Tak Banyak yang Tahu Ternyata Air Kelapa Baik Bagi Penderita Diabetes

Bimo Aria Fundrika, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 05 Maret 2021 | 19:10 WIB
Tak Banyak yang Tahu Ternyata Air Kelapa Baik Bagi Penderita Diabetes
Ilustrasi air kelapa. (Shutterstock)

Suara.com - Air kelapa merupakan minuman menyegarkan alami dengan rasa manis seperti kacang. Tidak hanya enak tetapi juga dikemas dengan nutrisi dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga kadar gula darah tetap terkendali.

Dilansir melalui Healthshots.com, penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Medicinal Food juga menunjukkan bahwa air kelapa baik untuk penderita diabetes.

Berikut 6 cara di mana air kelapa dapat meningkatkan kadar gula darah dan juga membantu mereka yang menderita diabetes:

Meningkatkan laju metabolisme Anda

Ilustrasi air kelapa. [Shutterstock]
Ilustrasi air kelapa. [Shutterstock]

Air kelapa adalah pilihan yang bagus untuk meningkatkan laju metabolisme Anda. Ini meningkatkan perasaan kenyang, menjaga nafsu makan terkendali dan juga memudahkan pencernaan. Metabolisme yang meningkat membantu tubuh Anda mencerna makanan secara efektif.

Dikemas dengan nutrisi penting

Air kelapa mengandung beberapa nutrisi dan mineral. Ini kaya serat, kalium, kalsium, magnesium, natrium, dan zat besi. Komponen ini menjaga kadar gula darah tetap terkendali.

Meningkatkan sirkulasi darah

Sirkulasi darah yang buruk adalah masalah umum bagi mereka yang menderita diabetes. Ini dapat menyebabkan masalah penglihatan, kram otot, dan gagal ginjal. Air kelapa dikenal dapat meningkatkan sirkulasi darah dan menormalkan aliran darah dalam tubuh, memastikan Anda terhindar dari masalah yang terjadi karena sirkulasi darah yang buruk.

Membantu menurunkan berat badan

Kelebihan berat badan dapat menyebabkan masalah dengan kadar gula darah Anda. Selain itu, penderita diabetes seringkali mengalami kenaikan berat badan yang tidak biasa.

Tapi, air kelapa rendah kalori dan dikemas dengan bio-enzim yang dikenal bisa meningkatkan pencernaan. Minum air kelapa secara teratur membantu menghindari makan berlebihan, menurunkan jumlah kalori yang dikonsumsi.

Memiliki indeks glikemik rendah

Air kelapa memiliki indeks glikemik rendah dan mengandung jumlah gula alami yang sangat rendah yang tidak menyebabkan lonjakan kadar glukosa Anda.

Sumber serat yang kaya

Air kelapa kaya akan serat makanan dan juga mengandung asam amino, yang membantu mengontrol kadar gula Anda. Serat membantu pencernaan gula dalam tubuh Anda dan memperbaiki kondisi penderita diabetes. Jadi, berapa banyak air kelapa yang harus Anda minum setiap hari untuk mengatasi diabetes?

Air kelapa dikemas dengan nutrisi dan mineral serta memiliki indeks glikemik yang rendah. Terlebih lagi, ini lezat dan benar-benar alami! Karena semua alasan ini, sering direkomendasikan untuk penderita diabetes.

Namun, Anda perlu memilih jenis air kelapa tanpa pemanis dan membatasi asupan Anda hanya 1 hingga 2 cangkir setiap hari untuk membantu diabetes. Melebihi batas ini mungkin terbukti tidak sehat bagi Anda. Ingat, moderasi adalah kuncinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi BMJ: Berat Lahir Terkait dengan Pengembangan Diabetes Tipe 2

Studi BMJ: Berat Lahir Terkait dengan Pengembangan Diabetes Tipe 2

Health | Jum'at, 05 Maret 2021 | 10:53 WIB

Jangan Keliru, Ini Roti Terbaik dan Terburuk Bagi Pasien Diabetes Tipe 2

Jangan Keliru, Ini Roti Terbaik dan Terburuk Bagi Pasien Diabetes Tipe 2

Health | Kamis, 04 Maret 2021 | 06:30 WIB

Pengidap Diabetes Bisa Selamat dari Covid-19 Jika Lakukan Hal Ini

Pengidap Diabetes Bisa Selamat dari Covid-19 Jika Lakukan Hal Ini

Health | Rabu, 03 Maret 2021 | 18:58 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB