Keluarkan Bau Busuk saat Bersin, Ternyata Ada Peluru di Hidung Remaja Ini

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 05 Maret 2021 | 13:28 WIB
Keluarkan Bau Busuk saat Bersin, Ternyata Ada Peluru di Hidung Remaja Ini
Rongga hidung, lubang hidung. (shutterstock)

Suara.com - Seorang remaja mengalami hidung tersumbat selama 8 tahun akibat peluru senapan BB tersangkut di hidungnya. Akibatnya, remaja ini akan mengeluarkan bau busuk setiap kali bersin.

Sang remaja pertama kali memeriksakan diri saat usia 15. Saat itu, ia mengalami gejala mampet dan merasa kemampuan indera penciumannya semakin berkurang.

Dokter memeriksa bagian dalam hidung remaja ini dengan esdoskopi. Dokter lalu mendapati bahwa remaja tersebut mengalami hipertrofi turbinate atau pembesaran saluran sempit turbinat di hidung.

Ia pun diberi resep obat semprot hidung dan antihistamin, dan diminta untuk periksa kembali dalam empat hingga enam minggu setelahnya, lapor Live Science. Namun, remaja itu tidak memeriksakan diri sampai satu tahun kemudian.

Ketika berusia 16 tahun, ia masih mengalami gejala yang sama. Bedanya, sekarang apabila ia membuang ingus, akan keluar bau busuk dan menyengat.

Ilustrasi lelaki bersin. (Shutterstock)
Ilustrasi lelaki bersin. (Shutterstock)

"Pasien melaporkan bahwa ia tidak merasa mengalami bau mulut, tetapi ia malu karena setiap kali membuang ingus selalu ada bau busuk," tulis penulis laporan yang terbit di jurnal JAMA Otolaryngology Head & Neck Surgery.

Dokter pun melakukan CT scan dan melihat ada struktur bola 9 mm di rongga hidungnya yang terlihat seperti benda asing. Akhirnya, sang remaja menjalani operasi dan ditemukan pelet BB metalik.

Setelah berbicara dengan keluarganya, ternyata sang remaja pernah bermain tembakan pistol pelet saat berusia 8 atau 9 tahun. Hanya saja karena putranya tidak mengalami gejala saat itu, orang tuanya pun tidak mencari bantuan medis.

"Benda asing yang tersangkut di hidung terkadang dapat menyebabkan bau busuk karena penyumbatan jalur drainase alami di hidung, sehingga terjadi penumpukan lendir, kotoran yang terhidup, dan bakteri," jelas penulis studi Dylan Z. Erwin, mahasiswa kedokteran di Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Texas di San Antonio.

Selain itu, pelet di dalam rongga hidung lebih sulit dikenali karena seiring berjalannya waktu akan ditutupi jaringan baru.

"Jaringan yang tampak sehat telah tumbuh sempurna di sekitarnya," sambung Erwin.

Karenanya, dokter harus mengangkat jaringan melalui operasi dan mengeluarkan pelet kecil itu.

Ada sejumlah komplikasi dari tersangkutnya benda asing di hidung, seperti infeksi yang menyebar ke rahang atau mata, serta kerusakan tulang di dekatnya karena peradangan bertahun-tahun.

Untungnya, sang remaja tidak mengalami komplikasi. Setelah operasi, jaringan hidungnya tampak normal, dan bau tak sedap menghilang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Unggah Foto Bareng Sang Putri, Bentuk Hidung Nia Ramadhani Diomongin

Unggah Foto Bareng Sang Putri, Bentuk Hidung Nia Ramadhani Diomongin

Entertainment | Selasa, 02 Maret 2021 | 16:07 WIB

Hidung dan Bibir Agnez Mo Disebut Berubah, Warganet Kepo: Dioplas ya?

Hidung dan Bibir Agnez Mo Disebut Berubah, Warganet Kepo: Dioplas ya?

Lifestyle | Selasa, 02 Maret 2021 | 08:55 WIB

Nora Alexandra Geram, Namanya Dicatut untuk Cari Pria Hidung Belang

Nora Alexandra Geram, Namanya Dicatut untuk Cari Pria Hidung Belang

Lampung | Senin, 01 Maret 2021 | 16:30 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB