Survei Ungkap Banyak Orang China Ogah Divaksin Covid-19, Apa Sebab?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 20 Februari 2021 | 14:15 WIB
Survei Ungkap Banyak Orang China Ogah Divaksin Covid-19, Apa Sebab?
Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

Suara.com - Program vaksinasi Covid-19 telah dimulai di sejumah negara. Meski demikian, masih ada penolakan dari sejumlah masyarakat untuk divaksin Covid-19.

Salah satunya seperti yang terjadi di China. Dalam jajak pendapat terhadap petugas medis dan pencegahan epidemi di Zhejiang, China, tak sampai separuhnya menyatakan ingin disuntik vaksin Covid-19.

Hasilnya hanya seperempat yang mengatakan para petugas bersedia divaksin jika tersedia untuk semua. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) provinsi Zhejiang mengatakan bahwa survei dilakukan terhadap orang-orang dengan latar belakang pendidikan tinggi.

Hasil survei itu menunjukkan bahwa China mungkin akan menghadapi tantangan untuk menginokulasi cukup banyak orang untuk mencapai kekebalan kelompok.

Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Survei dilakukan terhadap 756 pekerja perawatan kesehatan dan pencegahan epidemi. Hanya 42 persen di antaranya yang mengatakan bersedia divaksin Covid.

Lebih sedikit lagi, hanya 28 persen yang mengatakan bersedia untuk mendapatkan vaksin atas kemauan mereka sendiri, begitu vaksin tersedia di pasaran untuk semua orang.

Semenetara sebagian besar dari koresponden yang tidak mau divaksin karena khawatir tentang potensi efek samping, kata penulis penelitian.

Hasil survei itu sebenarnya juga tak jauh berbeda dengan yang sebelumnya dilakukan di Shanghai yang dirilis bulan lalu. Ketika itu, CDC China menyurvei hampir 1,8 juta penduduk Shanghai dan hanya setengah yang mengatakan akan mendapatkan vaksinasi.

Temuan dari survei China itu bertentangan dengan studi global pada Desember 2020 oleh firma riset pasar Ipsos dan World Economic Forum, yang menempatkan China sebagai negara dengan niat vaksinasi tertinggi. Dari 15 yang disurvei, 80 persen responden mengatakan akan setuju untuk melakukan suntikan.

baca juga

Huang Yanzhong, seorang rekan senior untuk kesehatan global di wadah pemikir AS Dewan Hubungan Luar Negeri, mengatakan keberhasilan China dalam menahan penularan Covid-19 jadi salah satu penyebab rendahnya rasa urgensi di antara penduduknya untuk divaksinasi.

“Salah satu kekhawatiran terbesar tetap kurangnya antusiasme untuk mendapatkan vaksinasi di antara masyarakat. Ini agak berlawanan dengan intuisi. Justru karena (China) telah melakukan pekerjaan dengan baik dalam menahan penyebaran virus," kata Huang dikutip dari SCMP.

Sikap terhadap vaksin berbeda ketika China berada di puncak wabah virus corona. Dalam sebuah survei Maret dan April tahun lalu di sebuah rumah sakit di kota Kunming barat daya, lebih dari 95 persen pasien bersedia menerima vaksin Covid-19.

Tetapi, kurangnya transparansi data dari uji klinis vaksin buatan China kemungkinan akan merusak kepercayaan publik, tim ahli kesehatan masyarakat Universitas Hong Kong mengatakan dalam komentar di buletin mingguan CDC China minggu lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Global: Pandemi Covid-19 Tidak Akan Berakhir, Jika...

Update Covid-19 Global: Pandemi Covid-19 Tidak Akan Berakhir, Jika...

Health | Sabtu, 20 Februari 2021 | 13:15 WIB

Alasan IDI Lampung Anak-anak Perlu Divaksin Covid-19

Alasan IDI Lampung Anak-anak Perlu Divaksin Covid-19

Lampung | Sabtu, 20 Februari 2021 | 12:43 WIB

PPKM Berdampak Positif, Dinkes Sleman: Sia-Sia kalau Masyarakat Tak Berubah

PPKM Berdampak Positif, Dinkes Sleman: Sia-Sia kalau Masyarakat Tak Berubah

Jogja | Sabtu, 20 Februari 2021 | 12:30 WIB

Terkini

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:10 WIB

Kenapa Kangen Band Bubar?

Kenapa Kangen Band Bubar?

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 06:05 WIB

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 06:00 WIB

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

×