Mengenal Pikosis Postpartum Dina Novelis, Berbeda dengan Baby Blues!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 29 November 2020 | 14:47 WIB
Mengenal Pikosis Postpartum Dina Novelis, Berbeda dengan Baby Blues!
Dina Novelis dan anaknya (Instagram/@dinanovelis)

Suara.com - Dina Novelis, seorang ibu muda asal Surabaya yang mengalami postpartum depression atau depresi pasca melahirkan tengah viral di media sosial.

Berawal dari curhatannya di TikTok, Dina Novelis bercerita pernah mengalami postpartum depression setelah melahirkan anak pertamanya secara caesar pada November 2018 lalu.

Saat itu, Dina Novelis melalui hari yang cukup berat karena sempat tak sanggup memeluk bayinya yang baru dilahirkan. Bahkan ia juga sempat menolak suami dan anaknya karena amnesia sesaat.

Jauh sebelum melahirkan anaknya, Dina Novelis juga sempat didiagnosis menderita gangguan bipolar yang mengharuskannya minum obat terus-menerus. Tapi ia berhenti minum obat ketika hamil.

Menurut psikiater yang menangani Dina Novelis, dr Azimatul Karimah, SpKj, Dina telah mengalami masalah kejiwaan jauh sebelum menikah dan mengalami kehamilan.

Psikiater, dr Azimatul Karimah, SpKj (Instagram/@dinanovelis)
Psikiater, dr Azimatul Karimah, SpKj (Instagram/@dinanovelis)

Sehingga depresi yang dialaminya setelah persalinan bukan murni depresi postpartum. Dokter Azimatul Karimah mengatakan bipolar yang dimiliki Dina salah satu yang menjadi pemicu terjadinya depresi postpartum.

"Karena, dia sebelum mengalami kehamilan itu sudah ada bipolar. Maka ini menjadi faktor risiko dia mengalami depresi postpartum," ujar dr Azimatul Karimah, SpKj ketika dihubungan Suara.com melalui WhatsApp, Minggu (29/11/2020).

Ia menjelaskan bahwa depresi postpartum, gangguan bipolar, dan depresi adalah spektrum gangguan suasana hati yang naik dan turun tergantung pada situasinya. Misalnya, seseorang mengalami perubahan fisik, memiliki stresor psikososial atau tekanan dari lingkungannya.

"Jadi, spektrum gangguan suasana hati ini akan berubah nama. Seperti Dina, awalnya didiagnosa gangguan bipolar. Tapi, setelah dia persalinan gejala depresinya dominan," jelasnya.

Depresi postpartum yang dialami Dina ini tentu berbeda dengan baby blues. Ia menjelaskan bahwa depresi postpartum adalah kondisi kejiwaan pasca persalinan yang sedikit lebih berat dibandingkan postpartum blues.

"Kondisi kejiwaan pasca persalinan ini seperti benang yang beda ujung. Mulai dari yang paling ringan postpartum blues, sedikit berat lagi depresi pasca melahirkan dan paling berat psikosis postpartum," jelasnya.

Beberapa orang mungkin mengira kondisi yang dialami Dina adalah gangguan postpartum. Tapi, dr Azimatul mengatakan kondisi seperti Dina bisa merupakan kelanjutan dari bipolar yang sudah dimilikinya.

Dina Novelis dan anaknya (Instagram/@dinanovelis)
Dina Novelis dan anaknya (Instagram/@dinanovelis)

Dilansir dari Hellosehat, depresi postpartum adalah masalah kesehatan mental setelah melahirkan yang berpengaruh pada perilaku dan kesehatan fisik ibu.

Depresi postpartum ini berbeda dengan baby blues biasa. Seorang ibu bisa dikatakan baby blues hanya jika mengalami gejala ringan dalam waktu singkat seperti gelisah, cemas, dan uring-uringan.

Sementara, gejala yang tidak kunjung membaik sekitar dua minggu hingga berbulan-bulan bisa disebut depresi postpartum. Karena itu, depresi postpartum disebut sebagai masalah mental dengan gejala yang lebih parah daripada baby blues.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pria di Sergai Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumah, Diduga Depresi

Pria di Sergai Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumah, Diduga Depresi

Sumut | Jum'at, 27 November 2020 | 09:30 WIB

Meghan Markle Curhat Perasaannya Pasca Keguguran

Meghan Markle Curhat Perasaannya Pasca Keguguran

Health | Kamis, 26 November 2020 | 12:25 WIB

Survei: Jalan Kaki Setengah Jam Cegah Stres dan Depresi saat Pandemi

Survei: Jalan Kaki Setengah Jam Cegah Stres dan Depresi saat Pandemi

Health | Rabu, 25 November 2020 | 12:04 WIB

Gantung Diri di Kamar Mandi, Pensiunan Polisi Diduga Depresi

Gantung Diri di Kamar Mandi, Pensiunan Polisi Diduga Depresi

Bali | Selasa, 24 November 2020 | 07:55 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB