yang dialaminya.

3. Jalin hubungan sosial

Menjalin hubungan sosial dengan orang lain akan sangat membantu seorang ibu yang mengalami baby blues. Ketika menghadapinya sendiri, hal itu akan membuatnya semakin depresi karena dirinya dipenuhi pikiran-pikiran negatif.

Bertemu dengan teman atau kerabat akan sangat membantu ibu menenangkan pikiran sejenak. Ibu juga bisa minta tolong untuk merawat bayi agar tetap terurus. Selain itu, teman juga bisa membantu memberi saran, seperti bergabung dengan grup ibu-ibu lainnya. Hal itu akan menolong ibu untuk saling bertukar pikiran satu sama lain.

4. Cobalah selalu bersyukur

Saat mengalami baby blues, cobalah untuk selalu memenuhi diri dengan rasa syukur dan hal-hal positif lainnya.  Hal ini akan melatih otak ibu dalam melihat perspektif yang positif. Biasanya memenuhi rasa syukur dalam diri membuat ibu sadar jika tidak semua memiliki kesempatan memiliki anak. Hal tersebut sangat membantu ibu mengetahui berapa beruntungnya dia telah memiliki keturunan.

5. Selalu ingat hal-hal yang penting

Seorang ibu yang mengalami baby blues, biasanya hanya diliputi perasaan depresi dalam mengurus bayi yang dimilikinya. Untuk itu, ibu harus bisa mengingat hal-hal yang penting. Hal ini bisa dilakukan dengan mengingat fase-fase di mana ia menginginkan memiliki anak.

Hal itu dapat membuatnya menyadari jika memiliki anak adalah tujuan yang dipilihnya. Berdasarkan penelitian mengingat hal-hal penting sangat berpengaruh kepada peningkatan ketahanan, kasih sayang, suasana hati, dan ketekunan selama masa-masa sulit.

Penulis: Fajar Ramadhan

Komentar